
Hadi menutup telpon perlahan
berjalan menuju kamar untuk berganti baju
Tampak sang istri memeluk putrinya,Hadi selalu merasa cintanya bertambah saat melihat perjuangan sang Istri menyusui buah hati mereka.
Selesai berganti pakaian
Hadi mendekati sang Istri
cup..cup
"aku pergi dulu ke rumah Kapten Dewa."
Bisik Kapten Hadi
Sang Istri mengeliat dan mengangguk namun masih dengan mata tertutup
Hadi beranjak perlahan dan mengecup gadis kecil yang terlelap dipelukan sang Istri
Kediaman Dewa
Dewa tampak gelisah menunggu Hadi namun dia berusaha bersikap tenang.
Keira sudah terlelap setengah jam lalu
Dewa duduk di pinggir tempat tidur mengamati sang Istri dengan perut yang makin membulat.
Keira meringkuk memeluk guling panjang yang menopang tumitnya
Dewa menarik selimut menutupi sebagian tubuh istrinya.
Sekilas terdengar mesin mobil dimatikan
Dewa beranjak mengecup pipi Keira namun turun menyesap sejenak bibir Keira yang makin ranum.Keira menggeliat dan matanya terbuka sayu
"apa anda kini jadi seorang pencuri Kapten?"
Dewa terkekah memandang intens Keira
__ADS_1
"baiklah aku mengaku salah,aku harus segera pergi bersama Hadi."
"baik2 di rumah bersama bi edoh."Dewa mengelus pipi Keira penuh sayang
Sebelum Dewa beranjak Keira merangkul tangannya ke leher Dewa
"bisakah kau memberikan ciuman yang legal?"
Dewa tersenyum lebar
"dengan senang hati senorita."Menangkup wajah Keira menyatukan keningnya dengan kening Keira mengecup hidung bangirnya dan menempelkan bibirnya pada bibir Keira perlahan mempertemukan bibir mereka
Keira menikmati perlakuan sang suami
namun entah sejak kehamilan nya memasuki 5 bulan dirinya enggan bermesraan oleh sang suami alhasil Dewa sudah 3 bulan tidak meminta Haknya.Namun saat ini Keira sangat ingin dimanja sang Suami Dewa tak menyia2kan kesempatan mengabaikan getar ponsel di sakunya yang Ia yakin Hadi yang menghubungi
Keira mencium Dewa penuh semangat bahkan bergelanyut di leher kekar Dewa mencium tanpa ambun.Dewa berusaha mengikuti
"Kei,kei..hmmmp"
"Hadi ada didepan."Dewa berusaha mengatakan di sela2 bibirnya tertahan Bibir Keira
dan matanya tampak sendu
"baiklah hati2 di jalan."Keira membetulkan bantal dan merebahkan tubuhnya membelakangi Dewa
Dewa memeluk Keira dari belakang
"i love u dear"
mengeratkan pelukannya kembali Menenangkan Sang istri
"aku harus pergi dulu,nanti aku kabari ok."
Dewa menunggu Keira mengangguk baru beranjak pergi.
Didepan pintu tampak Hadi menatap tajam pada Dewa
"bolehkah aku menghukummu karena membuatku menunggu ."
__ADS_1
Dewa tersenyum
"yah siapkan saja hukumanku"
Mereka segera pergi menuju Rumah Sakit
di Rumah Sakit
Tampak Almira meregangkan tubuhnya selesai menuliskan laporan dia melirik jam didinding menunjukkan pukul 23.00
"Al istirahatlah,biar kulanjutkan."Almira tersenyum kecil oada Dokter Del yang hadir sebagai supervisi malam dan berjalan ke arah kamar jaganya
Almira benar2 kelelahan membaringkan tubuhnya di tempat tidur kecil tanpa menyalakan lampu
Sesaat Dewa dan Hadi tiba di Rumah Sakit
"bisa kami .."Belum sempat Dewa bertanya pada perawat malam Dokter Deli sudah memberi kode agar mereka mengikuti nya
"silahkan masuk Kapten."
Dewa dan Hadi duduk di dalam ruangan bersama dokter Deli
"aku akan to the point."
"saat ini Kapten Rio dan Letnan Putri sedang dalam observasi kami."
"syukurlah tanda2 vital mereka stabil"
"pertolongan pertama yang diberikan dokter Almira dan Letnan Radit menjauhkan dari komplikasi berat."Dokter Deliana menjelaskan detail
"bisakah kalian membiarkan Almira dan Radit istirahat"
"saya mohon"
Dewa mengangguk
"baik dokter,terima kasih kerjasamanya dan infonya."
Dewa dan Hadi meninggalkan Rumah Sakit menuju Kantor Polisi dengan agenda bertemu Kapten Hasan
__ADS_1