
Kiki yang selalu saja mengeluh merasa bosan kalau berada di rumah saja membuat Rangga terpaksa membuka sebuah usaha kue untuk di kelola oleh Kiki.berkat tangan dingin Kiki,usaha kue ini berkembang sangat pesat bahkan memiliki banyak pembeli dan pelanggan dari berbagai daerah.
" Ramai banget ya Sayang?" tanya Rangga yang sengaja mampir untuk makan siang bersama.
" Iya Bang, karyawan nya bahkan sampai kewalahan melayani nya." jawab Kiki yang hanya di berikan tugas sebagai kasir, sedang kan petugas kasir sengaja di minta untuk membantu teman nya yang sedang pontang-panting melayani pembeli yang tidak ada habisnya, apalagi saat ini adalah jam makan siang otomatis semua karyawan sedang keluar mencari makanan untuk mengisi perut.
Karena melihat antusiasme masyarakat yang sangat tinggi dan semakin banyak membuat Rangga juga terpaksa ikut membantu melayani pembeli.
" Kamu Istirahat saja sayang." ucap Rangga mengingat kan.
" Nggak papa Bang,kan cuman duduk doang,kasihan mereka." jawab Kiki yang enggan meninggalkan posisi nya karena tidak ingin melihat karyawan kewalahan menghandle pekerjaan ini.
" Ya sudah,nanti kalau sudah agak sepi kita masuk ya." tawar Rangga yang terpaksa mengalah karena Kiki tipe orang yang susah untuk di ingatkan.
" Iya Bang." jawab Kiki sambil mengembalikan uang pembeli.
Kedekatan Kiki dan Rangga membuat banyak pembeli semakin bertanya-tanya, apalagi Rangga sangat jarang sekali datang ke toko ini.
" Itu suami nya Mbak Kiki ya? Ganteng banget."ujar salah satu pembeli yang sudah menjadi langganan toko ini.
" Iya Bu." jawab Rangga mengamini.
" Ganteng banget sih Mas, badan nya juga bagus sekali.mirip-mirip Bapak polisi." seru emak-emak yang berada di barisan nomer 2.
" Lah kan memang mantan polisi Bu!" seru Kiki dalam hati nya.
" Masih punya adik atau kakak nggak Mas? Saya masih punya anak gadis loh,boleh lah kita jodohkan,kalau sama Mas nya juga boleh." goda Ibu -ibu itu yang sangat terpesona dengan senyuman manis Rangga.
" Nanti istri Saya marah Bu! Cari yang masih single aja." tolak Rangga seakan-akan mereka memang lah sepasang suami istri yang sah.
" Abang!" tegur Kiki melototi Rangga yang sedang tersenyum kepada dia.
Setelah melihat toko kue mereka mulai sepi,Rangga langsung menuntun Kiki masuk ke dalam sebuah ruangan yang memang di desain khusus untuk tempat beristirahat Kiki.ruko berlantai dua ini sudah menjadi milik Kiki.berkat keuntungan besar yang mereka terima setiap hari nya membuat Kiki dengan mudah menyisihkan rezeki nya untuk membeli ruko ini tanpa harus membayar sewa bulanan nya.
" Kamu masak apa sayang?" tanya Rangga ingin tahu.
__ADS_1
" Masak tauco sama ayam kecap Bang." jawab Kiki lalu membantu mengambilkan nasi untuk Rangga.
" Terimakasih sayang." ujar Rangga menerima piring pemberian Kiki.
" Iya Bang,apa surat pengadilan sudah sampai ke tangan Mas Teguh?" tanya Kiki penasaran.
" Seperti nya sudah,karena tidak mungkin pihak pengadilan menunda nya lagi." Rangga nampak bersemangat menghabiskan isi piring nya.
masakan Kiki membuat perut Rangga semakin membuncit setiap hari nya.
" Iya sih." jawab Kiki tenang, setidak nya dia tidak perlu takut lagi di ganggu oleh Teguh dan juga keluarga nya.
" Enak banget loh sayang." puji Rangga sambil nyengir.
" Habiskan saja Bang, mereka udah Aku bagi kok." jawab Kiki yang merasa senang melihat Rangga selalu memuji hasil masakannya.
" Oke.... Sayang." Rangga memberikan acungan jempol nya kepada Kiki.sedangkan mulut nya asyik menguyah nasi dan juga ayam kecap.
Setelah selesai menyantap makan siang yang begitu nikmat ini,Rangga memilih duduk santai sejenak menikmati kue kering buatan tangan Kiki dan karyawan nya.toko di depan sengaja di tutup karena semua stok kue sudah habis terjual.karyawan Kiki tengah sibuk mempersiapkan adonan untuk kue pagi besok.
" Sayang? Kue nya nggak ada lagi ya?" tanya Rangga yang sangat ketagihan memakan kue bolu gulung rasa coklat ini.
