
Kiki langsung menerobos masuk ketika melihat pintu rumah nya terbuka lebar.
" Assalamualaikum Ibu..Ayah..." Kiki memanggil sambil mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan.di teras depan Kiki tidak sengaja melihat ada motor sang Ayah yang terparkir, itu berarti Ayah nya sedang libur dinas.
" Wa Alaikum salam Nak.Kamu baru datang?"tanya Ibu Ratna menghampiri masih dengan tangan nya yang kotor oleh tanah.
" Iya Bu.. Ayah mana? Ibu lagi ngapain sih Kiki panggil -panggil sejak tadi ngga ada sahutan?"tanya Kiki merasa penasaran sebab sudah lebih dari 10 kali dia memanggil nama sang Ibu tetapi tidak kunjung mendapatkan balasan.
" Ayah ada di kebun belakang,kami sedang menanam sayur-sayuran." jawab Ibu Ratna langsung menerima uluran tangan Rena yang sudah masuk setelah memarkirkan mobil nya.
" Kalian berdua makan saja dulu, kebetulan Ibu sudah siap memasak tadi."
" Sekalian aja Bu!" seru Kiki menimpali.
" Ibu mau panggil Ayah dulu sekalian mau cuci tangan juga." jawab Bu Ratna berlalu kembali ke kebun kecil yang terdapat di belakang rumah mereka.
Kiki dan Rena masih duduk di kursi meja makan menunggu kedua orang tua nya datang.makan dalam suasana ramai sangat dirindukan oleh Kiki yang selalu kesepian beberapa hari terakhir ini.
" Nak! Kapan Kalian berdua datang,kenapa tidak mengabari dulu,biar Ibu bisa masak makanan kesukaan Kamu."ujar Ayah Kiki yang baru datang dari arah belakang.sejujur nya Pak Agus sangat merindukan sang putri semata wayangnya.entah kenapa beberapa hari terakhir ini tidur Pak Agus tidak pernah lagi senyaman dulu,suara tangis Kiki selalu datang menganggu Pak Agus setiap malam.tidak jarang Pak Agus terjaga sampai pagi karena terlalu memikirkan arti mimpi nya yang selalu sama dan tidak ada perbedaan.
" Kamu sehat Nak,apa terjadi sesuatu kepada Kamu?"Pak Agus langsung memeluk tubuh kurus Kiki dan mencium pucuk kepala nya.
" Makan lah lebih banyak lagi Nak, tubuh mu sudah sangat kurus sekali." imbuh pria paruh baya ini sambil menelisik seluruh bagian tubuh sang putri dan beliau merasakan sebuah perbedaan yang mencolok.tubuh Kiki sekarang berbeda dengan tubuh Kiki yang dulu.otot-otot tulang Kiki berhamburan menampakkan diri nya.
" Jangan meledek Kiki Yah,tubuh Kiki mau sebesar apa lagi,nanti Kiki susah jalan lagi Yah karena keberatan sama badan." jawab Kiki berusaha seceria mungkin agar kedua orang tua nya tidak mencurigai kedatangan nya.
" Sudah..Sudah ..Ayo kita makan,kasihan Rena sudah sejak tadi menahan lapar nya menunggu Ayah sama Kiki selesai berbicara." tegur Ibu Ratna menghentikan perselisihan lucu yang terjadi di antara Ayah dan anak nya.
a
" Hahaha.." Pak Agus pun tertawa mendengar sang istri meledek Rena.sedangkan Rena tersenyum malu karena apa yang di ucapkan oleh Ibu angkat nya ini benar adanya.
Kiki,Rena dan kedua orang tua Kiki menikmati hidangan yang sudah di masak sang Ibu sembari mengobrol santai sebagai penghibur.Kiki seolah lupa dengan masalahnya dan terlihat sangat bahagia bisa berkumpul kembali dengan keluarga nya.
__ADS_1
" Tinggal di rumah besar,mewah, fasilitas lengkap ternyata tidak menjamin sebuah kebahagiaan." batin Kiki merasa sangat tersiksa tinggal di rumah Teguh, walaupun rumah orang tua nya terbilang kecil dan sangat sederhana, tetapi Kiki merasa nyaman dan tenang berada di suasana seperti ini.
Ketika mereka tengah asyik bercerita ada suara pintu di ketuk yang membuat Rena refleks berdiri dan pergi kedepan untuk melihat.
" Siapa Rena?" tanya Kiki saat mendengar suara yang cukup familiar di luar sana.
" Ini Nona muda, katanya Abang nya Nona muda." jawab Rena masih berdiri di ambang pintu.sementara Rangga langsung menerobos masuk ketika melihat wanita kekar ini begitu lama menyuruh dia masuk.
" Assalamualaikum Ayah..Ibu." sapa Rangga kepada kedua orang tua Kiki.
Kiki yang hendak menghampiri keluar pun memilih kembali ke tempat duduk nya setelah melihat orang yang Rena maksud sudah berdiri manis di depan mata nya.
" Rangga...Kamu teh benaran Rangga kan?" tanya Ibu Ratna tidak percaya.tangan wanita paruh baya ini sibuk meraba seluruh badan Rangga yang beliau anggap sudah berubah drastis.
" Iya Bu!Bagaimana kabar Ibu dan juga Ayah?" tanya Rangga balik.
