
" Kaki nya pegal ya?" tanya Rangga ketika melihat kaki Kiki sudah sangat membengkak akibat terlalu lama berjalan.
" Iya! Tapi cuman sedikit kok Bang." jawab Kiki sambil mengurut kaki nya.
Rangga yang tidak tega melihat keadaan Kiki seperti ini bergegas mengangkat kedua kaki Ibu hamil ini lalu meletakkan diatas pangkuan nya.
" Jangan Bang! Biar Aku aja." tegur Kiki yang merasa tidak enak ketika melihat Rangga harus mengurut dan juga menyentuh kaki nya.
" Nggak apa-apa,biar Aku aja." jawab Rangga tersenyum manis menatap wajah bersemu merah milik Kiki.
Rangga lalu memanggil Bi Mus untuk mengambil kan minyak urut dan setelah mendapatkan permintaan nya Rangga lalu mengoleskan minyak urut itu ke seluruh bagian kaki bengkak Kiki dan mulai mengurut nya dengan sangat perlahan.
" Barang belanjaannya mau di taruh di mana Non?" tanya Bi Mus yang nampak sibuk membawakan semua barang tas belanjaan dan di bantu oleh Nanda yang juga sedang membawa beberapa paper bag baju bayi.
" Tolong simpan di kamar bayi aja Bi." jawab Kiki yang memang sudah mempersiapkan kamar bayi untuk calon buah hati nya.
" Siap Non." Bi Mus lalu berjalan dan di ikuti oleh Assisten Nanda dari arah belakang.
"Beruntung banget Nona Kiki bisa mendapatkan hati nya Bos Rangga." batin Nanda di dalam hati nya.
" Seperti nya rasa cinta Bos tidak pernah main-main." imbuh nya lalu meletakkan perlengkapan bayi itu di atas keranjang putih dan kembali turun mengambil beberapa belanjaan yang masih tertinggal di lantai bawah.
" Besok tidak usah ikut memasak kue lagi ya sayang, Kamu harus banyak beristirahat dan tidak boleh lagi kelelahan." ucap Rangga sambil mengelus perlahan satu persatu telapak kaki Kiki.
" Iya Bang." jawab Kiki patuh dan memilih mengalah karena tidak ingin terjadi nya sebuah perdebatan.
" Bagus! Kalau Kamu nurut begini Aku jadi senang sekaligus tenang,tidak lagi harus memikirkan bantahan dan mendengar aduan Bibi tentang Kamu yang suka membandel." Rangga lalu sengaja menyentil pelan hidung Kiki yang sedang kembang kempis mendengar ucapan nya.
" Sakit!" seru Kiki merengek menggosok hidung nya yang tidak terlalu panjang.
Hahahaha....
Rangga pun tertawa lalu beralih menggosok hidung Kiki.
Jantung Kiki lagi-lagi di buat berdebar tidak menentu akibat sentuhan tangan Rangga.
Tidak ingin Rangga melihat wajah merah nya yang semakin terasa panas,Kiki memilih menyandarkan kepalanya di sandaran kursi lalu memejamkan mata seolah sedang tidur menikmati pijatan tangan Rangga.
Sudah setengah jam lebih Rangga mengelus kaki yang sudah membengkak membesar dua kali lipat dari biasa nya.hingga sampai membuat Kiki terlalu nyaman dan mengeluarkan suara dengkuran halus dari mulut nya.
__ADS_1
" Cepat banget sih tidur nya ?" keluh Rangga gelang-gelang kepala.
Rangga lalu meminta Bi Mus untuk mengambil kan selimut dan juga bantal yang akan di gunakan untuk mengganjal perut Kiki.
" Makasih ya Bi." ucap Rangga lalu menyelimuti tubuh Kiki dan tidak lupa membenarkan posisi tidur Kiki.
Rangga lalu melirik jam yang ada di pergelangan tangan nya yang sudah menunjukkan pukul 21.30.badan Rangga yang sudah sangat lelah dan harus segera dibersihkan dari keringat yang menempel di tubuh nya membuat lelaki ini terpaksa harus mandi di kamar mandi Kiki dan meminta Nanda untuk mengambil baju nya yang kebetulan selalu dia siapkan di jok belakang.
Dalam waktu 5 menit Rangga sudah selesai membersihkan tubuh nya karena tidak ingin meninggalkan Kiki terlalu lama tidur sendirian di atas sofa yang tidak memiliki penghalang.
Rangga sebenar nya tidak tega melihat Kiki tidur seperti ini di tempat yang sempit dan tidak nyaman di gunakan untuk tidur,tapi apa boleh buat,Kiki pasti akan terbangun dan tidak akan mau di gendong masuk ke dalam kamar dan rasa kantuk yang menyerang nya pun otomatis akan hilang menguap begitu saja.
" Sebaiknya Aku tidur di bawah saja." batin Rangga lalu menyusun banyak bantal yang akan dia gunakan sebagai alas kepala nya dan tidak lupa menarik selimut untuk menutupi tubuh nya dari gigitan nyamuk nakal.
Rangga merebahkan tubuh nya lalu memejamkan mata nya secara perlahan hingga dia benar-benar terlelap di alam mimpi nya.Rangga terpaksa melakukan ini semua untuk berjaga-jaga jika terjadi suatu hal yang tidak di inginkan.Rangga menelentang kan tubuh untuk melindungi tubuh Kiki jangan sampai terjatuh ke atas lantai.
" Ya ampun Den!" Bi Mus menutup mulut tidak percaya melihat pengorbanan Rangga yang begitu besar untuk Kiki.pria ini bahkan rela tidur tanpa memakai kasur empuk yang seumur hidup selalu menemani nya.
Rangga yang sudah terlelap sama sekali tidak menggubris suara Bi Mus yang berada tidak jauh dari mereka berdua.
Nanda sang asisten sudah di minta oleh Rangga pulang ke rumah nya dan tidak lupa meminta untuk menjemput nya pagi besok.
Entah jam berapa saat ini,yang jelas Rangga terbangun saat merasakan perut nya terasa sangat berat sekali dan rasa nya sangat sungguh sesak sekali.Rangga perlahan membuka mata nya dan melihat jika benda berat yang menimpa perut nya ternyata sepasang kaki milik ibu hamil ini.
" Tadi Kamu tidur nya pulas banget,Abang ngga tega buat bangunin nya, sekarang pindah ke kamar ya,kasihan kalau tidur terlalu lama di atas sofa." jawab Rangga lalu mendudukkan tubuh nya dan ikut naik di atas sofa yang di tempati oleh Kiki.
" Tapi Aku lapar Bang." keluh Kiki sambil memegang perut nya yang kembali terasa kosong padahal sebelum sampai di rumah tadi mereka sudah terlebih dahulu mampir untuk makan di sebuah warung ayam penyet.
" Kamu mau makan apa? Coba Aku lihat ke belakang masih ada atau tidak sisa makanan tadi. " ucap Rangga lalu melepas selimut yang menutupi tubuh nya dan berjalan menuju dapur.
" Aku mau makan yang lain saja Bang!" seru Kiki menghentikan langkah Rangga dengan menahan pergelangan tangan nya.
Rangga mendadak was-was mendengar permintaan Kiki.baru kali ini dia merasakan sesuatu yang tidak menentu karena harus menuruti permintaan seorang ibu hamil.
"Memang nya apa?" tanya Rangga dengan lembut.
"Seblak pedas." jawab Kiki tersenyum dengan mata yang di kedipkan.
Rangga kembali merasa gemas melihat tingkah Kiki dan tersenyum manis menatap Kiki.
__ADS_1
" Kamu boleh makan seblak,tapi tidak boleh terlalu pedas dan menggunakan cabe dalam jumlah banyak." upaya Kiki untuk membujuk Rangga ternyata tidak berhasil karena Rangga terlalu protektif kepada dia.
