Terhalang Restu Orang Tua

Terhalang Restu Orang Tua
Bab 100


__ADS_3

Rangga yang tidak bisa berlama-lama menemani kedua orang tua bercengkrama bersama Kiki memilih pamit berangkat ke kantor karena sejak tadi Nanda tidak berhenti mengganggu dia dengan berbagai macam jenis pesan yang dia kirim.


" Ma,Pa,Rangga harus kekantor sekarang juga." ucap Rangga lalu berdiri mencium punggung tangan kedua orang tua nya.


" Iya, hati-hati Nak." jawab kedua orang tua nya secara bersamaan.


" Iya,nanti kalau Mama sama Papa mau pulang,Aku udah nyiapin Pak Salim di bawah untuk mengantar kan kemanapun Mama sama Papa mau pergi." ujar nya lalu beralih mencium kening Kiki sehingga membuat wanita nya merasa malu dan tidak berani lagi mengangkat wajah nya.


" Abang kerja dulu ya sayang,jangan aneh-aneh,nggak boleh turun naik tangga bolak-balik.titip Mama sama Papa ya." ucap Rangga menatap lekat sosok wanita yang ada di hadapan nya.


Rangga lalu berjongkok dan mengusap lembut perut Kiki yang sedang bergerak.


" Jangan nakal ya sayang,titip Mama." bisik pria ini lalu mengecup tangan nya sendiri dan di tempelkan langsung di depan perut Kiki.


Sikap manis ini kembali membuat mata Kiki berair dan sudah tidak bisa di bendung lagi.


" Kenapa Kamu menangis sayang?" tanya Rangga yang masih berada di sana.


" Nggak papa Bang,Aku cuman terharu aja karena Abang selalu memperlakukan kami sebaik ini,Aku harap ini semua tidak akan pernah berubah sampai kapan pun." ucap Kiki sambil mengusap air mata nya.


Rangga lalu memegang erat kedua bahu Kiki dan menarik dagu Kiki agar menatap wajah nya.


" Abang nggak pernah berubah,Abang akan selalu menjaga kalian sampai kapanpun itu,Kamu dan dia terlalu berharga untuk Abang sia-siakan." jawab Rangga lalu menarik pelan tubuh Kiki masuk ke dalam pelukan nya.


Pak Budi dan Ibu Nahla juga ikut menitikkan air mata melihat ketulusan putra nya yang terlalu dewasa dari apa yang mereka bayangkan selama ini.mereka pikir Rangga hanya mencintai Kiki dan tidak perduli dengan janin yang ada di dalam perut nya.awal nya kedua pasangan paruh baya ini sempat ragu dan akan menasehati keras putra mereka esok hari.tetapi pemandangan pagi ini membuat mereka semakin sadar bahwa cinta mampu mengubah segalanya,dan cinta juga mampu membuat seseorang rela berkorban untuk kepentingan bersama.


" Jangan nangis lagi,malu sama dedek bayi nya.nanti dia ikut-ikutan nangis juga loh." bujuk Rangga lalu membantu menghapus air mata Kiki yang semakin beranak-pinak.


Kiki mengangguk tidak berani lagi membuka suara karena sudah pasti akan berakhir dengan tangisan haru nya.


" Masih mau peluk-pelukan nih! Atau mau yang lain saja.biar Aku batal kan kekantor nya." celetuk Rangga yang membuat Kiki terpaksa melepaskan tangan nya dari pinggang pria yang sudah tulus mencintai nya.


" Abang." Kiki semakin salah tingkah ketika kembali menyadari bahwa di antara mereka berdua masih ada kedua orang tua Rangga.


" Abang berangkat sekarang ya.titip anak kita." bisik nya dengan pelan dan kembali menghadiahi kecupan hangat di kening Kiki.


"Hati-hati." sahut Kiki pelan.


Rangga lalu melambaikan tangan nya bergegas turun ke lantai bawah dengan senyuman manis yang tidak pernah memudar.

__ADS_1


" Maaf Tante,Om." ucap Kiki lirih.


" Kenapa harus minta maaf sayang,kami sangat mengerti bagaimana perasaan mu saat ini." Ibu Nahla lalu berpindah posisi duduk ke samping Kiki dan memeluk wanita yang sudah dia anggap seperti anak nya sendiri.


" Jangan panggil kami dengan sebutan itu lagi, panggil saja sama seperti Rangga." imbuh nya mengelus lembut mahkota hitam lebat milik Kiki.


