Teman Sejatiku

Teman Sejatiku
Bertemu


__ADS_3

jam 09.00


Diparkiran Mobil depan Rumah Sakit,Radit terdiam menimbang apakah akan masuk menemui Almira atau hanya menunggu di sini.Kemarin malam dia sudah memgirim Fax ke Manajerial Rumah Sakit dan sudah mendapatkan izin,namun untuk bicara langsung pada Almira sepertinya perlu pertimbangan lebih matang.Radit menggaruk kepalanya yang tak gatal,me reka reka kalimat yang pantas diucapkan,mengatur dan berlatih agar degup jantungnya mau bekerjasama saat dihadapan gadis manis itu.


tok..tok..


Kaca mobil diketuk,Radit membuka jendeladan terkejut


"hallo Letnan Radit ,apa kabar?"


Radit menatap tak percaya,kenapa gadis itu ada didepannya sekarang.


"apa kau baik2 saja Letnan?"


"eh baik dokter ada apa anda menemuiku?"Radit bertanya menghilangkan gugupnya


"dokter Wisnu tadi pagi menginfokan ada tugas khusus buatku permintaan langsung dari Marsekal katanya."Almira menjelaskan sambil menatap kesal


"apa anda keberatan?"


"anda tampak kesal?"


"aku kesal karena kau tak membukakan pintu dan membiarkan aku masuk ke mobilmu.!"


Radit terkejut dan segera membuka pintu mobilnya.


Sementara itu di sebuah ruangan Kantor


Tampak Bryan memandang cemas,laporan anak buahnya tentang 2 orang pelaku penyergapan 2 kontainer uang saat transaksi.Adalah aparat pemerintah.


"bunuh mereka semua,jangan tinggalkan jejak."


"baik bos."

__ADS_1


Sementara itu seorang pria berbaju hitam mendatangi Resepsionis


"saya ingin bertemu dengan pemilik perusahaan."


"anda belum ada janji,tidak bisa tuan."jawab wanita cantik dengan dandanan menor.


"ini penting."


"tunggu disini,saya akan bertanya dulu."


5 Menit kemudian sang Wanita kembali dan tetap menyampaikan penolakan


"katakan pada Bosmu,aku punya info tentang kontainer uangnya."


Sang sekertaris tetap diam meremehkan


"jika kau tak katakan,aku jamin Bos mu akan memecatmu jika aku sudah bertemu dengannya."Lelaki itu mengancam


Sang sekertaris kembali kedalam ruangannya


Sang lelaki masuk ke dalam ruangan Bryan


"well aku tidak tau siapa anda?"


"tapi jika benar anda punya info penting baiknya segera katakan."Bryan membuka percakapan


"tuan Bryan anda tampak gelisah,2 kontainer berisi uang sangat mengganggu perputaran bisnismukan?"


pria itu menjawab penuh ketenangan


"tapi sebelumnya,bisakah kau beritahu tentang keluarga Gunawan."


"tepatnya tentang Keira."

__ADS_1


Pria itu bertanya dan bernego.


Bryan terkejut,mengapa laki laki ini ingin tau dengan Keira gadis pujaannya.


"apa urusanmu dengan Keira?"


"aku tak ada maksud jahat,tapi aku harus tau keberadaannya sekarang."


Bryan terdiam bagaimana mungkin dia membiarkan petunjuk tentang kontainer yang hilang akan dia lewatkan namun jika alasannya informasi tentang Keira ,dia keberatan sangat keberatan apalagi jika akan membahayakan wanita itu.


"bagaimana tuan Bryan?"


"aku punya banyak waktu,menunggu jawabannmu."


Bryan tetap terdiam berfikir keras


Pria di sebrang tertawa sinis


"kau adalah pemimpin bisnis ilegal tapi nyalimu sangat ciut."


"pilihan apapun yang terbuka demi bisnismu harusnya cermat dan tegas."


Bryan menatap pria didepannya Bertanya2 siapa dia mengapa sangat ingin mengetahui tentang Keira.


"tuan,Keira adalan mantan kekasihku,apakah kau mengenalnya?"


Pria di depannya tertawa


"aku tertarik Info Keira sebagai iparmu."


"bisa kau jelaskan?"


Bryan menatap tajam pada pria itu,berharap dia lebih memperjelas alasan kedatangannya dan juga alasan ada apa dengan Keira dan pria berbaju hitam didepannya itu.

__ADS_1


Pria di depan Bryan menatapnya


"namaku Yu aku memang khusus ingin bertemu dengan mu Bryan."


__ADS_2