Terhalang Restu Orang Tua

Terhalang Restu Orang Tua
Bab 69


__ADS_3

" Pak berhenti di minimarket depan ya." ucap Kiki saat melihat ada sebuah minimarket dan tidak jauh dari sana ada sebuah masjid yang berdiri kokoh.


" Siap Non." ujar sopir taksi mulai memelankan laju mobil nya.


" Ini Pak, terimakasih ya." ucap Kiki menyerah kan uang untuk membayar ongkos taksi.


"Sama-sama Non." jawab sang sopir taksi lalu pergi meninggalkan Kiki.


Di dalam perjalanan nya menuju ke mesjid itu,Kiki selalu waspada melirik situasi yang ada di sekitar dia.Kiki paham betul dengan siapa dia sudah menikah.hanya dengan satu jentikan jari saja Teguh akan mudah menemukan dia.


Tidak ingin kepergian nya di ketahui oleh mata-mata dari suami nya,Kiki mengeluarkan sebuah selendang biru dari tas nya lalu memakai kan di kepala nya.


Kiki terus berjalan menyeret koper besar yang berisi baju dan satu kotak susu hamil sebagai bekal nya di dalam perjalanan nanti.


Sesampai nya di depan pintu gerbang mesjid berwarna hijau itu,Kiki langsung memutuskan untuk menghubungi Rangga untuk meminta pertolongan nya.


" Assalamualaikum Bang." sapa Kiki saat ponsel nya telah tersambung.


" Wa alaikum salam Ki,tumben nelpon Abang malam-malam begini,di tinggal sendirian di rumah ya,eeh.. Tunggu dulu,suara Kamu kenapa serak kayak orang habis menangis gitu?"hardik Rangga yang mulai mencium aroma pertengkaran hebat.


" Cerita nya panjang Bang,nanti Aku jelas kan,boleh Aku minta bantuan sama Abang?" tanya Kiki penuh harap,saat ini hanya Rangga lah yang bisa Kiki harapkan, untuk menghubungi ketiga sahabat nya Kiki merasa sungkan dan pasti Teguh dengan mudah menemukan dia.


" Sangat boleh,memang nya ada apa?" tanya Rangga masih penasaran dengan alasan nya.


" Nanti Kiki jelasin Bang,tolong jemput Kiki dulu di masjid At-Taqwa yang ada di jalan Garuda muda ya Bang,Kiki tunggu."ucap Kiki sangat pelan takut kedengaran sama orang lain.


" Baiklah, Abang kesana sekarang juga.Kamu jangan kemana-mana dulu." jawab Rangga mengingat kan karena takut terjadi apa-apa kepada Kiki, apalagi kondisi malam yang sudah semakin gelap ini membuat para pelaku kejahatan memanfaatkan keadaan sunyi senyap ini.


" Iya Bang." Kiki langsung memutuskan sambungan telepon nya lalu berjalan masuk mencari tempat untuk bersembunyi.Kiki yang merasa tidak tenang berdiri di tepi jalan raya ini, memutuskan untuk masuk ke dalam pekarangan mesjid dan duduk di sebuah bangku yang ada di samping mesjid ini.


Kiki memutuskan untuk mematikan ponsel nya untuk sementara waktu.semua ini dia lakukan untuk ketenangan hati nya.wanita ini menangis di tengah sunyi nya malam.lantai yang dia pijak tampak masih basah di genangi oleh air hujan.tak ada satu pun bintang atau pun bulan yang menghiasi langit, yang tersisa hanya lah gelap berselimut kan awan hitam.

__ADS_1


"Aku harus kuat ,Aku harus segera pergi dari hidup Mas Teguh dan akan Aku buat dia menyesal karena telah mengkhianati kepercayaan yang Aku berikan kepada dia."


" Kamu akan menyesal Mas!" teriak Kiki di tengah hening nya suasana malam ini.


Sorot lampu mobil milik Rangga nampak terang mencari keberadaan Kiki.setelah menemukan tempat duduk Kiki,Rangga bergegas keluar dari mobil dan menghampiri wanita yang sedang menangis itu.


" Kamu kenapa Ki?" tanya Rangga lalu melepaskan jacket kulit yang di pakai dan memasang di tubuh Kiki yang masih bergetar.


" Mas Teguh benaran selingkuh Bang." ucap Kiki sambil membalikkan badan nya dan langsung memeluk tubuh kekar Rangga.


Hiks..Hiks..Hiks


Rangga yang mendengar Kiki menangis sesenggukan seperti ini membuat darah tinggi nya semakin naik sampai ke pucuk kepala nya.


" Kamu punya bukti nya?" tanya Rangga lagi.


" Hm." jawab Kiki dengan mengangguk.


" Masuk lah." ucap Rangga setelah membukakan pintu mobil untuk Kiki.


" Makasih Bang, lagi-lagi Kiki merepotkan Abang." jawab Kiki lalu duduk sambil menyandarkan kepalanya di sandaran jok mobil.


" Sekarang cerita kan semua nya kepada Abang,apa yang sebenarnya sudah terjadi?"


Kiki pun menghela nafas panjang nya dan mulai menceritakan semua nya dari awal pesan misterius itu masuk sampai pada penggerebekan Teguh yang tengah bercumbu dengan seorang wanita dengan baju yang sudah terbuka di bagian dada nya.


Rangga yang mendengar cerita yang keluar dari mulut Kiki di buat marah dan juga emosi,Rangga nampak mengepal kan kedua tangan nya,rasa nya ingin sekali memberikan pelajaran kepada Teguh sampai babak belur.


" Bang,bawa Aku pergi,Aku ingin pergi sejauh mungkin dan nggak akan mau bertemu dia lagi."ucap Kiki memohon memegang tangan Rangga yang masih terkepal.


" Kamu memang harus pergi dari kehidupan nya, Abang sudah tidak rela lagi melihat dia terus menyakiti Kamu, sekarang ikut Abang ke hotel dulu,besok pagi kita berangkat nya."pria ini pun mengiyakan permintaan Kiki,Rangga yang memang sudah harus kembali ke tempat dinas nya memutuskan untuk mengajak serta Kiki ikut bersama nya.setidak nya dia akan merasa tenang karena Kiki berada dalam jangkauan mata nya.

__ADS_1


" Baiklah Aku setuju Bang,yang penting Aku pergi meninggalkan kota ini."


" Apa Kamu sudah menceritakan semua nya kepada Ibu dan juga Ayah?" tanya Rangga lagi.


" Belum Bang,Aku belum siap,nanti setelah berada di sana,Aku akan memikirkan cara untuk menyampaikan kabar buruk ini."


" Jangan khawatir, Abang akan membantu Kamu untuk menjelaskan semua nya kepada Ibu dan juga Ayah." Rangga mengelus lembut kepala Kiki.ingin sekali Rangga memanfaatkan keadaan genting ini,namun dia tidak ingin membuat Kiki tertekan dengan pernyataan cinta nya yang datang di waktu yang tidak tepat.


" Kita langsung ke hotel ya,ini sudah larut, Kamu harus segera beristirahat supaya kuat menghadapi kenyataan pada besok hari." seloroh Rangga menatap seksama wajah Kiki yang masih sembab dengan hidung bak seperti tomat masak.


" Iya Bang." jawab Kiki tersenyum.


Rangga pun melaju kan mobil nya menuju ke tempat penginapan nya.di dalam perjalanan menuju ke hotel, Rangga sengaja tidak mengajak Kiki berbicara untuk memberi waktu bagi Kiki agar bisa menenangkan pikiran nya.


Sesampai di sebuah hotel yang terletak sangat dekat dengan sebuah bandara internasional,Rangga langsung memarkirkan mobil nya terlebih dahulu.


" Pakai masker dan juga topi ini Ki " ujar Rangga memberikan kedua benda itu kepada Kiki.


" Iya Bang." jawab Kiki patuh,dia sudah tahu apa maksud dari perintah Rangga kali ini.


" Aman." Rangga pun mengacungkan jempol nya kepada Kiki.


" Kalau Kamu berpenampilan seperti ini tidak akan ada orang yang bisa mengenali Kamu,koper nya kita tinggal kan saja di dalam mobil." Rangga lalu keluar dari mobil nya setelah merasa cukup aman dan tidak lupa membantu membuka pintu untuk Kiki.


" Hati-hati,awas kepala nya." ucap Rangga memberikan sebuah perhatian yang sangat menyentuh hati Kiki.


" Kenapa rasa nya aneh sekali." gumam Kiki mencoba memegang dada nya yang berdebar lebih cepat lagi.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰😍😍😍


Hari ini update nya 1 bab dulu yah...😊😊

__ADS_1


__ADS_2