
Pagi hari di kediaman Bryan
Rutinitas terlihat lengang,Bryan menyuapkan potongan roti besar besar kemulutnya,Terlihat Nella pun terburu buru mengikutinya.Tampak Nyonya gunawan sudah selesai disuapi oatmeal oleh suster.
"kita segera berangkat."Bryan berdiri dan keluar ruangan.Nella mengikuti begitu juga suster mendorong Nyonya Gunawan dengan kursi roda
"kalian gunakan mobil lain,jangan masuk ke mobilku."teriak Bryan pada Nella.
"tapi Honey?"Belum selesai Nella berkata mobil Bryan sudah meninggalkan mereka.
"lihat mama itu gara2 kau,harusnya kau mati saja ikut dengan papa."runtuk Nella.
"ayo jalan ke panti werda B di pinggiran kota Z." kata Nella pada sang supir.
Setelah perjalanan selama 2 jam mereka sampai pada sebuah panti werda,panti werda untuk para jompo dengan latar belakang pejabat,artis dll.
Panti yang menawarkan sebuat pelayanan kelas atas menfasilitasi para opa omma kakek dna nenek dengan hobi masing2.
"kau tetap membantu mama disini."Nella memberi perintah pada suster penjaga sambil memberikan sebuah amplop.
Setelah menyelesaikan administrasi Nella beranjak pergi tanpa berpamitan pada mamanya.
Dikantor Bryan
Bryan tampak gelisah bagaimana tidak 2 pengiriman Uang hasil selundupan digagalkan polisi,entah dari mana polisi bodoh itu mengendus transaksi mereka.Bryan mendapat laporan disetiap transaksi yang digagalkan tertangkap 2 laki2 berpakaian serba hitam di rekaman CCTV.
"cari tau siapa mereka,dari kelompok mana."Bryan berkata dengan kasar di telpon.
__ADS_1
Bryan membanting telpon sambil mengumpat.
Seorang gadis sexy menyodorkan setumpuk berkas.
"tuan ,ini berkas penjualan saham yang sudah di acc pihak Bank."
"bagus,lanjutkan eksekusi dan tekan semua pemilik saham di perusahaan ini." instruksinya.
"baik Bos."Wanita itu meninggalkan Bryan di ruangannya.
Asrama TNI
Keira tampak sibuk menyikat sepatu dinas Dewa,dan setelahnya menyiapkan sarapan,menggoreng telur mata sapi,segelas susu juga sebuah pisang untuk Dewa.Dewa melihat kesibukan sang istri.
"sudah, aku bisa siapkan sendiri."Dewa melangkah mendekat sambil memakai kopelnya.
"namanya serangan fajar Kei."Dewa memeluk sang istri dari belakang menghirup aroma mint dari rambut Keira aroma yang selalu membuat rindu Dewa membuncah.
"tapi suka kan."Dewa mengecup singkat pipi Keira.
"aku ga suka susu,Kei,kecuali susu kamu."kerlingngnya
"ih mas...."Keira melotot.
"ya udah buruan aku minum susunya,habiskan roti dan pisangnya."Keira memyodorkan pada Dewa.
"OK"
__ADS_1
"aku anter ya Kei,tunggu."
"iya,"Kei berjalan keluar rumah
Dewa mengunci pintu sesaat dia melihat Istrinya disapa beberapa ibu kompleks.
"disapa apa Kei?"
"mau kemana bu Kapten?"senengnya ya punya suami kaya kapten Dewa,Gan...."Keira terdiam
"udah ga usah dibahas,ga penting."rajuknya langsung naik ke dalam mobil
Dewa geleng geleng bingung melihat tingkah sang istri
Sesampai di depan RS Keira segera turun dari mobil
"hey cantik,yakin ga ada yang tertinggal?"Dewa berseru sambil menunjuk pipinya
Keira menghampir kembali
Dewa mengangsurkan tangannya,Keira mengambil dan mencium punggung tangan Dewa
"sama sama belajar ya shaliha."Dewa berkata sambil mengecup puncak kepala Keira.Keira tersenyum "Assalamualaikum serunya sambil berlari ke arah lobby RS.
Begitu masuk,Satpam menyapa Keira bahkan para perawat kepala yang berpapasan juga menyapa dan mengucapkan selamat atas pernikahannya serta selamat atas kembalinya dari misi relawan.
Sesampai di Nurse Station Keira memeriksa beberapa berkas pasien,Para dokter muda mendekati sambil bertanya ini dan itu.Dikejauhan Dokter Dela memperhatikan sambil tersenyum Salah satu dokter andalan RS X sudah aktif kembali
__ADS_1