Teman Sejatiku

Teman Sejatiku
Cari Sinyal


__ADS_3

Suasana semakin larut,Putri gelisah mengutak atik ponselnya berharap mendapat sinyal.


"sudah istirahat dulu."Rio menegur


"kau duluan Kapten."


"Letnan Putri istirahat sekarang this is order."Rio berkata tegas


Putri menurut mendudukkan tubuhnya di pinggir dipan.


"rebahkan dirimu,kita perlu istirahat."


"tidak usah kau saja Kapten,lukamu makin rembes."Putri berkata dengan khawatir


Rio menarik tubuh Putri merebahkan diri disampingnya.


"diamlah,biarkan seperti ini ."Rio memeluk Putri lembut.Putri terdiam membiarkan tangan sang Kapten melingkar di pinggangnya.


Jam 05.00 pagi Putri terbangun dan terkejut mendapati dia yang memeluk tubuh Kapten Rio.Bergegas dia bangun dengan perlahan agar Sang Kapten tidak terbangun segera berlari kekamar mandi membersihkan diri dan segera keluar kamar.


"Oalah sudah bangun bagus itu,anak gadis mesti bangun pagi." seru Kanjeng mami didepan pintu kamar


Putri tersenyum terpaksa


"saya mau numpang ngecas Kanjeng Bolehkah. ?


"sana kasih Ujang biar di cas,ini ga ngratis ya."ancam Kanjeng Mami.

__ADS_1


"ok."Putri menyerahkan ponselnya dan ponsel sang kapten pada mang Ujang yang ada di belakang mami membawa 2 gelas teh panas.


"ini mau ditaruh dimana mb?"mang ujang bertanya


"tolong taruh didalam saja mang,terima kasih."Putri segera berpamitan


Dia bergegas menuju mushola depan losmen menunaikan sholat shubuh.


Saat pintu kamar di buka Mang Ujang .Rio sudah terduduk di kursi dia terbangun mendengar suara Kanjeng mami yang lumayan berisik.


Mang ujang tersenyum "maaf mas istrinya minta teh di taruh di kamar saja."katanya sopan


"ok mang ..makasih ya."Rio tersenyum simpul amdai Putri bisa jadi istrinya mungkin dia akan akan sangat bahagia.


"masnya ga sholat,masih ada waktu lho." mang ujang bertanya sebelum keluar kamar.


Mang ujang tersenyum dan mengangguk keluar kamar.


Sementara itu di Rumah Sakit X di sebuah ruangan rapat aura perdebatan tidak dapat dihindarkan.


"Kita tidak akan melakukan operasi pada bayi ini mengingat dia pernah mengalami henti jantung saat disuntik epineprin oleh dokter gadungan,beruntung dr.Deli segera melakukan RJP dan jantung nya berdetak kembali (ROSC)"dr.Brata SpB selaku kepala Departemen Bedah memutuskan dengan emosi.Rapat ini sudah berjalan hampir 2 jam dan sangat menyita waktu dan pikiran mereka semua.


"Tapi dokter maaf hanya dengan memotong usus besarnya yang sudah nekrotic (jaringan mati) maka dia akan bisa bertahan hidup."Almira menyangga.


"itu sangat beresiko dokter muda."dr Hendi SpB wakil ketua memotong cepat.


"Baiklah...kita ambil suara terbanyak."dr.Brata memutuskan.

__ADS_1


Setelah diambil suara terbanyak dengan beda 1 suara saja dari Almira.Akhirnya mereka memutuskan akan mengoperasi bayi Bintang 2 hari lagi sambil memperbaiki kondisi sebelum operasi pertama berlangsung.


Banyak dokter senior yang menolak merika meminta semua dokter yang setuju melakukan operasi itu.Dokter Deli yang masuk dalam tim setuju menyanggupi namun dia juga mulai tersadar saat teringat 2 dokter bedah andalan


sedang tidak fit Kei masih harus beristirahat karena kandungannya sedang Almira kakinya sedang terluka dan dia masih dianggap cuti 3 hari lagi dan itu menyalahi aturan RS.Deli terdiam di tempat duduknya memikirkan itu saat semua peserta rapat pergi dari ruangan itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di Losmen Kanjeng Mami semakin matahari merangkak semakin ramai,beberapa orang pengunjung yang ingin mendaki sudah bersiap sarapan di meja panjang di tengah aula.


Putri juga mengambil beberapa makanan dengan nampan sambil memeriksa ponselnya yang sudah terisi.Dia berjalan kemana mana mencari sinyal.


tiba tiba seorang ABG laki laki bertindik menyapanya "cari sinyal ya mb?"


"iya."Putri menjawab tanpa menoleh


"saya kasih info ya, sinyal terkuat adalah di dekat kamar paling mewah dan megah di losmen ini."katanya sambil berbisik dan berlalu.


Putri berfikir dan memperhatikan mana bangunan paling megah dan mewah,namun perutnya sudah tidak bisa kompromi.Putri beranjak kekamar


"Kapten ayo makan."


"ok"


"kau dari mana saja."Rio duduk di depan Putri sambil mengambil sebuah ubi bakar.


"cari sinyal,susah banget.Tapi kata ABG tadi di kamar paling mewah dan megah sinyal kuat,aku ga nemu,"Putri bercerita sambil menunduk menikmati Bubur yang disiram kaldu ayam dan suiran telur rebus didepannya.

__ADS_1


__ADS_2