Teman Sejatiku

Teman Sejatiku
Dia alasanku hidup


__ADS_3

Almira terbangun ,memeriksa jam tangannya


"suster?"


seorang perawat mendekat


"syukurlah dokter sudah bangun."


"ada yang masih dirasa dokter?"


"tidak,aku rasa aku sudah membaik."


"jam berapa sekarang Hp ku mati."


"jam 12.30 dokter."


"ok thank u."


Almira mencoba duduk dan memakai snellinya


"dokter,apa anda sudah sehat?"Suara Radit terdengar dibalik ruang berbatas kain


"iya,ada apa?"


Radit muncul dengan wajah cemas


"ga perlu cemas begitu,aku baik2 saja."Almira berdiri merapihkan kerudungnya


Radit memasang wajahnya dengan serius


"bukan itu maksudku."


Almira mendelik


"kalau ga khawatir ngapain kesini?"


Radit menghela nafas memandang gadis energik didepannya


"aku khawatir tapi bisakah kita lebih khawatir pada dokter Kiera?"


"kenapa,dia diurus suaminya yang selalu siap sedia."Almira membuka tirai berjalan di koridor


Radit menarik ujung snellinya


"dokter Keira tadi masuk IGD dan sudah di rawat,"


"bisakah anda mencari tau kondisinya?"

__ADS_1


"kapten Dewa sedang berdinas,tak bisa dihubungi"


Almira terkejut


"bilang dong dari tadi."Almira berlari ke atah IGD meninggalkan Radit yang segera mengikuti arah gadis itu


Pria tua bermarga Yu memukul pelan bahu tuan mudanya yang masih duduk disamping tempat tidur menunggu sang adik


"tuan,baiknya kita pergi"


"aku tetap disini."


"dia alasanku hidup paman"


"jika suaminya datang siapkan peti mati untuknya."Tuan muda geram berujar


"tuan,suaminya tentara mana bisa kau salahkan?"


"aku tak perduli."


"aku juga menyesal kenapa gadis bodoh ini mau mengandung anak pria itu."


Pamannya menggelengkan kepala dan keluar ruangan


"jelas nona muda mau mengandung,itukan suaminya."batin paman Yu


"ok makasih ya."Almira melasat segera


Radit terus mengikutinya dari belakang


Sampai di lantai 4 didepan pintu kamar. Almira berhenti sejenak dan merapihkan diri


"kau tunggu disini jangan ikut."Almira mengancam Radit dengan melotot


"permisi,saya dokter Almira hendak memeriksa dokter Keira."Almira masuk ke dalam kamar sambil memperkenalkan diri


"tunggu."Tuan Muda Yu berdiri


"apa benar anda dokter dimana stetoscope anda?"


Almira terdiam sejenak


"ga selalu dokter bawaannya stetoscope tuan."


"saya mau cek nadi Keira dan babynya."


Almira bersyukur saat tadi di berlari dari IGD sempat menyambar dopler (alat pengukur detqk jantung bayi) dan memasukan ke saku snellinya

__ADS_1


Almira mulai mengecek denyut jantung bayi Keira semuaa normal.


"Kak Kei?"


"bangun yuuk."


Almira mengoncang tubuhnya pelan


"jika sudah selesai tinggalkan dia"


"anda siapa,aku belum pernah melihat anda disekeliling Dokter Keira?"


"aku kakaknya."


"aku baru kembali dari kematian."jawab Tuan muda Yu sinis


Almira menatap pria dengan luka di pipi kiri itu dimana tampilannya seperti penjahat dunia hitam


"Keira anak tunggal."


"dia sebatang kara."


"pergi kau membuat Keira ketakutan nanti."


"kesehatan mental ibu hamil harus terjaga."Almira bersikeras


Pria itu hendak maju mendekati Almira namun terhalang saat dia terdorong mundur oleh tangan Radit yang segera berdiri didepan Almira.


"jaga sikap anda tuan,ini rumah sakit."Radit menatap tajam


beberapa saat kemudia security masuk dan menggiring tuan muda keluar


"anda tidak apa2 dokter?"


Radit menatap mata Almira yang membulat karena takut dan tegang


"dokter" Radit memegang bahu Almira yang terdiam


Almira melemas hampir terduduk


Radit sigap menyangganya


"dokter." tanyanya panik


"matanya mengerikan."Almira berkata lirih


"aah gadis ini ujian sekali buatku,betapa ingin memeluknya menenangkan dirinya."Radit menarik nafas dalam

__ADS_1


__ADS_2