
Setelah berdebat beberapa lama dengan satpam mereka bisa masuk.
"silahkan ke resepsionis."Satpam menujuk pintu masuk dengan malas.
Radit dan Almira menuju arah yang diinstruksikan.
"malam pak,kami mau pesan kamar?"Radit bertanya.
"hanya tinggal 1 kamar."
"tapi kami.."Almira protes namun segera terhenti saat lengan Radit melingkar dibahunya.
"kami ambil pak,kebetulan kami pengantin baru."
"terserah apa hubungan kalian."Laki2 itu mengambil kunci kamar.
"Silahkan."
Radit menarik Almira
"Letnan jangan macam2 ya ."
"aku tidak akan macam2 dokter."
"kita sekamar memudahkan aku untuk melindungimu."jelas Radit
Almira tersenyum malu
"thank u letnan."
"kenapa begitu menggemaskan wanita galak dihadapanku ini"Radit menggelengkan kepala melihat senyum Almira secerah matahari pagi.
"kau tidurlah."
"aku harus melaporkan pada Kapten Hadi"
"ok."
"aku mandi dulu ya,jangan mendekati Kamar mandi dalam radius 1Meter."Almira mengancam
Radit menjauh dan segera memeriksa rangsel dan peta.
"aaaaaah."
Radit segera berteriak
"dokter Almira,ada apa?"
__ADS_1
"cepat kesini Letnan!"
Radit ragu2 dan kebingungan
"tapi kau bilang aku tak bisa mendekat dalam radius 1 meter."
Tiba2 terdengar suara isakan Almira.
Radit segera membuka pintu kamar mandi
Tampak Almira berdiri diatas closet duduk sambil menagis dan hanya memakai handuk menutupi tubuhnya
"ada apa?"
Radit mendekat dan menguncang lengan Almira
Tiba2 Almira memeluknya
"kalian harusnya melindungi masyarakat hik..hik."
Radit makin bingung
"aku ketakutan setengah mati tapi kau malah masih bertanya tentang jarak aman."
"kau kejam."Almira masih menagis
"kau turun dulu,aku bingung."
"ga mau,gendong aku keluar."pinta Almira
"ok,pegangan."Radit mengangkat tubuh Almira dengan mudah dan mendudukan di pinggur tempat tidur.Kaki Almira langsung dinaikkan ke tempat tidur.
Radit mengambil jaketnya dan memakaikan pada Almira.
"tutupi tubuhmu kau bisa masuk Angin."Radit berbicara sebiasa mungkin menahan suasana tubuhnya yang berkeringat dan jantungnya yang seakan mau lepas dari tempatnya.
Almira mengangguk dan meminum air mineral disamping tempat tidur.
"ceritakan perlahan."
"biar aku faham."Radit duduk dikursi berhadapan dengan Almira
"ada 3 kecoa di kamar mandi,aku sudah berusaha menyiram tapi malah mereka memanggil sauara2nya."
Radit tersenyum
"tunggu disini kubersihkan dulu."
__ADS_1
Sesaat kemudian Radit kembali
"ku jamin tak ada kecoa lagi."
"aku tak mau melanjutkan mandinya."
"lalu."
"gosok gigi saja deh."Almira bersemangat mengenggam tangan Radit.Radit terbengong melihat tangan gadis itu mengenggam tangannya.
Jam menunjukkan pukul 03.30
Radit melirik ke tempat tidur Almira sudah terlelap sejak tadi.Laporan pada Kapten Hadi pun sudah dilakukannya.
Mereka sudah yakin penginapan ini sempat menjadi koordinat Kapten Rio.
Radit hendak keluar ruangan sesaat didengarnya ada suara berbisik di luar.
"kau yakin mereka teman dari laki2 yang terluka dan diculik bos?"
"aku yakin bau hawa dari kota terasa sekali."
"he.he."
"gadis yang bersama mereka selalu cantik2."
"Kanjeng mami belum ku infokan."
"tunggu nanti kita cek dulu."
"kita intip saja dari lubang pengawasan kita"
"ok.ayo."
Mendengar itu Radit segera naik ketempat tidur menutupi tubuhnya dan tubuh Almira dengan selimut,memqdamkan lampu dan memeluk Almira.
Almira terbangun dan terkejut
"apa yang anda lakukan."
Radit menutup mulut Almira
"kita sedang diawasi bekerjasamalah."bisik Radit
Almira mengangguk dan ikut berbisik
"jilbabku berantakan,dan kau sudah melihat rambutku tadi,kau harus menikahiku Letnan Radit."Almira berkata tegas
__ADS_1
Radit terksiap karena terkejut,bukannya menjauh namun malah memajukan diri untuk memeluk erat Almira.