
Sesaat kemudian 2 pria itu mengendong tubuh Almira menuruni tangga darurat dan memasukkan ke dalam mobil yang terparkir di pintu belakang RS dan pergi menjauh.
"drtt...drt...
Seorang petugas kebersihan yang sedang membersihkan tangga darurat bingung saat menemukan sebuah ponsel bergetar tergeletak.Sesaat kemudian terlihat foto pada profile layar ponsel seorang dokter yang familier.
Sesaat kemudian ponsel di serahkan pada security
"Bos...nih titip HP nya dokter Al,heran cantik2 pelupa." Tawa petugas Kebersihan
"iya,he.he...minggu lalu Tas berisi laporan juga ketinggalan di bangku taman."Security menjelaskan sambil tertawa.
Sementara itu Radit memarkirkan mobilnya,sebuah SMS masuk ke ponselnya
..."temui dokter Almira ya semua berkas tentang bayi Bintang ada padanya"...
SMS dari Kakak ipar yang membuat hati Radit berbunga.
"Siap kakak ipar 😍"
Radit menjawab dengan cepat.
Radit memasuki Lobby Rumah Sakit,dia sudah mencoba mengirim SMS pada Almira namun belum di baca.
"selamat pagi,ada yang bisa dibantu?"
Seorang Security bertanya
"saya sudah janjian dengan dokter Almira."
" oh begitu,tapi sepertinya Dokter Al tidak tau anda disini."
__ADS_1
"kenapa."
"Hpnya ada disini."security memperlihatkan ponsel Almira.
Radit bingung
"ada apa dengan Almira?"
"jangan khawatir,dokter Almira sering melupakan barang barangnya,tunggu saja nanti juga dia ke sini."
Radit terdiam dan mengenggam ponsel Almira,Hatinya merasakan ada yang tidak beres
tiba tiba intercome berbunyi
"pak security,saya dokter Deli bisakah anda bantu dokter Almira setengah jam lalu mengejar dokter palsu yang masuk ke ruang bayi." suara dokter Deliana terdengar cemas
"oh..Siap."sang security bingung dia harus mulai mencari kemana sejak tadi tidak ada tanda2 orang mencurigakan.
"bisa tunjukkan saya rekaman CCtV pak?"
"baik,silahkan."
Radit mulai memeriksa dan rekaman selesai di tangga darurat.
"apakah tangga darurat ada CCtV?"
"ada" tapi di server belankang gedung."
"ayo."
Radit kembali memeriksa dan benar saja terlihat Mobil hitam tanpa plat membawa Almira yang pingsan.
__ADS_1
Radit terdiam sebentar dan berkata pada security
"jangan lapor polisi tulis kronologi dan laporkan pada Kapten Dewa."lalu dia memberi nomer HP Kapten Dewa dan membuka ponselnya sambil berjalan kembali ke parkiran.
Didalam mobil Radit memeriksa sebuah titik berkedip di ponselnya.
Dia memang memasang alat pelacak pada gantungan kunci berbentuk pesawat yang ada di tas kecil Almira,karena khawatir penjahat dipulau akan mengusik Almira.
Disebuah kamar penginapan kumuh,pria berkaos Merah melempar tubuh mungil Almira ke atas kasur lusuh.
"gila ya nih cewe,larinya kata maling cepet beuut."
Temannya yang bertubuh gempal penuh tato tertawa.
"kecil2 gesit dan manis."
"jangan macem macem kita cuma bertugas beresin bayi ."
"bonusnya dia ." tawa sang teman kencang
Bunyi ponsel terdengar nyaring
"baik bos,kami segera kebawah."
Segera kedua orang itu meninggalkan Almira setelah mengikat kedua tangan dan kakinya serta mengunci pintu kamar.
Terdengar obrolan berisi perintah di lantai bawah ,sejurus kemudian semua keluar dari penginapan bersama semua kendaraan yang ada.
30 menit berlalu...
Almira mulai membuka mata,membiasakan netranya dan dia yakin ada di sebuah kamar,dia berusaha melepaskan diri,namun usahanya sia-sia tiba tiba lampu padam,Almira mulai ketakutan,tampak cahaya berkedip terlihat di sekitar tas kecil yang tergeletak di dekat kakinya.Almira berdoa berharap pertolongan Alloh segera datang,dia menyesal saat kakak nya selalu memintanya untuk ikut tes dinas rahasia,mungkin dia tidak tertekan seperti ini,Sabuk Hitam dalam beladiri taekwondo yang dia miliki tidak berguna sama sekali saat dibekap para penjahat,dia mulai merasa sesak dengan kondisi ruangan gelap gulita
__ADS_1