Teman Sejatiku

Teman Sejatiku
Pencarian


__ADS_3

Ketukan di pintu membuat Keira terdiam


"aku buka."Dewa beranjak


Saat pintu dibuka tampak gadis mungil dengan pakaian serba hitam.


"malam Kapten Dewa"


"silahkan masuk."Dewa mempersilahkan Almira masuk dan menatap Radit yang tersenyum terpaksa yang mengikuti Almira masuk.


"Al,barang2 mu sudah aku siapkan."Keira berteriak dari dalam kamar


Dewa segera ke dalam kamar


"jangan terburu2 ingat kandunganmu sudah masuk 6 bulan."Dewa menegur Keira


"baik,maaf ya."Keira memeluk lengan Dewa.


Radit terkejut 2 rangsel besar teronggok dipojok ruang tamu.


Almira berbinar


"aku siap ikut menyelesaikan visi ini."Almira memukul bahu Radit dengan semangat


Radit mengangguk


Keira menghampiri,


"bawa semua jangan sampai tertinggal"


Radit merenung dan bergumam


"dengan beban sebanyak ini bagaimana kami akan bergerak cepat?"

__ADS_1


Keira dan Almira terdiam merasa apa yg digumamkan Letnan Radit benar.


Dewa memukul lengan Radit


"bawa semua,istriku sudah menyiapkan seharian untuk kalian."


"Siap" Radit bergerak mengangkat rangsel pertama


"tunggu,kau benar letnan ini sangat menyulitkan kalian."Keira mencegah


Almira ikut megangguk setuju


"tenang saja kakak ipar ,semua bisa diatasi."Radit mengambil rangsel ke 2


"baiklah ,kami pamit dulu ya ." Almira memecah keheningan


"hati2 Al."


Almira mengangguk lalu memeluk Keira erat


"tidurlah,jika sudah sampai akan ku bangunkan."Radit memberi instruksi dengan tetap memandang lurus kedepan


"ok."Almira menurut


Disebuah rumah Kayu,Rio mencoba menjaga kesadarannya,aroma kayu dupa yang dibakar semakin membuat dirinya berhalusinasi dan melayang


"eh..eeeh...hmm.."suara erangan sosok disebelah Rio terdengar memelas membuat Rio bersiaga.


Akhirnya Rio bisa melonggarkan ikatan tangan dan kakinya walau blm sepenuhnya terbuka.


Mengerahkan beberapa kali kekuatan dan tetap Fokus Rio berhasil membuka ikatannya.Berusaha duduk dan membuka ikatan kaki serta lakban di mulutnya.


Menekan luka diperutnya saat kepalanya mulai terasa berat.Sejenak dia bergeser kesebelah mengangkat tubuh disampingnya agar terkena cahaya bulan diluar ruangan.Dan terkejut serta membuat tubuhnya gemetar.

__ADS_1


Didalam pelukannya seorang gadis berambut panjang dengan luka di wajah sudah tak bergerak lagi.


"putri?"


Rio panik memeluk gadis itu,namun tersadar erangan seorang wanita masih terdengar samar.Dia menaruh gadis itu dan bergeser lagi.Mengangkat tubuh dengan baju yang berantakan.Tangannya menyetuh kulit punggung gadis itu.


"maaf nona aku harus memeriksamu."Rio bergumam.


Saat wajah gadis itu terkena sinar bulan tampak wajah Letnan Putri yang sangat pucat.Rio bernafas lega.mencoba menguncang2 tubuh Putri yang dingin dan penuh luka.


Rio membuka ikatan dan lakban dimulut Putri.


"ayo kita pergi dari sini"


"bertahanlah"


Sementara Radit menemukan koordinat yang didapat Kapten Hadi.Tampak sebuah penginapan sederhana.


Memandang sekitarnya,jam menunjukkan pukul 23.00.Radit ragu membangunkan Almira yang sangat pulas tertidur.Radit memandang koordinat dan peta yang diberikan Kapten Hadi.Daerah ini belum pernah dia jelajahi,semoga Kapten Rio segera bisa mereka temukan.


Almira menggeliat malas


"kita sudah sampaikah?"


"iya."


"dokter kita harus mulai bertanya pada pemilik penginapan ini."Radit menjelaskan


"baik ,semoga kita segera bertemu Kapten Rio ua Letnan Radit."


Radit memgangguk sambil keluar mobil disusul Almira.


Mereka berjalan beriringan memasuki halaman penginapan itu.

__ADS_1


Seorang Satpam mencegah mereka dengan kasar


"apa keperluan kalian?"


__ADS_2