" Alhamdulillah kami sehat,Kamu kapan pulang ke ibu kota?Kenapa ngga ngabarin dulu,kalau Ibu tahu rumah kalian bisa Ibu bersihkan terlebih dahulu."ujar Ibu Ratna panjang lebar,rasa nya bahagia sekali bisa bertemu lagi lelaki tampan yang sudah dia anggap seperti anak nya sendiri.
" Rangga baru 3 hari di sini Bu,dan Rangga juga hanya sementara di sini Bu,rumah nya ngga usah di bersihkan,sayang sama tenaga Bu,toh nanti bakal di tinggal lagi."
" Rangga datang kesini karena sedang ada tugas Yah, mungkin beberapa hari lagi akan kembali ke tempat dinas.Oh ya.. Papa sama Mama titip pesan kangen untuk Ayah dan Ibu,maaf mereka belum bisa pulang karena orang tua Papa sedang sakit parah di sana.keadaan mereka juga baik-baik saja Yah." jawab Rangga menjelaskan.
Rena yang tidak tahu apa-apa tentang pria yang ada di depan nya ini memilih beranjak keluar duduk di teras depan, meskipun mereka semua sudah menganggap dia sebagai anggota keluarga mereka, tetapi Rena masih merasa sungkan untuk terlalu ikut campur dengan urusan keluarga ini.
Kiki,Rangga ,Pak Agus dan Ibu Ratna nampak mengobrol santai sambil menemani Rangga menyantap makan siang nya.Rangga bahagia sekali bisa kembali mencicipi masakan Ibu Kiki yang memang terkenal enak dan juga lezat.
"Suami Kamu kemana Nak?" tanya Pak Agus baru menyadari ada yang kurang di antara mereka saat ini.
Kiki seketika langsung menghentikan tawa nya dan raut wajah nya berubah drastis ketika mendengar kata suami .
" Lagi kerja Yah." jawab Kiki singkat berusaha menetralkan wajah nya.
" Oh..Ayah perhatikan dia selalu sibuk bekerja, sesekali Kamu harus mengingat kan dia agar punya waktu untuk keluarga dan diri nya sendiri,jangan terlalu fokus dengan pekerjaan, nikmati lah hidup ini dengan semestinya."ujar Pak Agus mengingat kan sang putri,rasanya sudah lama sekali Teguh tidak pernah mengunjungi mereka.
__ADS_1
Rangga yang mengerti bagaimana perasaan Kiki saat ini langsung mengalihkan atensi semua orang dengan ucapan nya.
" Ibu! Semenjak Rangga tinggal pergi tambah cantik aja sih Bu!" seru Rangga menyelamatkan Kiki dari suasana menegangkan ini.
" Terimakasih Kak." batin Kiki tersenyum tipis menatap Rangga.sedangkan Rangga langsung mengangguk dan membalas senyuman yang di berikan oleh Kiki.
" Jangan meledek Kamu Rangga,Ibu ini sudah tua dari mana datang cantik nya?" Ibu Ratna dan yang lain langsung tertawa mendengar celotehan mulut Rangga.
" Iya Bu..wajah Ibu masih sama seperti dulu." balas Rangga.
Singkat cerita,kedua orang tua Kiki sudah berpamitan untuk pergi ke komplek sebelah untuk menghadiri pesta pernikahan anak Pak RW dan tinggal lah mereka berempat di dalam rumah.kedua orang tua Kiki tidak lupa menitipkan Kiki kepada Rangga yang mereka anggap sebagai pelindung terbaik untuk Kiki.Riko adik Kiki sedang bermain catur dengan Rena di teras depan.sedangkan Kiki dan Rangga sedang membahas kehidupan Kiki sambil berbisik agar tidak kedengaran sama Riko.
" Bosan ngga?" tanya Rangga menatap seksama wanita nya.
" Lumayan! Emang nya kenapa?"
" Mau ngga Abang ajak jalan ke mall nonton bioskop sama main permainan di sana ?"
" Boleh.." jawab Kiki cepat yang tidak ingin waktu nya terbuang sia-sia, entah kapan lagi mereka bisa bertemu kembali.jarak pulau Jawa dan Kalimantan lumayan jauh.kesibukan di antara mereka menjadi faktor utama nya.
" Ajak adik sama wanita yang ada di depan dia juga,biar ramai dan tidak menimbulkan fitnah."
" Iya Bang,Nama nya Rena,dia adalah bodyguard yang Aku ceritakan kemarin itu." papar Kiki menjelaskan.
" Oh.... Pantesan badan nya terlihat berotot dan sangat Maco untuk ukuran wanita." ucap Rangga yang sejak tadi memang merasa penasaran dengan gadis itu,namun dia selalu lupa menanyakan nya kepada Kiki.
" Riko! Rena! Kalian mau ikut kami ngga jalan-jalan ke mall?"
" Mau.." jawab Riko dengan cepat dan bergegas menghampiri sang kakak meninggalkan Rena yang sibuk mengatur strategi di papan catur nya.
Setelah merapikan penampilan nya Kiki ,Rangga ,Rena dan Riko pergi meninggalkan rumah dengan Rangga yang ngotot ingin membawa mobil.
Rangga memarkirkan mobil nya di parkiran mall dan langsung mengajak masuk ketiga manusia yang sedang berdiri menunggu kedatangan nya.hari ini benar-benar menjadi hari paling bahagia untuk Kiki.
__ADS_1
" Andai saja waktu bisa Aku putar kembali,Aku tidak akan mau menerima pinangan mendesak itu."desah Kiki sambil menyeka air mata nya yang sudah jatuh.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