Teman Sejatiku

Teman Sejatiku
Misi Selesai


__ADS_3

Kapten Hasan memasuki ruangan


"aku sudah menghubungi markas,juga Ambulance untuk evakuasi."


"baik terima kasih Kapten"


"apa kalian akan kembali?"


"kami akan kembali,misi kami selesai saat ini."Radit menjelaskan


"benarkah dia Kapten Rio ?"


"benar Kapten."


"Lalu siapa gadis ini?"


"aku tunggu diluar,kalau ada apa2 beritahu aku."Almira beranjak keluar tanpa menunggu jawaban kedua laki2 itu


Kapten Hasan nampak bingung


"ada apa dengan dokter Almira?"


"hmmm...sepertinya kelelahan Kapten."Radit menjawab asal


Sementara di luar Almira duduk dengan kesal melepas jas dokter yang dipakainya dengan cepat.


"kenapa aku jadi kesal."


"duuh koq bad mood gini."Almira memejamkan mata


"minum dulu dokter Al."


Almira membuka mata mendapati Kapten Hasan menyodorkan minuman dingin


"terima kasih Kapten."


"anda hebat dokter."


"tak kusangka dokter imut seperti mu sanggup menangani pasien2 kritis tadi."


Hasan mengambil tempat tak jauh dari Almira.Almira menegakkan tubuhnya berusaha duduk seformal mungkin


"dokter boleh aku tanya sesuatu.?"


"silahkan."


"agak privacy bisakah?"


Almira menelan air ditenggorokan dengan segera


dan mengangguk


"seberapa dekat anda dengan Letnan Radit?"


Almira menatap Kapten Hasan dan terdiam sejenak


"kami lumayan dekat Kapten."Radit tiba2 sudah berada didekat mereka


Almira mengangguk

__ADS_1


Hasan hendak bertanya lagi namun Radit segera menarik lengan mungil Almira


"Kapten sudah bagun,silahkan dokter periksa."


"oh iyya...."Almira mengikuti Radit


Dikamar Radit menatapnya


"apa kau punya penjelasan dokter untuk suasana seperti tadi?"


"apa maksudmu?"Almira pura2 bingung


"perlu aku jelaskan."


Radit mendekat


"air"


"air"


Suara Kapten Rio terdengar lirik


"siap Kapten"


Almira segera mendekat sambil menyodorkan segelas air beserta sedotan


Radit mengikutinya


"bantu aku mengangkat kepalanya agar tak tersedak."


Radit dengan sigap mengangkat tengkuk Kapten Rio


"kau berhutang penjelasn nona?" Radit berbisik


Keira nampak mondar mandir


"neng,istirahat duduk dulu jangan mondar mandir"


"bibi khawatir bayinya pusing."


"pan ga ada obat pusing buat orok yang belum lahir."Bi Edoh berkata datar tanpa ekspresi


Keira menoleh dan tiba2 tertawa keras


Dewa yang berada di kamar kerjanya langsung berlari menuju Keira


"ada apa,Kei kau tidak apa2?"Dewa tampak khawatir melihat Keira terduduk sambil tertawa terbahak bahak


"bi edoh,nyonya kenapa?"


Bi edoh terdiam kebingungan.


"Kei..


"Keira?"Dewa merangkul bahu Keira


Keira memukul dada Dewa


Dewa menggeleng2 melihat air mata disudut mata indah sang istri

__ADS_1


"ayo sudahlah."


Keira akhirnya bisa terdiam sambil mengulum bibirnya masih menahan tawa


Dewa menjawil hidung bangirnya


"tertawa tidak boleh terbahak2 lho."


"iya maaf."Keira menatap Dewa


Dewa mengecup pipi sang istri yang makin berisi


"Kei jangan sok imut,ada bi Edoh."Bisik Dewa


"aku pusing melihatmu."Dewa berkata pelan


Keira tiba2 tertawa lagi mendengar kata pusing


Dewa dan Bi Edoh menatap bingung


Di Losmen


Letnan Putri tiba2 berteriak2


"siapa kalian?"


"pergi kalian."


Radit terlonjat dari kursi didepan kamar


"Putri lihat aku siapa?"


Radit mendekat


Putri menatap nanar


"bukan kau bukan Radit?


"ini hutan mana ada Radit."Putri masih meracau


dan meloncat keluar


sesaat dia terkejut mendapati dia hanya memakai kemeja kebesaran dan selembar sarung


"apa yang kalian lakukan padaku?'


Almira masuk ke dalam kamar


"Letnan anda baik2 saja,kami sedang merawat anda."


"lihat itu Kapten Rio juga sudah mulai stabil."Almira menjelaskan sambil mendekatinya


Putri menoleh mendapati sang Kapten tertidur pulas


"Kapten,anda selamat"


Putri memeluk tubuh Kapten Rio dan saat lengah Almira menyuntikkan obat penenang di lengan Putri di bantu Radit yang memegang lengan Putri


"biarkan dia beristirahat "

__ADS_1


"aku akan memasang infus untuk berjaga2."kata Almira


sementara itu 2 ambulance akhirnya tiba dan membawa Kapten Rio dan Letnan Putri menuju Rumah Sakit sedangkan Kapten Hasan, Almira dan Radit juga pergi dari Losmen menggunakan mobil dinas kepolisian.


__ADS_2