
Rio melirik sekilas dia benar2 menahan rasa rindu pada gadis dengan perban dikepala dan sikunya.
Putri terdiam hanya duduk di samping tempat tidur Rio
Tak berapa lama seorang Perawat membawakan makan siang
"silahkan dimakan ya pak."
Rio mengangguk dia berpura2 menarik baki makannya
"biar saya bantu saja Kapten."Rio terdiam dan kembali duduk
Putri mengambil alih piring makan Rio dan mulai menyuapi Rio.Mendapatkan Putri menatap lekat padanya Rio benar benar salah tingkah keinginan memeluk gadis pujaannya sangat tak tertahan.Putri sangat telaten menyuapi Rio hingga tak sadar matanya mulai sembab menahan tangis
"Kapten ,apa ada yang sakit?"
Rio mentap Putri lekat
"kau kenapa menagis?
"tidak apa2 ,aku khawatir?"
"apa hubungan kita?"
Putri terdiam lama
"Kekasih"jawab Putri pelan lalu menatap mata Rio takut2
Rio hanya mengangguk
"berapa lama kita jadi pasangan"
Putri menatap Rio lagi
"hmmm..5 tahun"
"wow lama ya?
"kenapa aku tak melamarmu?"
"kau terlalu sibuk dan selalu berdinas diluar kota."
Rio mengangguk lagi
"bisa tinggalkan aku?"
Putri kebingungan
__ADS_1
"aku mau tidur"
Rio merebahkan tubuhnya dan menutup matanya
"baik aku pergi,jika butuh apa2 katakan padaku."
Putri meninggalkan kamar dengan segera
sepeninggal Putri,Rio memegang dadanya rasanya dia lupa kapan terakhir kali dadanya dipenuhi kegembiraan
Rio mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang
Sementara Dewa yang sedang menemani Keira panik saat suara ponselnya terdengar,dia segera keluar ruangan dan bebicara cepat
Saat masuk dalam kamar dilihatnya Keira sudah tertidur Didekati sang istri dan memencet tombol nurse call di atas kepala tempat tidur
Seorang perawat datang
"tolong jaga dulu,saya akan keluar sebentar 30 menit."
"baik pak." perawat itu mendekati Keira memeriksa keadan
Dewa bergegas menuju kamar Rio
"ada apa?"
"jangan dipaksa."
"tidak sebenarnya aku ingat semua."
"aku tau."
Rio menatap sahabatnya
"lalu kenapa kau tak memaksa ku bercerita?"
"kau pasti punya alasan kuat,aku ikuti permainanmu"Dewa menjawab santai
"cukup aku yang membuka semua."
"jangan biarkan Putri ikut terlibat."
Dewa mengangguk
Maka mengalirlah informasi dan cerita lengkap dari Rio
Dimana mereka disekap,di siksa dengan dupa penenang serta terseret dalam sungai dengan timbunan mayat.
__ADS_1
Dewa menahan nafas
Dia tak menduga banyak yang dilewati sahabatnya.
"istirahatlah,kita sudah terlalu banyak mengorek cerita."
Dewa menekan bahu Rio pelan.Rio menatapnya seakan mata mereka saling memberi kode
"Baiklah,pergi aku mau istirahat"Rio mulai bersandiwara saat seorang Dokter masuk dan melakukan pemeriksaan rutin
Dewa mengawasi dokter itu dengan seksama walau tampaknya mencurigakan Rio dan Dewa sama2 menahan diri selama dokter dihadapan mereka tak melakukan yang membahayakan
Sang dokter mengangguk meninggalkan ruangan
Rio dan Dewa bertatapan penuh arti.
"akan kusuruh Hadi menjengukmu membawakan jeruk kesukaanmu."
Rio terdiam memunggungi Kepergian Dewa
Di kamar Keira
Dewa memeriksa istrinya tampaknya Keira belum bangun tapi di mana perawat yang menjaganya
tiba2 pintu terbuka
"oh maaf pak saya barusan ke toilet."
Dewa menatap tajam
"baiklah,aku sudah kembali silahkan suster kembali ke tugasnya."
"baik,dokter Kei belum bangun sejak tadi."
"semua dalam kondisi normal."Perawat itu berkata sambil menutup pintu seperti ketakutan menerima tatapan Dewa
Dewa mendekati ranjang mengambil tangam istrinya dan mengecupnya lama
"aku rindu kamu kei." bisiknya
Tak berapa lama Radit masuk
"kapten ada apa?"
"belikan jeruk medan 2 kilo,ajak Hadi menengok Rio."
Radit terdiam berfikir sejak kapan kapten Tio suka jeruk namun tiba2 seperti tersadar Radit bergegas menjawab
__ADS_1
"siap Kapten,sekalian saya akan ambilkan pakaian ganti anda."Dewa mengangguk