Teman Sejatiku

Teman Sejatiku
Tunggu aku


__ADS_3

Keira merasakan gel dingin mengenai perutnya,Dr.Jhon mengamati monitor dan terkejut


"Kei lihat?"


Keira mengikuti pandangam ke monitor


wajahny terkejut sekaligus berusaha memikirkan sesuatu.


"sebagai seorang dokter harusnya kau faham kondisi tubuhmu sendiri."


Keira terdiam,ia sama sekali tak menyadari tubuhnya sendiri.


"kau hamil 8 minggu menurut hasil USG."Jhon menjelaskan dengan datar


"hasil urinemu juga positif"


"panggil suaminya."Jhon meminta seorang bidan memanggil Dewa.


"istri anda hamil,dan mohon perlakukan Keira dengan baik,jaga dia,yang pasti tahan nafsumu agar perdarahan tidak terjadi lagi."dr.Jhon menjelaskan dengan sinis.


Dewa akan menjawab ketika Keira bersuara


"suamiku tidak tau aku hamil,aku pun demikian.terima kasih dokter sudah memeriksa ku.jangan khawatir suamiku menjagaku dengan sangat baik."


"ayo mas pulang,aku lelah."


Dewa menggandeng Keira meninggalkan dr.Jhon yang terdiam tidak suka.


Didalam mobil Keira duduk dengan lebih santai,menatap Dewa yang sibuk memasang seatbelt padanya,Dewa sesekali membetulkan posisi Keira agar nyaman


"mas,aku udah PeWe (posisi weanak) nih ayo berangkat."Keira tersenyum memegang wajah Dewa


"oh Ok."


Dewa tergagap sambil menganguk dan bersiap berangkat.

__ADS_1


"Kei bener kamu nyaman."


"100 persen Kapten." Keira memberi hormat dan jempol kearah Dewa.


Sepanjang Jalan Dewa mengenggam tangan Keira satu tangan memegang stir mobil.Keira mendiamkan saja tidak ingin berdebat dengan sang suami yang terlihat sangat khawatir.Keira berfikir memang 3 bulan terakhir dia tidak datang bulan tapi tidak ada tanda tanda moorning sicknes atau keluhan apapun.Keira hanya berdoa bayinya akan sehat2 selalu melihat kantong kehamilan yg utuh dan sehat saat USg tadi membuat Keira bersyukur.


Sudah 2 hari ini Keira bederest Dewa benar benar siap siaga.


"mas,aku ga papa,aku bisa sama bi edoh."


"aku memang cuti koq,jadi ga perlu ke kantor."Dewa menjelaskan


"baiklah,tapi bersikap biasa ya,mungkin karena kelelahan kmrin aku perdarahan ,jangan khawatir."


Dewa terdiam


"aku bahkan ga tau kalau kamu hamil Kei,maaf ya."


Keira memeluk Dewa


"yang penting saat ini semua baik baik saja."


Dewa memeluk erat tapi segera melepasnya


"berbahaya tidak kalau tertekan saat dipeluk?"katanya Panik


" kan bukan balon pak Kapten ga akan meledak." tawa bi Edoh yang sedang menyapu berderai


Keira ikut tertawa sambil memeluk Dewa yang terbengong.


Disebuah panti Werda/jompo


Tampak Ny.Gunawan duduk diatas kursi rodanya menghadap taman.Tampak tak jauh dari tempatnya duduk seorang Pria berjas hitam mulai mendekati dengan senyum aneh.


Suster yang menemani Ny.Gunawan meninggalkannya sambil berpamitan.Sang laki laki mendekat dan berdiri tak jauh dari samping Ny.Gunawan.

__ADS_1


"Hallo Poo..masihkah kau kenali aku?"


Ny.Gunawan bergetar tanpa berani menengok


dia sangat mengenal orang yang berbicara disampingnya.dan hanya suaminya serta orang itu yang memanggilnya Poo.


"melihat kau gemetar,sepertinya kau masih mengenaliku Bagus."


"aku hanya akan bertanya satu hal ,dimana Zea?"


Ny.Gunawan terdiam hanya menggeleng ketakutan.


"Poo.katakan ,aku sudah mencari selama 10 tahun ini."


Ny.Gunawan hanya menggeleng terdiam


"Baik,kulihat kau ingin menyusul Gunawan,minumlah agar kau bahagia bersamanya."Lelaki itu menaruh sebotol air mineral dipangkuan Ny.Gunawan dan meninggalkannya.


Dikejauhan sang Lelaki melihat Ny.Gunawan meminum dari botol mineral itu.Dia menatap marah dan pergi menjauh.


5 menit kemudian perawat Ny.Gunawan mendapati Nyonyanya meninggal dengan sebuah botol mineral yang terjatuh di sampingnya.Dia menjerit membuat para petugas panti menghampiri.


Sementara itu di kediaman Bryan sebuah telpon mengabarkan kematian Ny.Gunawan .Nella memandang kosong mama yang selalu membelanya telah pergi apa yang harus ia lakukan.


Nella mencoba menghubungi Bryan namun tak dapat tersambung.


lalu Dia menghubungi Keira.


Tak lama Keira ditemani Dewa mengikuti acara pemakan sederhana semua dilakukan Dewa dengan bantuan teman temannya.


Suster memberikan sebuah surat pada Nella,tertulis disana


Tunggu aku suamiku aku ingin bersamamu.


Nella menangis kencang dan terduduk.Keira hanya mampu memeluk pundaknya,karena Dewa menahan untuk memeluk erat.

__ADS_1


__ADS_2