Teman Sejatiku

Teman Sejatiku
Berhasil melumpuhkan


__ADS_3

Radit benar benar dalam posisi yang tepat dengan cepat menarik seorang pria di depannya membekap mulutnya dan memukul tengkuk pria itu.


"satu roboh,tinggal 2 orang lagi yang bisa ku jangkau" batin Radit


Saat coba mendekat kedepan seekor ular merayap melingkari kaki Radit.Radit terdiam menahan nafas menyadari mahluk melata itu makin melingkar erat di kakinya.


Sesaat ular itu mendesis dan melepas kaki Radit menjauh ke menuju Almira.Radit menoleh pelan dia bisa memastikan wajah tegang Almira yang ada dibelakangnya


Radit segera bergeser pelan ke belakang saat tangannya meraba raba tangan Almira terpegang olehnya sangat dingin


"sstt..tenang saja dokter,aku disini"Radit coba menenangkan


Terdengar gerakan bergesek binatang melata itu menjauh.Radit segera mendekat ke Almira.


"dokter kau baik2 saja,tenang lah"Radit menarik Almira mendekat,tubuh Almira mematung namun isak tangisnya baru terdengar saat wajahnya terbenam di dada Radit.


Radit hanya mampu terdiam


Sementara di kejauhan Kapten Hasan tampak berusaha bergerak namun lumut membuat kakinya sulit untuk berdiri.


Seorang pria tampak mendekat


Sinar yang keluar dari lampu yang ada dikepalanya membuat silau semua yang sedang bersembunyi


Hasan menarik paksa kakinya namun tubuhnya limbung,seorang anak buahnya menahan kaki kananya


Hasan menarik nafas pelan.mengambil ancang ancang dan meloncat ke depan menerjang bayangan yang bergerak mendekat.


Terjadilah pergumulan,Hasan kalah postur pria itu dua kali lipat tubuhnya


Suara ribut membuat 2 orang yang dekat dengan posisi Radit menuju Hasan juga 2 orang yang memegang gerobak

__ADS_1


"habisi mereka"teriak seseorang


Hasan masih bergumul dibantu seoranak buahnya.Dua lelaki yang berusaha menuju tempat Hasan benar benar gaduh dan bersiap.


Rio berhasil menggerakkan tubuhnya namun terdiam saat menyadari yang menindihnya adalah seorang wanita


"kapten,diamlah biar aku gantian menjagamu"bisik wanita itu


Rio sangat mengenal suara itu


"put"sebelum kata katanya selesai bibir Putri sudah menutupnya


"kau harus selamat kapten"bisiknya sebelum terjatuh pingsan diatas tubuh Rio


Radit menyadari 200 meter di depannya Hasan sedang berjibaku.Dia segera bergerak kedepan dan melepaskan pelukan Almira dengan susah payah


"dokter merunduklah,aku harus membantu Kapten Hasan"bisiknya


Setelah beberapa saat ke tiga pria besar itu berhasil di lumpuhkan.


Samar tampak cahaya matahari pagi mulai terlihat langit menjadi merah.


Sedikit demi sedikit mereka bisa melihat sekeliling .Hasan dan anak buahnya tampak kelelahan penuh lumpur didekat 3 pria besar yang terikat.


Dikejauhan Terdengat Rio memanggil


"Radit..cepat kemari tolong aku!"suaranya tampak sudah serak


Radit segera mendekati


Mendapati Putri memeluk erat tubuh Rio.

__ADS_1


Radit mengangkat Putri dan membaringkannya


memeriksa dengan cepat,sementara Hasan dan seorang anak buahnya menolong Rio


"panggil dokter Almira untuk memeriksa Kapten Rio"Hasan memberi instruksi saat melihat luka Rio yang terbuka


Anak buah Hasan bergerak ke arah Almira,sesaat kemudian terdengar teriakan anak buah Hasan


"kapten,dokter Almira pingsan"


Radit yang mendengar itu segera bergegas menuju Almira memeriksanya dan mulai kebingungan


"mengapa bisa pingsan,tangannya dingin sekali?"Radit benar benar panik


Hasan mendekati


"periksa apa ada luka di tubuhnya"


"biar aku saja"Radit menahan tangan Hasan yang akan memeriksa


Hasan mengangguk pelan


Air mata mulai mengenang di pelupuk mata Radit


Dia meruntuki kebodohannya melepas Almira


"Kapten lihat kakinya"seru seorang anak buah Hasan


Diikuti mata Radit yang melihat ke arah kaki Almira yang tersikap ada luka disana.


"bagaimana ini?" Radit panik

__ADS_1


memeluk tubuh Almira


__ADS_2