
Radit benar benar dalam posisi yang tepat dengan cepat menarik seorang pria di depannya membekap mulutnya dan memukul tengkuk pria itu.
"satu roboh,tinggal 2 orang lagi yang bisa ku jangkau" batin Radit
Saat coba mendekat kedepan seekor ular merayap melingkari kaki Radit.Radit terdiam menahan nafas menyadari mahluk melata itu makin melingkar erat di kakinya.
Sesaat ular itu mendesis dan melepas kaki Radit menjauh ke menuju Almira.Radit menoleh pelan dia bisa memastikan wajah tegang Almira yang ada dibelakangnya
Radit segera bergeser pelan ke belakang saat tangannya meraba raba tangan Almira terpegang olehnya sangat dingin
"sstt..tenang saja dokter,aku disini"Radit coba menenangkan
Terdengar gerakan bergesek binatang melata itu menjauh.Radit segera mendekat ke Almira.
"dokter kau baik2 saja,tenang lah"Radit menarik Almira mendekat,tubuh Almira mematung namun isak tangisnya baru terdengar saat wajahnya terbenam di dada Radit.
Radit hanya mampu terdiam
Sementara di kejauhan Kapten Hasan tampak berusaha bergerak namun lumut membuat kakinya sulit untuk berdiri.
Seorang pria tampak mendekat
Sinar yang keluar dari lampu yang ada dikepalanya membuat silau semua yang sedang bersembunyi
Hasan menarik paksa kakinya namun tubuhnya limbung,seorang anak buahnya menahan kaki kananya
Hasan menarik nafas pelan.mengambil ancang ancang dan meloncat ke depan menerjang bayangan yang bergerak mendekat.
Terjadilah pergumulan,Hasan kalah postur pria itu dua kali lipat tubuhnya
Suara ribut membuat 2 orang yang dekat dengan posisi Radit menuju Hasan juga 2 orang yang memegang gerobak
__ADS_1
"habisi mereka"teriak seseorang
Hasan masih bergumul dibantu seoranak buahnya.Dua lelaki yang berusaha menuju tempat Hasan benar benar gaduh dan bersiap.
Rio berhasil menggerakkan tubuhnya namun terdiam saat menyadari yang menindihnya adalah seorang wanita
"kapten,diamlah biar aku gantian menjagamu"bisik wanita itu
Rio sangat mengenal suara itu
"put"sebelum kata katanya selesai bibir Putri sudah menutupnya
"kau harus selamat kapten"bisiknya sebelum terjatuh pingsan diatas tubuh Rio
Radit menyadari 200 meter di depannya Hasan sedang berjibaku.Dia segera bergerak kedepan dan melepaskan pelukan Almira dengan susah payah
"dokter merunduklah,aku harus membantu Kapten Hasan"bisiknya
Setelah beberapa saat ke tiga pria besar itu berhasil di lumpuhkan.
Samar tampak cahaya matahari pagi mulai terlihat langit menjadi merah.
Sedikit demi sedikit mereka bisa melihat sekeliling .Hasan dan anak buahnya tampak kelelahan penuh lumpur didekat 3 pria besar yang terikat.
Dikejauhan Terdengat Rio memanggil
"Radit..cepat kemari tolong aku!"suaranya tampak sudah serak
Radit segera mendekati
Mendapati Putri memeluk erat tubuh Rio.
__ADS_1
Radit mengangkat Putri dan membaringkannya
memeriksa dengan cepat,sementara Hasan dan seorang anak buahnya menolong Rio
"panggil dokter Almira untuk memeriksa Kapten Rio"Hasan memberi instruksi saat melihat luka Rio yang terbuka
Anak buah Hasan bergerak ke arah Almira,sesaat kemudian terdengar teriakan anak buah Hasan
"kapten,dokter Almira pingsan"
Radit yang mendengar itu segera bergegas menuju Almira memeriksanya dan mulai kebingungan
"mengapa bisa pingsan,tangannya dingin sekali?"Radit benar benar panik
Hasan mendekati
"periksa apa ada luka di tubuhnya"
"biar aku saja"Radit menahan tangan Hasan yang akan memeriksa
Hasan mengangguk pelan
Air mata mulai mengenang di pelupuk mata Radit
Dia meruntuki kebodohannya melepas Almira
"Kapten lihat kakinya"seru seorang anak buah Hasan
Diikuti mata Radit yang melihat ke arah kaki Almira yang tersikap ada luka disana.
"bagaimana ini?" Radit panik
__ADS_1
memeluk tubuh Almira