Karena hari sudah mau hampir siang dan jam makan siang sebentar lagi menyapa,Kiki dan Ibu Nahla memutuskan untuk masuk ke area dapur untuk menyiapkan makanan yang akan mereka santap.sedang kan Pak Budi memilih duduk di depan televisi dan sesekali terdengar menghubungi rekan bisnis nya.


Rangga yang baru saja kembali dari kantor nya langsung mendekati kedua wanita yang paling berharga di dalam hidup nya.karena tidak mungkin memeluk Kiki,Rangga memilih mengalungkan tangannya di pundak sang Mama yang sedang berbincang bersama Bi Mus dan juga Kiki.


" Lagi masak apa sih? Tapi kenapa Kiki yang jadi juru masak nya? Nanti kalau dia kelelahan bagaimana?" hardik Rangga yang tidak rela melihat Kiki yang sedang mengaduk-aduk makanan yang ada di atas kompor.


" Kita lagi masak opor ayam sama tempe mendoan.bukan Mama yang meminta tetapi Kiki nya sendiri yang meminta untuk memasak." jawab Ibu Nahla yang tidak ingin di salah kan, karena memang sejak tadi Kiki bersikeras ingin menyajikan makanan hasil masakannya sendiri.


" Tapi Mama sama Bibi bisa melarang nya kan? Kalau kandungan nya kembali bermasalah bagaimana?"


" Nggak papa Bang! Aku nggak papa kok,Aku mau Mama cobain masakan hasil racikan tangan Aku sendiri,nanti kalau di bantu sama Bibi rasa nya akan berbeda." sahut Kiki angkat suara tidak ingin Rangga menjadi salah paham kepada kedua wanita paruh baya yang berdiri di dekat nya.


" Kamu dengar sendiri kan apa yang di ucapkan oleh Kiki,bukan Mama yang nggak melarang tetapi Kiki yang nggak mau." ujar ibu Nahla.


" Lagian Kamu kenapa posesif amat sih sama Kiki, memasak itu bagus untuk mempermudah proses persalinan Kiki nanti, kecuali Kiki mengerjakan tugas yang berat dan mengangkat beban yang berat,itu baru berbahaya." sambung Ibu Nahla agar putra nya tahu mana yang boleh dan tidak boleh di lakukan oleh ibu hamil.


" Alasan Mama saja." sungut Rangga lalu mengambil kursi duduk di samping Kiki agar dia bisa memantau semua pergerakan Kiki.


" Kiki wanita yang akan Aku jadikan istri Ma! Bukan asisten rumah tangga atau apalah itu.Aku akan memperlakukan dia selayaknya Ratu di istana kami nanti dan nggak akan pernah Aku biarkan dia melakukan pekerjaan rumah tangga lain nya." ucap Rangga begitu percaya diri.


" Awas saja kalau sampai kenyataan nya tidak sesuai dengan ucapan Kamu! Tanggung sendiri resiko nya.Mama lah orang pertama yang akan memisahkan Kamu dengan Kiki nantinya." jawab Ibu Nahla tidak ingin kalah.


" Oke! Siapa takut." balas Rangga tidak gentar.


Kiki yang merasa risih selalu di tatap oleh Rangga memilih mematikan kompor listrik nya agar tidak lagi di awasi oleh pacar posesif nya.


Setelah semua hidangan selesai Bi Mus bergegas menyajikan nya di atas meja makan.semua anggota keluarga sudah berkumpul ingin mencicipi makanan yang di masak oleh Kiki.


Beberapa jam telah berlalu, sebentar lagi Rangga benar-benar akan membuktikan ucapan nya tadi pagi.


" Abang! Aku sama Ibu dan juga Ayah saat ini mau terbang ke sana.nanti Abang jangan lupa jemput kami ya.kata Ibu takut nyasar." begitu lah bunyi pesan yang di kirim kan oleh Riko adik Kiki ketika mereka berada di bandara,sudah beberapa hari yang lalu Rangga meminta asisten nya untuk memesan kan tiket pesawat untuk keluarga Kiki termasuk sang adik yang kebetulan sedang libur sekolah.


Rangga tersenyum simpul membaca isi pesan itu,hari ini surprise paling berharga itu akan menjadi kejutan termanis untuk kiki.selama masa pelarian nya dari ibu kota.Kiki sama sekali belum pernah bertemu secara langsung dengan kedua orang tua nya.Rangga yang juga tahu bahwa sebentar lagi Kiki akan menghadapi persalinan yang begitu menegang kan memilih mempersiapkan semua nya dari awal.

__ADS_1


" Oke! Nanti ada asisten Abang yang akan menjemput kalian di bandara." setelah mengetik pesan balasan Rangga mengirimkan nya kepada Riko.


Rangga menghela nafas nya lalu ikut menyandarkan tubuh di sandaran sofa ikut mengobrol bersama keluarga nya.Rangga bersikap biasa saja agar Kiki tidak curiga kepada nya.mengingat semua anggota keluarga akan berkumpul di kota ini.Rangga akan memanfaatkan keadaan ini untuk memperjelas hubungan di antara mereka berdua.


Sambil mencuri-curi kesempatan agar tidak di lihat oleh Kiki,Rangga sengaja memiringkan ponsel nya agak jauh dari Kiki agar tidak ketahuan oleh wanita yang sedang sensitif ini.


" Nan! Nanti satu jam lagi jangan lupa jemput orang tua Kiki di bandara ya.nanti akan Aku kirim kan foto mereka di ponsel mu, dan sebelum Kamu berangkat ke sana,kirim kan semua file yang harus Aku selesaikan agar bisa Aku kerjakan malam ini."


Nanda yang sedang sibuk mengerjakan pekerjaan yang menumpuk karena di tinggal pergi oleh Bos nya hanya bisa menghela nafas berat karena dia tidak tahu lagi harus berbuat apa kecuali mengiyakan perintah yang di berikan oleh Bos nya.


" Siap Bos." balas Nanda lalu segera mengirim kan file yang di minta untuk mengurangi pekerjaan nya.


Sangking besar nya rasa cinta Rangga kepada Kiki,dia bahkan selalu berusaha membuat Kiki bahagia dan melupakan semua kenangan pahit yang dia lalui.tidak pernah terpikirkan oleh nya untuk mengecewakan Kiki yang sangat berharga bagi hidup nya.


Satu jam telah berlalu, saat ini Nanda sedang berdiri menunggu kedatangan orang yang di maksud oleh Bos nya.dia sudah menandai foto yang di kirim oleh Rangga kepada nya tadi.


Nanda tiba-tiba saja melambaikan tangan nya ketika melihat wajah Riko yang sedang mencari sosok diri nya.


" Maaf Ibu,benar dengan keluarga nya Nona Kiki." ucap Nanda begitu mereka menghampiri dia.


" Iya Nak,Kamu siapa?" tanya Ibu Ratna yang sama sekali belum mengenal sosok Nanda.


" Perkenalkan Bu,Bapak,Saya Nanda Asisten nya Bos Rangga,Saya di minta untuk menjemput keluarga Ibu di sini dan nanti kita akan langsung ke rumah Nona Kiki." jawab Nanda menjelaskan.


Pak Agus,Ibu Ratna dan juga Riko tersenyum hangat menerima uluran tangan pria yang masih memakai pakaian kerja nya.


Ibu Ratna merasa sangat senang sekali karena sebentar lagi dia akan bertemu dengan putri nya yang sedang hamil besar.


"Kita langsung berangkat sekarang Pak,Bu?" tanya Nanda memastikan.


" Ya mari Nak,Ibu rasa nya sudah tidak sabar lagi ingin bertemu dengan Kiki." jawab Ibu Ratna lalu berjalan mendahului mereka semua.


Kiki merasa sangat heran melihat ada banyak makanan yang terdapat di meja makan panjang nya.dia lalu menatap penuh tanya kepada Bi Mus dan juga Rangga.


Berulang kali dia bertanya tetapi Rangga selalu menjawab agar dia tidak repot-repot lagi untuk memasak makan malam.


Kiki yang merasa janggal melihat tingkah aneh dari Rangga lalu memilih duduk santai meskipun hati nya menggerutu tidak puas dengan jawaban yang di berikan oleh Rangga kepadanya.makanan sebanyak itu tidak akan bisa mereka habiskan malam ini juga,jika di biarkan begitu saja makanan ini akan basi karena terlalu lama di diamkan,selain itu semua pegawai nya juga sudah pada habis pulang setelah membereskan toko dan juga membuat stok kue untuk pagi besok.


Seketika pikiran nya teralihkan kepada bunyi decitan ban mobil yang berhenti di depan ruko nya.Kiki perlahan bergerak melihat siapa yang turun dan berlari menaiki anak tangga kediaman nya.

__ADS_1


Bibir Kiki tidak berhenti menyungging kan senyuman lebar begitu melihat sang Ibu yang sudah berdiri di hadapan nya.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰😍


__ADS_2