" Yah!Padahal mau Aku bawa ke kantor untuk Nanda sama yang lain nya." jawab Rangga.
" Besok saja Bang,biar Kiki paket kan saja ke kantor Abang." ujar Kiki memberi solusi.
" Boleh,tapi sekarang Abang balik ke kantor lagi ya.nanti kalau Kamu mau pulang jangan lupa telpon sopir Kamu ya,jangan terlalu capek kerja nya.kasihan dedek bayi." ucap Rangga sebelum pergi meninggalkan kekasihnya dan terlebih dahulu mengingat kan wanita ini agar ingat kondisi tubuh nya.
" Siap Tuan Rangga, Saya akan mengingat nya." seloroh Kiki yang sengaja ingin menjahili pria yang ada di samping nya.
" Gemas! Bakpao." jawab Rangga sambil menoel-noel kedua pipi Kiki yang sudah berisi dan semakin bulat.
" Jelek ya." tanya Kiki tidak percaya diri.
" Nggak kok cantik,dan selalu cantik." balas Rangga yang menyadari bahwa Kiki mulai merasa insecure dengan perubahan tubuh nya.
__ADS_1
" Kamu kan lagi hamil sayang! Nanti akan berubah lagi kok tubuh Kamu." imbuh nya menenangkan.
" Tapi Aku merasa keberatan loh bawa bobot tubuh ku ini." sungut Kiki sebel.
" Jangan kayak gitu dong sayang,nggak papa! Nama nya juga pengorbanan seorang ibu,nanti kita bisa olahraga lagi.Aku akan menemani Kamu." ujar Rangga tenang.
" Benaran temenin ya !" tantang Kiki yang nampak bersemangat.
" Iya.. Untuk Kamu apapun Abang lakukan, Abang pamit ke kantor dulu ya jangan lupa istirahat,tugas kamu hanya mengecek saja." tutur Rangga tegas.
" Siap pak komandan,udah sana berangkat." Kiki mendorong pelan tubuh Rangga yang masih saja keluar masuk demi mengingat kan dia.
Rangga akhirnya masuk ke dalam mobil nya dan berlalu meninggalkan toko kue milik Kiki.
Sedang kan di dalam perusahaan Sentosa Group,Teguh sengaja mengundang teman nya yang merupakan seorang pengacara handal dan sangat disegani oleh lawan nya.
" Aku rasa keputusan pengadilan ini sudah sangat tepat bro, kita tidak bisa lagi mengganggu gugat surat perceraian ini,kalian sudah terpisah cukup lama dan di dalam surat ini juga terdapat tanda tangan Kamu." ucap nya menjelaskan.
" Tetapi Aku tidak pernah merasa menandatangani surat itu,tanda tangan itu palsu." sahut Teguh merasa telah di tipu.
" Tetapi tanda tangan ini Asli kan?" tanya pengacara yang bernama Adit.
" Iya,itu memang tanda tangan Aku,suara yang terdapat di rekaman video itu juga suara Aku, tetapi Aku tidak pernah merasa mengucapkan kata talak itu." bantah Teguh yang benar-benar merasa janggal dengan kenyataan yang ada.
" Mungkin Kamu lupa melakukan nya karena terlalu frustasi."
" Nggak gitu juga bambang! Sekacau apapun hidup Aku! Tidak mungkin Aku mengucapkan kata cerai itu.Kamu tahu betul bagaimana rasa cinta ku untuk dia.Aku masih belum bisa terima dengan surat perceraian ini." ujar Teguh bersikeras masih ingin melayang kan surat keberatan nya.
" Jangan gegabah,itu sama saja Kamu mempermalukan diri mu sendiri,surat ini sudah di keluarkan dengan secara sah dan tidak akan bisa lagi di tarik kembali.Kamu masih bisa melanjutkan hidup mu dengan wanita lain, mungkin kalian memang tidak ditakdirkan untuk berjodoh." ucap Adit menasehati sang sahabat.
" Tapi rasa di hati ku ini masih terlalu besar untuk dia." gumam Teguh lirih.wajah nya berubah sendu mengingat hubungan mereka yang sudah kandas di tengah jalan.
" Dia pergi membawa anak kami bro." sambung nya lagi.
" Aku yakin,Kiki tidak akan tega memisahkan Kamu dengan anak nya,suatu hari nanti Aku yakin pasti kalian akan di pertemukan kembali." sahut Adit berusaha memberikan semangat untuk Teguh yang kembali terlihat murung.
__ADS_1
" Semoga saja!Aku sangat berharap bisa bertemu dengan dia lagi,Aku ingin menjelaskan semua kesalahpahaman itu.Aku tidak selingkuh dan kejadian yang dia lihat kemarin itu hanya salah paham." ujar Teguh pilu.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰🥰