Teman Sejatiku

Teman Sejatiku
miss u


__ADS_3

Bryan sampai di depan pintu kamar Keira.Tanpa ragu dia masuk ke dalam.


Netranya memeriksa dalam ruangan itu dan menemukàn Keira.


"Kei..


Bryan mendekat dan berusaha memegang tangan kurus Keira namun sebelum dapat memegang Tangan Keira ,Dewa menangkap tangan Bryan menariknya menjadi posisi berjabat tangan.


"kami baik2 saja,terima kasih atas kunjungannya."Dewa menatap tajam


Bryan tersenyum dingin


"kalian melaksanakan tugas kemanusiaan berbonus anak ."tawanya mengejek


Dewa ingin menjawab namun Radit memberi kode untuk keluar.


"Mohon jangan ada yang mengganggu istriku."Dewa mengultimatum


Radit memandang Almira sekilas sebelum Keluar Ruangan.


Di dalam sebuah ruang rapat beberapa orang petinggi TNI sudah duduk melingkar tampak mereka menatap Dewa dan Radit dengan tajam


"mengapa kalian tidak segera melapor!" petinggi berbintang 2 dengan kepala agak botak membuka pembicaaran.


"laporan akan kami serahkan segera,"Dewa menjawab tenang


"dan ini tanggung jawab saya pribadi sebagai Dan ton kamp 3."


"kamu kapten goblok,merasa bisa mengatasi tapi mengorbankan anak buah mu.!"seru laki2 bertubuh gempal berbintang 2 yang tiba2 mendekat dan melayang kan bogem mentah ke rahang Dewa.

__ADS_1


Dewa bergeming ,tetap menatap lurus kedepan darah mengalir di sudut bibirnya.


Radit mengepalkan tangannya,Kapten nya ini selalu saja tidak pernah menyalahkan anak buahnya selalu menanggung semua sendiri.


"Cukup,masalah ini akan saya tanggani pribadi,Dewa laporkan detail semua pada saya." seorang Pria berambut putih dengan bintang 3 dipundak berdiri menahan tangan sang bintang 2 yang akan melayang kembali ke arah wajah Dewa.Marsekal Aji memang sangat terkenal ketegasannya 3 bintang 2 yang mengelilingi Dewa mundur teratur.


Namun bintang 2 yang memukul Dewa protes


"izin marsekal biar kami yang menangani tidak perlu anda turun langsung."


"aku percaya pada Dewa,kita bongkar penghianatan ini segera ."tegasnya sambil melangkah pergi.


"hormat grak."Dewa memberi instruksi di ikuti Radit dengan mengangkat tangan hormat.Otomatis 4 orang bintang 2 mengikuti Marsekal Aji keluar ruangan.


Dikamar Keira,Bryan masih memegang tangan Keira.Menatap gadis cantik didepannya mengingat masa masa indah saat mereka bersama,betapa Keira sangat manis saat Bryan berani memeluknya di tahun ke dua mereka pacaran.Keira pasti bersemu merah ,bagaimana Keira menunggu Bryan berlatih basket,memaksakan diri bermain Boogie jumping walau Bryan tau Keira takut ketinggian.Rasa sesal selalu datang belakangan Bryan iri karena Keira pasti menyerahkan dirinya seutuhnya pada Dewa terbukti dengan bayi yang mereka bawa.


"hmmm..Keira mulai membuka mata


"Bryan,Keira terkejut saat matanya mulai terbuka lebar dan reflek melepas tangannya.


"Kei,Bryan menahan tangannya


"maafkan aku,aku sangat merindumu,bagaimana bisa kau hidup menderita dengan tentara itu."


"lepas"


Tiba2 sebuah tangan mendorong Bryan kebelakang.


"silahkan pergi,istriku perlu istirahat!"Dewa menghardik Bryan.

__ADS_1


Bryan tersenyum sinis


"istrimu?"


"istri yang kau jerumuskan ke dalam penderitaan."


Bryan melangkah pergi keluar ruangan.


Keira menggenggam tangan Dewa


"sudah jangan marah."


"hmm,apakabarmu sayang ?"apa ada yang sakit?"Dewa bertanya posesif


"tidak ada tetapi aku lapar."


Dewa memeluknya dan mencium pipi Keira.


Saat Dewa akan beranjak meminta makanan Keira tiba2 menarik ujung seragamnya.


"miss u my dear husband"


Dewa tersenyum.."miss u too"


"can you kiss me please."rengek Keira


Dewa terkejut sebentar lalu menganguk dan menunduk mencium sang istri dengan penuh kerinduan.


di sebrang sana Radit menutup tirai didepan tempat tidur Almira.

__ADS_1


"harusnya mereka memesan kamar pribadi."gumam Radit


__ADS_2