Teman Sejatiku

Teman Sejatiku
Escape


__ADS_3

Keira menarik beberapa selimut,membetulkan posisi gadis itu.Membiarkan gadis berkulit coklat lainnya memegangi tangannya,menarik gadis bermata hijau untuk bersiap menerima bayi yang akan keluar.


Pembukaan telah lengkap,Keira mencontohkan cara mengejan yang baik.Beberapa penculik yang sedang membersihkan mayat2 di ruang depan hanya menatap tak peduli.


Setelah 4x Mengejan dengan sisa sisa tenaga lahirlah seorang bayi perempuan berambut pirang,Keira terkejut selain rambut bayi itu berbeda dengan sang ibu ,bayi itu lahir tanpa suara tangis.


Keira sibuk menyuruh gadis bermata hijau mendekap sang bayi sambil memukul2 telapak kakinya agar sang bayi menangis.


Keira sibuk mengurus pengeluaran plasenta yang didibarengi perdarahan hebat.Keira bejibaku memasang infus seadanya pada gadis malang itu,namun sia2.Gadis itu hanya bertahan 30 menit sebelum akhirnya memejamkan mata selamanya.Keira menangis tertahan sambil mengikat beberapa kain pada gadis itu agar perdarahan berhenti.


Keira menatap nanar saat dia mencek bayi berambut pirang itu pun tak bersuara,setelah diperiksa bayi itu pun pergi bersama sang ibu.


Keira merapihkan 2 jenazah tak berdosa itu.mencuri2 mengambil foto mereka berdua.


2 Lelaki gemuk masuk dan membereskan jenazah ibu dan bayi yg sdh tertutup kain dengan rapih.


"Kalian akan mengalami hal yang sama."tawa mereka


"Hai..tapi dokter cantik itu belum kita nikmati bukan?"apa perlu kita cicipi toh kan dia akan di bunuh juga.?"lelaki bercodet menimpali.


"jangan,tuan Smit pasti tak akan suka."Jawab pria gemuk lainnya.


Sementara itu,Dewa,Radit,Motty dan 2 perajurit lainnya sudah mendaratkan boat mereka dilembah,mereka bersiap saat mendengar rentetan sejata di tembakkan.Dewa menatap tajam dan menginstruksikan mereka tidak bergerak memantau situasi.


Benar saja 20 menit kemudian dari area

__ADS_1


lembah tampak 10 pria besar mengangkat beberapa tubuh jenazah dan menguburkannya.


Radit akan bergerak,namun Dewa menahan.


"Apakah dokter Kei..."dia baik2 saja." Dewa menjawab sambil memperlihatkan radar yang masih aktif."Kita tunggu 10 menit lagi sambil melihat keadaan."Instruksi Dewa


"Siap ,Ndan."mereka kompak menjawab


10 menit berlalu,10 pria dibawah sana menyelesaikan pemakaman jenazah.lalu mereka pergi kearah sebuah bagunan.


"ayo bergerak,Radit dan aku akan masuk.Motty berjaga di luar,1 prajurit lain kembali berjaga di boat,1 lagi menemani Motty back di luar target.


Dewa dan Radit merengsek masuk.tidak banyak kendala hanya ada 5 penjaga.Terdengar di kejauhan suara hingar bingar musik yang memekakkan telinga sepertinya mereka sedang berpesta.


"Keira."Dewa berbisik


Keira dan 2 gadis dalam ruangan terkesiap


Keira langsung berdiri menggapai Dewa


"mas..tolong aku."isak Keira tertahan.


"ssttt..tenang aku dan Radit akan membawa kalian keluar.


sesat mereka terdiam ketika mendengar pintu terbuka dan suara 2 orang penjaga masuk.

__ADS_1


Dewa dan Radit bersembunyi di tumpukan jerami yang terdapat di pojok ruangan.


"hmm nona dokter,kami sedang berpesta dini hari nanti kami akan kembali keperadaban meninggalkan pulau busuk ini."kata seorang laki2 bercodet


"alangkah ruginya jika tidak mencicipi dirimu dokter cantik."Tawa temannya lagi


Mereka bergerak maju menangkap Keira namun sebelum tangan mereka memegang Keira,Dewa sudah ikut masuk dalam ruangan dan memukul mereka berdua.


Radit pun tak kalah cepat memukul pria bercodet.


lalu terjadi baku hantam yang berakhir dengan pingsannya para penculik.


Dewa memeluk Keira erat,"ayo.kita harus bergerak cepat!"Dewa memberi perintah


"bawa mereka."pinta Keira


Dewa menganguk.Radit bergegas memapah 2 gadis hamil tersebut.


Diluar Motty menyambut mereka dengan cemas


"kapten,ada 2 kapal mengangkut para penculik dan juga membawa sesuatu yang aneh ."bisik Motty.


"Nanti kita selidiki,sekarang kita kalah jumlah dan membawa wanita hamil sangat beresiko."


mereka beranjak pergi meninggalkan lembah lembab itu.Keira terus memeluk lengan Dewa erat seakan tak mau dilepaskan.Dewa menatap gadisnya iba wajah Keira sangat kusut bercak darah di bajunya membuat warna blousnya menjadi merah.Dewa hanya mengeratkan pelukannya membiarkan Kei beristirahat.

__ADS_1


__ADS_2