
Pria dengan luka dipipi kiri menarik penutup lukisan tampak debu bertebaran
"tuan muda kau masih menyimpan lukisan ini?"
Pria paruh baya yang memakai topi hitam mendekat
"ini kenanganku selamanya."ucap pria dengan luka di pipi kiri
"ehem..tuan muda Yu makan siang sudah siap."
"terima kasih bibi Muy."jawab pria bermaga Yu tersebut terdengar sopan.
"paman makanlah dulu setelah itu kita susun rencana lanjutan."
"baik tuan muda."
Pria tua itu berjalan ke ruang makan meninggalkan sang tuan muda yang memandangi lukisan seorang bocah 10 tahun mendorong ayunan yang dinaiki gadis kecil berpita biru berusia 2 tahun.
Wanita berbaju encim duduk di pinggir kolam berisi puluhan ikan maskoki merah
"kau harus menjaga tuan muda apapun yang terjadi."
"tenang saja Muy kapan aku melanggar janji?"
"apakah kalian sudah memastikan ?"
"apa aku perlu membeli perlengkapan kamar baru?"
"tenang,kami sedang berusaha mengambil semua perlahan."jawab pria tua dengan tongkat besi
"paman kenapa masih disini ayo kita makan."
"baik tuan muda."
"bibi ikutlah makan bersama."
"baik tuan muda."
mereka bertiga menuju ruang makan bersama
Mansion Bryan
"aaah...ahhh"
__ADS_1
"lebih dalam....b*ch!"
Seorang pria tampak bergumul menarik kepala seorang wanita yang melakukan service area bawah
"aaaah....sial."
wanita yang terduduk dibawa pria itu tampak kelelahan wajahnya penuh dengan cairan menjijikan yang di keluarkan pria tersebut
"pergi kau."usir pria itu
"hai...gila ya kau?"Nella berteriak di sebrang kolam renang setelah menyaksikan kegiatan mesum pria itu.
"hai kak Ella,maaf kukira kau tak ada di rumah."pria itu terduduk sambil menyalakan rokok
"apa kau tak pernah diajarkan sopan santun?"
"kau tamu ingat itu!"Nella berteriak dan menyiram segelas minumam limun ke wajah pria di depannya
Sang pria menghindar dan tertawa
"wow....ada apa kau PMS hah?"
"kau tau aku selalu merasa bergairah pada wanita2 emosi tinggi sepertimu."tawa pria itu
"kembali ke kamarmu,dia tamuku hormati dia."Bryan berkata tegas
"kau tidak lihat dia membawa pelacur ke mansion ini dan seenaknya melakukan sesuatu yang menjijikkan."Nella membela diri
Bryan menatap tajam
"kembali kekamarmu."!
Nella berlari diiringi tawa pria mesum itu
Bryan mencekik leher pria itu
"Kenzo."
"kau tamuku,gunakan sopan santun Negaramu hingga kau tak kehilangan harga diri."
"oke..oke."
pria bernama Kenzo membungkuk memberi hormat dan menjauh
__ADS_1
Bryan mendengus
"perkembangan tidak bagus,amankan aset2mu di negara ini."
"ok."Kenzo menjawab cepat
Rumah Sakit
Putri akhirnya tersadar sejak kemarin sore
"bisakah kau tidak melayaniku seperti orang lumpuh?
Radit menatapnya dan menggelengkan kepala
"aku kepala regu apa pantas didebat?"
Putri terdiam sejak pagi hari Radit sudah berada dikamarnya membantu segala keperluan Putri
Seorang perawat masuk
"nona,dokter akan visite ya."
"baik."Putri merapihkan rambutnya
Tampak Dokter senior memeriksa Putri
"Hmmm...maaf."Radit ragu bertanya pada seorang perawat saat keluar kamar Putri
"ya pak,ada apa?"
"kenapa bukan dokter Almira yang memeriksa?"
Perawat itu tersenyum
"dokter Al itu dokter Anak,lagian tadi pagi saya lihat dia di IGD."
Radit mengangguk
"oh dr.Al dinas di IGD."
"bukan pak,dokter Al masuk rawat IGD karena suhu tubuhnya tinggi."Saya permisi dulu
Perawat itu pergi meninggalkan Radit dengan kebingungannya.
__ADS_1