Terhalang Restu Orang Tua

Terhalang Restu Orang Tua
Bab 13


__ADS_3

Kiki tersenyum getir menatap bayangan diri nya dari pantulan kaca rias. semua nya seperti halusinasi belaka.


Bahkan waktu 2 jam yang seharusnya bisa dia pergunakan untuk beristirahat malah di pakai habis untuk melamun.


Teguh sudah terlebih dahulu masuk ke alam mimpi nya karena sudah merasakan lelah yang teramat sangat.


Suara ketukan pintu yang terdengar dari arah luar, menyadarkan Kiki dari pelik nya kisah kehidupan nya.


" Sebentar." jawab Kiki.


Ceklek


Di saat pintu terbuka sempurna,nampak lah ketiga sahabat nya datang dengan seorang wanita yang tadi pagi bertugas merias wajah nya.


" Sekarang waktunya Nyonya Teguh Rizaldi untuk kembali di make up!" seru Lusi heboh.


" Baiklah." jawab Kiki tidak bersemangat.


Dia pun mempersilahkan masuk ketiga sahabat nya bersama MUA yang akan merias wajahnya.


" Suami kamu masih tidur ya Ki?" tanya Hana.


" Hm.." jawab Kiki.


Sang MUA kembali memulai memoles wajah Kiki untuk yang kedua kali nya,kali ini wajah Kiki di rias sesuai dengan tema yang telah di tentukan oleh pihak panitia acara bersama Bimo selaku penanggung jawab acara nya.


" Cantik banget sih Istri nya aku." ujar Teguh dengan wajah bantal nya.


Ke empat wanita itu terlalu asyik dengan obrolan mereka,sampai tidak sadar kalau Teguh sudah berdiri di belakang mereka.


" Sumpah kaget banget!" Lusi mengelus dada nya yang berdebar kencang.


" Kamu sudah bangun Mas? sana buruan mandi terus ganti pakaian." tegur Kiki ketika melihat Teguh masih betah nimbrung bersama kaum wanita.


" Bentar yank,Aku mau lihat bidadari nya Aku dulu." Teguh kembali menggoda Kiki dengan alis yang di naik turun kan.


" Ck." Kiki berdecak kesal.


Teguh yang tau jika suasana hati istri nya sedang tidak baik-baik saja, memilih mengalah dari pada terjadi yang tidak di inginkan.


" Iya..Iya Aku mandi,jangan marah-marah terus." Teguh langsung memutar badan nya masuk ke dalam kamar mandi.


" Santai bro!" seru Lusi berusaha mengubah suasana hati Kiki.

__ADS_1


" Kamu jangan marah sama Mas Teguh seperti itu Ki, kasihan loh Mas Teguh nya! Sudah capek-capek merangkai acara indah ini demi memenuhi janji nya kepada kamu." ujar Hana menasehati.


" Aku ngga marah, tetapi Aku juga bingung dengan kondisi hati Aku saat ini, ngomong- ngomong,kamu kok tau kalau Mas Teguh yang merangkai acara ini?" Kiki mulai mengintrogasi ketiga sahabat nya yang datang tanpa memberi kabar.


Hana, Lusi dan Gita saling menatap dengan menahan tawa melihat tingkah kepo dari Kiki.


" Jadi cerita nya begini." Hana akhirnya angkat suara ,dia mulai menceritakan bagaimana dan kapan Teguh menghubungi mereka meminta waktu untuk bertemu,dan di tempat pertemuan itu Teguh mulai menceritakan semua kejutan yang telah dia persiapkan untuk Kiki sang pujaan hati.


Kiki mengangguk kan kepalanya mendengar cerita yang keluar dari mulut Hana.


" Maka nya kamu jangan cemberut terus,kalau Aku jadi kamu!Aku pasti bangga banget melihat perjuangan yang telah di lakukan oleh Mas Teguh hanya karena tidak ingin terpisah kan lagi dengan kamu." kali ini Gita yang berusaha memberikan sugesti positif untuk Kiki.


" Meskipun suami kamu sedang sibuk,dia tetap berusaha mencari semua perlengkapan nikah yang sesuai dengan ukuran dan selera kamu.kita -kita saksi nya." sambung Lusi lagi.


" Jadi sudah sejak kapan kalian mengetahui rencana ini?" Kiki kembali memberikan pertanyaan menyelidik kepada ketiga sahabat nya.


" Mau tau aja! Apa mau tau banget!" seru Lusi bercanda.


" Lusi! Aku lagi serius,jadi jangan di bawa bercanda dulu." protes Kiki tidak suka.


" Canda doang Ki,jangan cepat-cepat emosi,jika masih ingin hidup lama." seloroh Lusi meniru ucapan yang sering Kiki ucapkan kepada dirinya.


" Tau ah,cepat ceritain!" tukas Kiki tidak sabaran.


" Suami kamu itu sudah seperti Roro Jonggrang saja,semua nya harus selesai hari itu juga,mulai dari perhiasan, sepatu perlengkapan sholat dan pernak pernik lain nya harus kami temukan hari itu juga.bahkan sampai di usir keluar dari mall oleh Security karena sudah waktunya untuk tutup." Hana bercerita dengan begitu heboh nya,bahkan dia sampai memperagakan bagaimana cara security itu mengusir mereka dengan begitu arogan nya.


Kiki langsung tertawa terbahak-bahak melihat lucu nya cara Hana memperagakan adegan mereka di usir dari dalam mall.


Hahahaha ....


Hahahaha...


Air mata Kiki bahkan sampai keluar karena terlalu lama tertawa.


Teguh yang mengintip dari balik pintu kamar mandi ikut tersenyum melihat Kiki akhirnya bisa tertawa lepas juga.


" Kalau kamu lagi tertawa begitu, Aku semakin jatuh cinta di buat nya." ucap Teguh pelan.


***


Waktu yang di nantikan pun akhirnya datang juga.


Kiki menggenggam erat tangan Teguh, Membuat Teguh langsung menoleh kan wajah nya karena merasa heran melihat tingkah Kiki.

__ADS_1


Meskipun tangan nya menggenggam erat, tetapi tatapan mata Kiki tertuju lurus ke arah depan.


" Aku bisa mengerti bagaimana perasaan kamu saat ini." batin Teguh.


Mereka berdua sudah duduk manis di atas pelaminan,Kiki berusaha terus tersenyum dan menampilkan wajah bahagia nya di hadapan para tamu undangan.


Dia tidak ingin kembali membuat kegaduhan yang berakhir mengecewakan semua orang yang sudah terlibat di dalam kejutan besar ini.


Kini mereka tengah mengabadikan moment penting dalam hidup mereka.berbagai gaya romantis sudah masuk ke dalam memori fotografer.


Semua kerabat juga ikut naik mengabadikan moment bahagia ini , termasuk juga para sahabat Kiki dan juga sahabat dari Teguh.


Barisan panjang dari antrian tamu undangan untuk memberikan kata selamat mulai terlihat membludak.


Di antara barisan itu terdapat juga teman-teman kuliah Kiki.


Mereka bahkan di buat kaget oleh undangan dadakan yang di berikan oleh orang misterius secara tiba-tiba siang tadi pas di saat jam mata kuliah telah berakhir.


" Mewah banget sih pesta pernikahan nya Kiki,iri banget Aku melihat nya." ujar salah satu teman satu kelas Kiki.


" Gue juga pengen dapet calon suami tajir seperti punya Kiki." sambung teman wanita yang lain.


" Semoga saja masih ada kuota untuk kita yang masih jomblo ini." sahut yang lain nya.


Mereka semua terkesima menatap indah nya suasana pesta malam ini.


Kiki bahkan tidak menyangka bahwa pesta pernikahan mereka akan di gelar sebesar dan semeriah ini.


Dia bagaikan seorang putri kerajaan, karena semua nya terlihat begitu mewah.


Sedang kan di kediaman Rizaldi, Pak Heru masih terlihat betah duduk bersandar di sofa ruangan pribadi nya.bahkan beliau sampai tertidur karena jenuh dengan suasana ruangan nya.


Beda hal nya dengan istri beliau yang terlihat sibuk mengotak -atik layar ponsel nya. Membuka sosial media nya demi mencari informasi tentang pesta pernikahan putra semata wayang nya.


" Sial! Pelet apa yang sudah di pakai wanita ****** ini, sehingga putra ku mati-matian membela dia."gumam Bunda Yeni dengan tatapan sinis nya.


Prang...


Vas bunga yang terletak di atas meja di samping tempat duduk beliau, di lempar dengan sekuat tenaga sampai hancur berkeping-keping dan tidak berbentuk lagi.


Jangan lupa Like,Vote dan Berikan Hadiah sebanyak mungkin ya guys.


Dukungan dan support dari kalian sangat berarti bagi Author.

__ADS_1


Terimakasih semua nya 🥰😍😍😍


__ADS_2