
Pagi itu di lembah biru...
Keira membuka matanya perlahan menatap ke depan melihat Suaminya yang sedang memeriksa senjata laras panjang dengan teliti.
Hampir 10 bulan lamanya Dewa bertugas dan sudah 7 bulan ini Keira menemani saat mendaftar sebagai relawan.Keira tersenyum Dewa suami yang luar biasa kedekatan mereka sudah terjalin tapi Dewa mampu menahan meminta Hak nya walau beberapa kali hampir tergoda oleh Sikap Keira yang menggemaskan.
"teliti banget kalau sama senjata,giliran sama istri cuex bingit."Keira merajuk
"well ibu negara sudah bangun ya...gimana istirahat semalam?"
"aku kedinginan,"
"masa,kan sudah pakai selimut."
"habis ga dipeluk."manyun Keira
"takut kebablasan Kei."jawab Dewa sambil menatap sang istri
"he.he bercanda komandan."Kei berdiri dan melangkah untuk mandi.Dewa tersenyum dia bersyukur melihat Keira sepertinya bahagia bersamanya kebersamaan mereka 7 bulan ini sangat luar biasa,Keira tidak mengeluh saat ikut naik gunung menyusuri lembah dan hampir terbawa arus sungai pulau Biru.Dewa tersenyum mengingat melihat istrinya kebingungan saat hujan besar merobohkan pohon didekat tenda mereka atau saat kebingungan harus makan makanan ransum tentara yang rasanya seperti garam inggris menurut Keira semua membuat Dewa bersyukur Keira adalah istrinya karena dia tidak mengeluh sama sekali.
Dewa melangkah keluar tenda,dia tau Keira akan melakukan ritual ganti baju yang bisa bikin dia harus berendam di sungai.
"Komandan,apa Kei ada di tenda?"Dokter Almira bertanya saat berpapasan didepan tenda
Dewa mengangguk dia masih saja heran dokter mungil itu selalu menampakkan wajah takut padanya.
"boleh aku bertemu dan masuk ke tenda?"
Dewa mengangguk lagi.
Almira segera melesat lari kedalam tenda
"Radit...cek..cek."
"siap,ndan."
__ADS_1
"mau ke supermarket jam berapa?"
"siap tinggal tunggu Motty lagi make up."Radit terkekeh
supermarket istilah untuk masuk hutan,dan make up istilah untuk persiapan membawa senjata lengkap.
"my queen cek."Dewa menghubungi HT Keira
"yup my King."Kiera menyahut
"kami pergi dulu ya,jangan macem macem ."Dewa memberi instruksi
"siap ndan."
Keira melakukan rutinitas pagi dengan memeriksa persediaan obat emergency bersama Almira
"Al,kamu sudah siapkan semua barang2 yang akan dibawa pulang?"
"udah dong,kamu gmn Kei jangan bilang kamu ga mau pulang ya."cubit Almira
Sore harinya mereka semua berkumpul di depan tenda utama
Kapten Dewa memberikan kata sambutan
"Sehubungan dengan berakhirnya masa tugas para relawan medis,kita mengadakan perpisahan hari ini,dan mereka yang akan kembali kekota besok agar mencek ricek barang bawaannya kembali,Terima kasih atas kerjasamanya dan kebersamaannya selama ini.Mohon maaf jika saya dan pasukan ada salah kata dan perbuatan."Dewa menutup sambutannya di iringi tepuk tangan.
"teman2 besok truk penjemputan datang jam 10.00 ya."Letnan Radit menjelaskan.
Siap...semua menjawab serentak
Almira berbisik "kapten datang,aku ga akan ganggu kalian ya." dan lari terburu2.
Kei menatap suaminya.
"apa kapten paling tampan sedunia mau bantu nona cantik beres2."Keira menarik tangan Dewa memasuki tenda
__ADS_1
"semua sudah rapih?"Dewa menatap barang barang Keira.
"tapi hatiku yang belum rapih."Keira memeluk erat Dewa dari belakang
"hmmm...Kei, jangan seperti ini aku takut khilaf."
Kei berjinjit maklum tinggi Dewa 187 cm sedang Keira hanya 165 cm.
"Kalau aku yang minta nafkah batin saat ini,apakah Kapten bersedia?"
Dewa terdiam sesaat memejamkan matanya merasakan udara dari bibir Keira membelai telinganya,membuat jantungnya bedegup kencang.
"Apa kau serius?"
Keira diam tak menjawab hanya makin menempelkan tubuhnya pada punggung Dewa ,berjinjit lagi untuk mencium leher belakang Dewa.
Tiba2 Dewa memutar tubuhnya membuat mereka saling berpelukan,Keira tersenyum menegadah menatap wajah suaminya yang tegang dan terdiam
Keira maju melingkarkan tangannya keleher Dewa.
mendekatkan wajah mereka berinisiatif mencium bibir sang suami.
awalnya hanya menempel lembut,Dewa pun tanpa reaksi sesaat kemudian Kei makin menekan bibirnya mencoba menyesap bibir bawah Dewa dan menempel lebih dalam entah bagaimana terjadinya yang saat ini di rasakan Kei adalah tubuhnya melemas,tangan Dewa sudah membopongnya tanpa melepaskan bibir mereka,Dewa menuntut bahkan mulai mengabsen gigi geligi Keira,memasukkan lidahnya ke rongga mulut Keira hingga meninggalkan desahan tak tertahan dari Keira.Dewa medudukkan Keira di meja,terdiam dan menatap Keira tak percaya jika gadis itu berani berinisiatif.
"Ada apa denganmu?"
"Aku meminta hak ku apa tidak boleh?"kerling manja Keira
Tapi...belum sempat Dewa melanjutkan kata2 nya Keira sudah membungkam dengan ciuman panas lagi,kali ini tangannya mulai melucuti pakaian Dewa,Dewa pun larut dalam permainan Keira walau tampak kikuk karena Keira benar benar berusaha membuat Dewa menyerah.Dewa terdiam menahan hasratnya Dewa ragu apakah layak mereka bercinta pertama kali di tenda yang tidak layak ini.Tapi tiba tiba Keira menggigit bibir Dewa "Aww..Dewa menatapnya
"apa aku begitu ga menarik mas,sudah berusaha keras kamu ga respon sama sekali,aku tuh malu sampe berani mencium duluan,kalau memang ga su..hmm Dewa membungkam bibir Keira dengan bibirnya dan dengan rakus menjelajah,makin lama makin melembut dan menuntut,merebahkan Keira ditumpukan selimut baru jatah para prajurit.Dewa membuka baju Keira,diikuti Keira yang mencoba membuka seragam Dewa namun kesulitan
"Biar aku buka sendiri kali ini."Dewa berbisik dengan tatapan menggelap.Mereka bercumbu semakin panas saat Dewa akan menyatukan tubuh mereka dia ragu
"apakah sakit?" kei bertanya bingung
__ADS_1
"awalnya akan sakit,tapi aku akan pelan pelan bisik Dewa menahan hasrat menggebunya sambil mengucapkan doa sesuai sunnah nabi dan terbukti saat memasuki inti Kei terasa sangat sulit sempat meragukan Kei akibat foto2 yang dikirim pada Dewa kala itu itu semua terhapuskan.Mereka menyatu penuh kebahagiaan.