Terhalang Restu Orang Tua

Terhalang Restu Orang Tua
Bab 46


__ADS_3

" Ken." panggil Teguh.


" Iya Bos." Sekretaris Ken menghentikan kegiatan beberesnya,dan berjalan mendekat ke arah Teguh.


" Tolong pesan kan makan siang untuk Aku." pinta Teguh sambil meringis merasa tidak nyaman di bagian perut nya.


" Makan siang? Untuk siapa Bos?" tanya Ken penuh selidik, tatapan mata tajam nya tidak pernah terlepas dari mulut Teguh yang tidak berhenti mengaduh kesakitan.


" Jangan bilang kalau Tuan muda belum makan siang sejak tadi, padahal 2 jam yang lalu Tuan muda baru saja dari luar dan menghabiskan waktu yang cukup lama." gumam Sekretaris Ken menebak sendiri apa yang sedang terjadi.


" Untuk Aku, tolong cari yang tidak terlalu pedas,karena perut ku sudah sangat perih sekali,jangan lama-lama, Aku tunggu di dalam ruangan." jawab Teguh lalu berdiri keluar dari meeting room dan bergegas masuk ke dalam ruangan nya.


Sekretaris Ken yang masih ingin membuka mulut nya,lalu mengurung kan niat ketika melihat Teguh yang sudah pergi begitu saja tanpa mau memberikan kesempatan lebih lama lagi.


" Aneh! Sudah beberapa hari ini Tuan muda terlihat berbeda dari biasa nya, berangkat ke kantor dengan baju kusut dan tidak sesuai dengan warna, datang nya selalu telat, pulang selalu cepat dan pas makan siang selalu keluar kantor dengan alasan untuk makan siang, tetapi kenapa Tuan muda malah bilang belum makan dan sedang sakit perut ya? Apa yang sudah terjadi?" batin Sekretaris Ken menatap punggung Teguh yang terus menghilang tergerus oleh jarak.


Tidak ingin membuat sang Bos menunggu terlalu lama, Sekretaris Ken mengeluarkan ponsel canggih nya lalu menghubungi salah satu nomer orang kepercayaan nya.


Di dalam ruangan nya, Teguh tidak berhenti menatap layar ponsel yang tertera pesan masuk dari wanita yang sudah 2 hari ini dia abaikan keberadaan nya.


Total sudah ada 110 pesan dan 110 penggilan yang tak terjawab yang di lakukan oleh Kiki.ingin sekali rasanya Teguh membuka dan membalas pesan singkat itu,namun permintaan sang Bunda kembali menghentikan aksi nya.


" Jangan dulu, sebaiknya Kiki tidak perlu tahu alasan di balik semua ini." gumam Teguh sambil meletakkan kembali ponsel nya ke atas meja kerja.


" Permisi Tuan muda." sahut Sekretaris Ken dari arah luar.


" Masuk Ken." perintah Teguh .


Dengan bersusah payah sekretaris Ken masuk dengan kedua tangan yang sedang memegang kotak makanan dan juga minuman.

__ADS_1


" Ini pesanan Anda Tuan muda." ujar Ken lalu meletakkan semua nya di atas meja panjang.


" Terimakasih Ken.apa Kamu sudah makan siang? Jika belum mari bergabung dengan ku." jawab Teguh sekaligus mengajak Sekretaris Ken.


" Tidak perlu Tuan muda, Saya sudah makan siang,kalau tidak ada yang penting lagi, Saya pamit keluar." ujar Sekretaris Ken undur diri dari ruangan besar ini.


"Baiklah.Kamu boleh pergi."jawab Teguh lalu beranjak menghampiri makanan yang masih terbungkus rapi.


Dengan tangan yang bergetar hebat,Teguh membuka segel kotak makanan itu lalu perlahan memasukkan nya ke dalam mulut.


Sudah pukul 3 sore tetapi Teguh baru saja makan pagi sekaligus makan siang.entah apa yang akan di lakukan oleh Kiki jika saja dia mengetahui fakta buruk ini.


Sedang kan di luar sana, Sekretaris Ken bersama Asisten Bimo sedang bergosip ria tentang kelakuan aneh Tuan muda nya.ini merupakan sebuah kegiatan langka yang di lakukan oleh kedua laki-laki dewasa yang bersifat tegas,dingin dam selalu irit bicara.


" Bagaimana bisa, si Bos baru makan siang?Sedang kan beberapa jam yang lalu dia terlihat pergi keluar meninggalkan kantor." tanya Asisten Bimo begitu curiga dengan apa yang di ucapkan oleh Sekretaris Ken saat ini.


" Lah benar Asisten Bimo! Saya sendiri yang memesan kan makan untuk Tuan Bos, mungkin Tuan Bos lagi makan di dalam sana, kalau Asisten Bimo tidak percaya,sini ikut Saya." ajak Sekretaris Ken sambil menarik tangan Asisten Bimo untuk mengikuti langkah kaki nya.


" Aneh bin ajaib!" seru Asisten Bimo sambil mengelus dada nya.


" Nah ...Saya tidak berbohong kan?" sahut Sekretaris Ken menyadarkan Asisten Bimo dari rasa tidak percaya nya.


"Kemana pergi nya Bos selama 2 hari ini? Kenapa ini seperti bukan lagi Bos yang Saya kenal selama ini." batin Bimo sambil menunduk kan kepala nya.


" Saya merasa ada yang janggal di balik semua ini! Biasa nya Bos tidak pernah mau pergi makan keluar jika bukan untuk meeting atau berhubungan dengan Nona Kiki." sahut Sekretaris Ken mengeluarkan isi hati nya.


" Kamu benar Sekretaris Ken,kita tidak boleh tinggal diam,kita berdua harus bekerja keras mengingat kan Bos supaya tidak telat makan lagi.biarkan Aku yang akan menyelidiki keanehan ini." jawab Asisten Bimo yang langsung mendapat kan anggukkan kepala dari lawan bicara nya.


Sepulang kuliah,Kiki bersama kedua sahabat nya menuju ke sebuah cafe yang cukup nyaman untuk di jadikan tempat nyantai dan menghibur diri.di tengah-tengah ketiga wanita ini,sudah ikut bergabung Gita teman akrab mereka yang sudah berkeluarga dan mempunyai anak kembar.

__ADS_1


Ketiga wanita ini begitu antusias mendengar Kiki memulai cerita bahagia nya.bahkan sebelum bercerita,Kiki sudah terlebih dahulu mengingat kan ketiga sahabat nya agar menyimpan rapat rahasia ini sampai waktu yang di nantikan tiba.


Di belakang meja yang mereka tempati,ada sosok Rena yang sedang duduk menikmati makanan yang sudah di pesan kan khusus oleh Kiki untuk bodyguard kesayangan nya.walaupun mulut nya sedang mengunyah makanan, tetapi mata tajam Rena tetap awas memantau situasi sekitar.


" rasa mual nya parah ngga Ki?" tanya Gita setelah Kiki selesai bercerita.


" Parah sih Git,di kampus tadi aja Aku sempat muntah,tanya aja sama mereka berdua." jawab Kiki sambil mengarah kan dagu nya kepada kedua gadis yang sedang asyik menyantap makanan.


" Iya loh Git,wajah Kiki sampai pucat banget, untung saja kita berdua buru-buru nyamperin dia ke dalam toilet kampus,kalau ngga ....Kita ngga tau lagi deh,apa yang akan terjadi berikutnya." sahut Lusi begitu heboh nya.makanan yang masih berada di dalam mulut nya langsung menyembur keluar dan mengenai wajah Kiki dan juga Hana.


" Lusi!" teriak kedua wanita ini dengan mata yang melotot sempurna.


" Maaf... Di luar kendali ku." jawab Lusi sambil nyengir dan mengangkat kedua jari nya sebagai tanda perdamaian.


" Hahahaha..." tawa Gita langsung pecah melihat kekonyolan Lusi yang selalu berhasil mengocok isi perut nya.


" Sumpah..Aku kangen banget ngumpul receh seperti ini.segala penat yang melanda tubuh sirna sudah ketika bisa tertawa lepas seperti ini." ucap Gita mengeluarkan uneg-uneg nya, semenjak menikah dengan sang suami dan memiliki momongan,Gita sudah jarang ikut berkumpul dengan mereka bertiga, waktunya terkuras habis untuk mengurus rumah tangga,suami dan kedua anak kembar nya.


" Ye...Kita berdua mah selalu standby, Ibu -ibu rumah tangga ini yang selalu sulit di ajak kumpul dengan alasan mengurus misua tercinta." sindir Lusi sambil mencebikkan bibir nya.


" Iya tuh! Lain kali pokok nya kita wajib ngumpul satu bulan setidaknya 2 kali lah." sahut Hana memberi ide bagus.


" Aku setuju." Jawab Kiki yang memang sedang butuh hiburan karena di tinggal kerja oleh suami nya.


"Aku sangat setuju sekali,mau 10 kali satu bulan pun Aku sanggup." sahut Lusi begitu sombong nya.di antara mereka berempat hanya Lusi dan Hana lah yang belum menemukan pendamping hidup,bukan karena tidak laku, tetapi sifat pemilih dari kedua wanita ini membuat banyak lelaki yang sudah mendekati, perlahan mundur mendengar kriteria idaman mereka berdua.


" Aku juga.." kini giliran Gita yang memberi suara.


" Oke baiklah,karena semua sudah setuju,maka jika sudah di tentukan tanggal nongkrong cantik nya,tidak boleh lagi ada yang menolak dengan alasan suami dan suami...Paham." ujar Hana dengan memberikan penekanan pada kata suami,agar kedua sahabat nya yang telah memiliki suami tidak lagi menolak ajakan mereka berdua.

__ADS_1


Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰😍


__ADS_2