Teman Sejatiku

Teman Sejatiku
Waspada


__ADS_3

Di Lobby Rumah Sakit berkumpul Para dokter muda dan perawat jaga mereka resah menunggu kabar kedatangan dokter Almira.Radit menelpon Dewa dalam perjalanan ke Rumah Sakit walau Dewa dengan ketus menjawabnya dia merasa semua baik baik saja.


"itu mereka...


"mana...


"Alll..."Kiera hendak berlari menyongsong Almira namun sebuah tangan menahannya


"tidak perlu lari,mereka akan mendekat Kei."Dewa menahan laju Keira


"Kak Kei..."Almira hendak memeluk Keira namun Dewa dengan sigap berdiri didepan Keira.Seketika Almira menghentikan langkahnya dan melotot memandang Dewa,perawat Yessy segera memeluk Almira yang kecewa.


"dokter Al ,anda ga papa kan?"


Almira mengangguk dalam pelukan yessy


Keira menghampiri memegang tangannya


"Al,ga papa bener."Keira memanggilnya


"bener lah ,aku baik2 saja koq."


"Dokter Almira ,anda pulang lah dan ambil libur 3 hari."dokter Brata memberi instruksi setelah melihat dokter muda kesayangannya tidak terluka


"Kenapa dokter,saya...


"baik dokter ,terima kasih ."Dokter Deliana yang faham maksud Kepala SMF bedah memotong protes Almira sambil menyeret dokter Almira menjauh.

__ADS_1


Kerumunan membubarkan diri setelah dokter Brata menginstruksikan dan menghimbau tidak ada yang boleh mencari informasi pada dokter Almira.Membiarkan Almira istirahat


Keira terus memandang Almira yang menjauh


Dewa menatap dengan kode untuk pulang.


"Al,pulang dan istirahat,jangan pikirkan Rumah Sakit ya."


"tapi..


"ayo pulanglah."Deli memeluk Almira dan meninggalkannya di parkiran saat Almira mengangguk setuju untuk pulang.


Almira menarik nafas,sebenarnya berat beban hatinya,rasa takut masih menyelimuti tapi dia gengsi dan menutupi dengan amarah serta keceriaan semu.


Almira terduduk ,lemas rasanya tubuhnya,ia menahan agar hatinya membaik.


"dokter Al anda tidak apa2kan,mari saya antar pulang."


Radit menyentuh bahu Almira yang termenung dan menekan sedikit


"dokter...


Almira luruh kepelukan Radit menangis terisak,Radit membeku.Jika memeluk senjata yang keras dan berbahaya dia lebih tenang kenapa dipeluk gadis mungil yang sangat cerewet malah membuat jantungnya berdegup keras.


"Dokter,ayo masuk ke mobil."Radit mencoba mendorong kepala Almira yang menempel di di dadanya dengan erat.Almira tak bergeming.Radit membiarkan posisi itu selama 5 menit.


"dokter..ayo."Radit membujuk lagi karena dia sudah tak tahan debar jantungnya makin tidak karuan.

__ADS_1


Akhirnya Almira menghentikan isakannya,mengusap wajahnya ke dada Radit lalu menjauhkan kepalanya sambil mengusap sisa air mata dengan punggung tanggannya.Radit hanya menggeleng dan bergumam.


"wanita ini ga ada anggun2nya masa sisa air mata dilap di dadaku."


"Terima kasih Letnan Radit,mengizinkan aku menangis di dadamu."Almira tersenyum memperlihatkan wajah putihnya dengan hidung memerah.


"ayo."Radit berdiri


Almira mengikuti dibelakang,sebelum masuk ke dalam mobil Almira berkata


"kau harus cek ke dokter jantung,irma jantungmu berantakan Letnan,tidak usah bilang terima kasih aku tadi sudah mendengar suara jantungmu,dan diagnosaku kau terkena gangguan irama jantung,percaya padaku,sebelum kau mati muda sebaiknya temui dokter jantung segera." Almira berkata lugas lalu masuk ke dalam mobil tanpa perduli kata katanya membuat Radit terdiam dan bersemu malu.


Dikediaman Dewa


"istirahatlah,lihat kau terlalu lelah."Dewa berkata pada sang istri yang terlihat mengantuk.Keira mengangguk setuju .Keira juga merasa heran sering kali merasa mengantuk tanpa sebab.


Dewa segera menuju ruang kerjanya menghubungi sahabatnya Hadi


"bisa kau tugaskan 2 orang menjaga Keira dan Almira?"


"tenang 1 orang akan menjaga istrimu mulai besok akan kubuatkan surat tugasnya,untuk dokter Almira dia sudah di jaga prajurit terbaik meski tanpa surat tugas."Kapten Hadi menjelaskan.Dewa agak bingung mendengar penjelasan Hadi tapi dia tak perduli lagi walau sahabatnya sedang bercanda atau serius saat ini dia sudah tak perduli asalkan ada bodyguard untuk Istrinya dan sahabat sang istri secara legal.


"baiklah terima kasih,pastikan Keira tidak tau kalau dia diawasi,kalau tidak dia akan memarahiku."Dewa menambahkan


"haa.haa...Kapten Dewa apakah sekarang takut istri?"


"aku bukan takut ,aku menghormatinya."Dewa menutup telpon dengan kasar

__ADS_1


__ADS_2