
Paman Yu memukul tongkatnya
"jaga bicara anda tuan."Paman Yu menunjuk ujung tongkat ke wajah Kenzo
Kenzo tertawa dan berdiri
"kakek tua,apa perkataanku salah."
"tuan mudamu tidak pernah diketahui asal usulnya bahkan tidak ada yang pernah melihat sosok ya."Kenzo berkata tajam
"tak terlihat bukan berarti tak ada."Paman Yu kembali tenang dan duduk di tempat semula
"aku ingin bertemu tuan mu.!"Bryan berkata pelan
"maaf tuan muda sangat sibuk."
"begitu ya."Bryan tersenyum sinis
"jika kulakukan sesuatu pada Keira apakah tuan mu akan muncul?"
Pria dengan luka dipipi sudah berniat bergerak menerjang Bryan namun di tahan oleh Paman Yu
"bukankah suami Keira seorang tentara pasukan khusus?"Paman Yu berkata
"aku tak peduli."Bryan tertawa sinis
"kenzo pandai membuat skandal yang menghebohkan."Bryan tertawa keras diikuti Tawa Kenzo
Paman Yu tak mampu lagi menahan kemarahan Tuan Muda Yu.
Pria dengan luka dipipi kiri menerjang Bryan
Menekan lehernya dengan satu tangan dan berbalik menatap tajam dengan aura membunuh pada Kenzo yang hendak membantu Bryan
"jika ingin selamat jangan pernah berfikir menyakiti Kiera."
"tuan muda,lepaskan orang2 brengsek itu."paman Yu mendekat
"tangan anda tak pantas terkotori dengan kulit mereka."
"anda tenang saja,semua dalam kendali anda."
perlahan sang Tuan muda melepas cengkramannya
"kita pergi paman."
__ADS_1
"baik tuan muda."
Kedua pria tersebut meninggalkan ruangan itu
"kau lihat sandiwara kita berhasil."Kenzo terkekeh
Bryan tersenyum kecut dan membetulkan letak dasinya yang berantakan
"kita harus tau apa hubungan mereka."
"siap."
"apa istrimu ikut dalam pesta nanti malam."
"tentu dia magnet untuk bisnisku."
"hmm."Kenzo tersenyum licik
Disebuah Paviliun
Dewa duduk dengan tenang setelah selesai menceritakan misi yang di embang sahabatnya Rio pada sang Papa
"apa dia baik2 saja?"
"pemulihannya sangat cepat."
"apa dia benar2 mencintai gadis bernama siapa tadi?"
Dewa ragu menjawab
"siap Putri jenderal."
"menurut kami sepertinya Rio sangat menyukai Putri."
"baiklah,kau pulanglah"
"vidiokan kondisi puteraku secepatnya."
"siap baik Jederal,saya pamit."
Sementara Kiera sedang menikmati makan siangnya berupa seporsi salad tuna setelah mandi tadi.
Dan merasa gerakan sang baby begitu aktif hingga membuat dirinya kesakitan
Keira merebahkan diri mengatur nafas dan memposisikan miring ke kiri.
__ADS_1
Namun gerak sang bayi semakin cepat.
"aaaah."Keira kesakitan
Sambil menahan sakit dan kram pada area pinggangnya Dia menelpon Dewa
namun tidak berhasil tersambung.Kiera panik berusaha menelpon Almira namun dia merasakan perutnya semakin tertekan
Pada saat itu tiba2 seorang pria masuk mendobrak pintu tamu.
"nona bertahanlah."
Keira semakin merasa sekitarnya menjadi gelap
Di Rumah Sakit
Radit menatap Almira yang kembali tertidur
dia perlahan memperbaiki selimutnya dan keluar dengan perlahan
Saat melewati pintu IGD Radit terkejut mellihat kerumunan para dokter dan perawat
"cepat pasangkan oksigen "
"pastikan dokter Kei selamat."
"dimana suaminya?"riuh rendah suara dokter dan perawat jaga IGD
Radit terdiam dan segera memutar arah bertanya pada satpam siapa pasien yang baru masuk
Setelah memastikan itu benar dokter Kiera ,Radit menghubungi Dewa namun tidak tersambung
Radit mengikuti gerak gerik para dokter dan perawat .
"siapa yang akan menandatangani persetujuan rawat."
"biar saya."Pria dengan luka di pipi maju dan mengambil pena untuk menandatangani
"maaf anda siapa?"
"saya satu2nya keluarganya."
"kakak kandung Kiera."
Para dokter dan perawat menatap kaget begitu juga Radit yang terkejut dibelakang pria itu
__ADS_1