Teman Sejatiku

Teman Sejatiku
Es Krim


__ADS_3

Dewa memarkirkan mobilnya di depan RS X.Dia menatap Keira yang masih diam saja


"Kei,hmm..kamu ga papa kan.?" katanya takut2


"menurutmu?"Keira mengeluarkan suara yang hampir terdengar terisak.


"itu cuma bercanda,Kei masa kamu ambil hati."Dewa menjelaskan.


"Buatmu lucu ya mas..buat kalian aku badut yang bisa kalian kerjain."isak Keira tertahan.


Dewa diam..dia tidak menyangka Keira begitu terluka.


"Maaf ya Kei,aku janji kejadian seperti ini ga akan terulang lagi."katanya mantap


Tangan Dewa sudah menjulur untuk memegang tangan Keira namun urung karena Keira terlihat tetap diam saja.


"aku paling benci jika aku menarik perhatian orang lain apalagi laki laki."ujar Keira pelan.

__ADS_1


Dewa diam dan menghela nafas tidak bertanya lebih lanjut.


"Ok,gimana caranya biar kamu membaik Kei?" tanya Dewa.


Keira menatap laki laki disampingnya dan berkata dengan malu malu" es krim...yang besaar." senyumnya.


Dewa tersenyum,"siap ndan kita beli es krim yang besaar."dan mobil mulai melaju keluar area parkir.


Sudah hampir setengah jam Keira dan Dewa duduk menunggu pesanan es krim mereka.Dewa gelisah makan Es krim aza lamanya bikin ngantuk runtuknya.Berbeda dengan Keira yang asik membuat origami berbentuk kodok yang disediakan di tiap table.Akhirnya es krim besar berbentuk menara dengan dua sendok berbentuk hati disisi kanan dan kiri hadir didepan mereka.


"lho mb koq cuma satu ?"tanya Dewa bingung.


"Kei,Kenapa cuma satu?"tanya Dewa.


"paket couple sedang diskon 30 persen mas,Keira menjawab sambil memasukkan suapan es krim berwarna hijau greentea ke mulutnya.


ya Ampuun hanya karena diskon dia memilih es krim ini.Dewa menghela nafas dalam.

__ADS_1


"permisi,bisa kami ambil gambarnya untuk ditaruh di mading?" kata seorang pelayan yang membawa kamera.


"tapi kami bukan pasangan."Keira menjawab lugas.Dewa berkerut ehem..batuknya.


Keira tersadar"hmm maksud saya kami ga biasa di foto ga bisa bergaya,lanjut Keira lagi.


Dewa langsung memegang tangannya "kata siapa,kita bisa lho sayang bergaya,ayo foto mas." Dewa memajukan wajahnya mendekat ke arah Keira.Keira terkejut mereka hanya berjarak 3 cm deru nafas Dewa terdengar jelas di telinga Keira.


Di sebuah ruang kantor tampak Gunawan membolak balik sebuah dokumen.Dokumen di depannya adalah dokumen kepemilikan saham.Dia membaca nama Keira di atas dokumen itu.ya Keira memilki 60 persen dari saham di perusahaan raksasa ini,namun Gunawan ragu untuk menandatangani dokumen tersebut.Tiba tiba sebuah telpon masuk


"hallo...hening..."bagaimana Mr.Gunawan bisakah kau membereskan sesuai perintahku."kata sebuah suara disebrang sana.


"aku ..aku sedang melakukan perintahmu."ujar Gunawan ketakutan.


"Bagus,laporkan jika semua sudah sesuai rencana kita."suara telpon terputus meninggalkan Gunawan dalam kegalauan dan ketakutan.Penelpon misterius itu ada sejak Keira berulang tahun ke 23 tahun lalu dan selalu saja Gunawan harus melaporkan semua kegiatan yang dilakukan di Kantornya dan semua kebijakan harus berpihak pada Keira,Gunawan hanya bisa menebak mungkin penelpon misterius itu kerabat Keira yang datang untuk membelanya karena nyatanya sejak Keira di urus oleh Gunawan hampir semua kekayaan Keira digunakan untuk Keluarganya.


Diarea parkir yang lengang sepasang muda mudi sedang menata hati dari deru jantung mereka yang tak karuan.Dewa memandang Keira penuh makna.

__ADS_1


"Kei,boleh ga aku peluk kamu." entah kenapa aku butuh meluk kamu ."katanya lagi


Keira terdiam namun sejurus kemudian Keira memajukan badannya dan merentangkan tangannya ke pinggang Dewa.


__ADS_2