" Satu kali ini aja Bang! Aku lagi pengen banget." pinta Kiki sambil mengatupkan kedua tangan nya menatap sendu ke arah Rangga.
" Mau makan seblak atau tidak sama sekali." suara Rangga terdengar sangat tegas dengan raut wajah yang tidak bisa lagi di ajak kompromi.
" Baiklah,tapi kasih sedikit cabe ya Bang,kalau nggak pakai cabe rasa nya ngga akan nikmat sama sekali." Kiki kembali melakukan negosiasi berharap Rangga mau mengabulkan permintaan terakhir nya.
" Sekali tidak! Tetap tidak sayang." jawab Rangga lalu berjalan menuju dapur dan tidak lupa membawa ponsel untuk melihat tutorial yang ada di aplikasi merah.
Rangga nampak antusias mengeluarkan dan memotong semua bahan-bahan yang akan dia gunakan untuk membuat seblak khusus bagi ibu hamil.
Sedangkan kan malam ini Teguh sengaja memilih lembur di kantor nya karena sangat malas untuk bertemu dengan wanita yang sudah menjebak dan dia anggap sebagai biang masalah dalam hidup nya.
Teguh lembur di temani oleh kedua asisten setia nya.
" Kenapa Bos tidak menceraikan saja wanita itu,padahal semua bukti dan video yang mereka jadikan ancaman untuk Bos sudah berhasil di musnahkan oleh anak buah kita." ucap Bimo memberi kan saran.
Teguh menghentikan pergerakan tangan nya di keyboard laptop kecil nya.
Huft....Teguh mengusap kasar wajah nya sambil menatap langit -langit ruang kerja nya.
" Aku masih ingin bermain-main dengan ****** itu,urusan menceraikan itu sangat mudah bagi ku.tetapi Aku harus memastikan terlebih dahulu kalau dia sangat menderita dan pergi dengan sendirinya dari rumah ku." jawab Teguh menatap lurus dengan pandangan kosong nya.
" Aku tidak akan pernah melepas kan ****** itu sampai Aku merasa puas dan dia bersujud meminta ampun kepada ku." imbuh nya tersenyum miring.
Bimo dan Ken mengangguk setuju dengan apa yang ada di kepala Bos mereka saat ini.kalau soal menyiksa dan memberikan pelajaran bagi pengkhianat Teguh adalah ahli nya.
Tanpa sepengetahuan Tania dan juga kedua orang tua nya.anak buah Teguh bekerja dengan cepat meretas isi ponsel milik mereka bertiga,semua video dan bukti yang ada di galeri foto sudah di hapus tanpa ada jejak sedikit pun.
Teguh sengaja mengumpulkan semua ponsel milik mereka bertiga dengan dalih untuk menjaga privasi dan mencegah tersebar nya video pernikahan mereka ke khalayak ramai.
Di saat semua orang sedang serius menunggu proses ijab qobul di laksanakan.di saat itu pula lah jemari anak buah Teguh bekerja dengan sangat lincah mengotak -atik semua isi ponsel itu dan berhasil menemukan video panas milik Tania bersama beberapa pria di luar sana.
" Dimana kedua orang tua nya berada saat ini?" tanya Teguh.
" Menurut laporan yang di berikan oleh anak buah kita,saat ini mereka berada di pulau J menumpang hidup di rumah orang tua nya.dan hidup mereka benar-benar susah dan selalu di teror oleh penagih utang hampir setiap hari." jawab Bimo menjelaskan.
" Ini belum seberapa dengan kemarahan Nenek kepada Aku,minta anak buah kita untuk terus mengawasi pergerakan keluarga itu dan jangan lupa terus takut-takuti mereka tetapi jangan sampai melukai." titah Teguh.
__ADS_1
" Baik Bos,nanti akan Saya sampaikan." jawab Bimo patuh.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰😍