Terhalang Restu Orang Tua

Terhalang Restu Orang Tua
Bab 93


__ADS_3

" Siapa wanita ini Teguh?" tanya Pak Heru begitu melihat putra nya melangkah masuk dengan membawa seorang wanita.


" Dia istri Teguh yah, tadi malam kami sudah menikah secara agama." jawab Teguh datar,rasa dendam atas kehilangan mantan istri nya masih sangat membekas di hati Teguh ,sampai saat ini hubungan mereka berdua masih saja merenggang tidak seakrab dulu lagi.bahkan dia sama sekali tidak pernah mengubris telepon yang masuk dari nomer sang Bunda beserta keluarga besar mereka yang ada di pulau j sana.Teguh masih beranggapan bahwa kepergian mantan istri dan kesalahpahaman yang terjadi di antara mereka adalah tanggung jawab kedua orang tua nya.


Bola mata Heru langsung membulat mendengar penuturan sang putra.


Nenek Kamila yang baru keluar dari kamar nya bergegas menghampiri Teguh dengan mengeluarkan siraman pedas nya.


" Kamu anggap apa kami berdua? Apa kehadiran kami sudah tidak berarti lagi untuk Kamu?" hardik Nenek Kamila begitu geram nya, bisa-bisa nya sang cucu menikah tanpa mengabari dia dan juga anak nya.padahal Nenek Kamila begitu sangat menyayangi dia.dan sejujurnya Nenek Kamila masih berharap agar Teguh tidak putus asa mencari keberadaan Kiki meskipun putusan cerai di antara mereka sudah keluar.


Nenek Kamila sangat berharap bisa bertemu dengan Kiki dan juga calon cicit nya.


" Aww...Aw...Ampun Nek." rintih Teguh kala tangan Nenek Sudah menarik kasar telinga nya sampai berubah menjadi warna merah.


" Hati ku jauh lebih sakit dari pada yang Kamu rasakan.jangan pernah lagi Kamu bawa wanita ini masuk ke dalam rumah ku.Aku tidak sudi merestui pernikahan diam-diam kalian berdua.jika terjadi sesuatu esok hari,maka jangan pernah Kamu mencari Aku lagi." ucap Nenek Kamila sambil menunjuk wajah Teguh. bahkan sorot mata nya begitu tajam.


Teguh yang sudah menebak bahwa ini bakal terjadi hanya bisa diam tanpa berani melawan.dia tidak berani mengatakan lebih lanjut lagi kenapa pernikahan ini bisa terjadi,murka sang Nenek pasti akan bertambah dua kali lipat jika sampai video itu sampai ke tangan Nenek nya.


Tania yang berada di samping Teguh semakin menangis dalam diam nya.niat hati ingin mencari dukungan dari keluarga pria yang sudah menjadi suami nya, tetapi keberadaan nya ternyata sama sekali tidak pernah mereka harapkan.


Sudah cukup tadi malam dia mendapatkan penyiksaan batin dari Teguh, tetapi pagi ini batin nya kembali tersiksa oleh penghinaan yang di terima nya.ingin sekali dia kabur dan pergi sejauh mungkin dari kehidupan Teguh yang dia anggap super mewah ini, tetapi ancaman Teguh tentang kedua orang tua nya membuat wanita ini berpikir dua kali.


" Aku pikir hidup ku akan tenang dan senang, ternyata mereka malah memberi kan Aku neraka dunia yang tidak pernah Aku pikirkan sebelum nya." gumam Tania melepas paksa tangan nya dari cengkraman kuat tangan Teguh.


" Menyesal Aku mengikuti permainan gila ini,kalau ternyata Aku lah yang paling menderita di dalam nya." imbuh nya lalu menunduk kan pandangan mata nya agar air mata yang akan keluar tidak terlihat oleh orang-orang yang berada di depan nya.


Teguh langsung bersimpuh memohon di kaki sang Nenek.wanita renta ini terlalu berharga di dalam hidup nya.dia tidak sanggup kalau harus di benci dan di abaikan oleh wanita yang sudah bersusah payah merawat dan menjaga nya sedari kecil.


" Maafkan Teguh Nek,Teguh terpaksa melakukan ini untuk bisa melupakan Kiki.nggak mungkin Teguh terus hidup di dalam bayangan Kiki yang jelas-jelas sudah pergi dan tidak akan kembali lagi." ucap nya dengan menyembunyikan fakta yang sebenarnya.


" Aku tidak perduli, silahkan kalian keluar dari rumah ini.Aku benar-benar kecewa dengan sikap mu." jawab Nenek Kamila lalu masuk ke dalam kamar nya dengan air mata yang sudah berjatuhan membasahi pipi keriput nya.


" Nenek begitu menyayangi Kamu Nak, tetapi kenapa Kamu tega mengabaikan Nenek seperti ini? Apa semua yang Nenek lakukan tidak berarti untuk mu?" gumam Nenek Kamila dalam hati nya lalu menutup rapat pintu kamar nya dan tidak lupa mengunci nya.

__ADS_1


Teguh hanya bisa mendesah panjang melihat Nenek nya yang tidak bisa menerima apapun alasannya.pernikahan diam-diam nya ini begitu melukai perasaan Nenek Kamila.


" Nanti biar Ayah yang menjelaskan kepada Nenek mu, sebaiknya Kamu bawa pulang dulu istri mu ini." sahut Pak Heru sambil menepuk pelan bahu Teguh yang masih menatap ke arah pintu kamar sang Nenek.


" Tidak perlu! Aku takut Ayah hanya akan memperkeruh suasana.sudah cukup kalian membuat Aku kehilangan mantan istri ku,jangan lagi kalian tambah dengan kehilangan wanita tua yang begitu sangat berharga dan sangat Aku sayangi." jawab Teguh lalu pergi begitu saja mengabaikan Tania yang masih berdiri dalam kebimbangan nya.


Huft...


Heru terdengar menghela nafas berat nya.melihat Teguh yang belum bisa memaafkan nya membuat hati Heru terasa berdenyut tetapi dia cukup sadar bahwa semua ini memiliki alasan yang jelas.


Tania terus berlari mengikuti langkah kaki Teguh dari belakang.


" Ada apa dengan keluarga ini? Kenapa seperti nya Teguh sangat membenci pria yang dia panggil Ayah tadi?" batin Tania dalam hati nya.


" Siapa sebenarnya mantan istri Teguh? Apakah wanita yang ada di foto yang di pajang khusus di dalam kamar nya?" imbuh nya masih menerka-nerka.begitu status mereka sudah sah menjadi pasangan suami istri,Teguh langsung melempar Tania masuk ke dalam kamar pembantu yang berada di samping kamar Art nya.Tania di larang masuk ke kamar Teguh tanpa seizin dari pemilik nya.


Tidak ada yang nama nya malam pertama atau pun malam pengantin.Teguh memilih sibuk dengan rokok dan segala beban pikiran nya.


Sedangkan Tania sibuk dengan tangisan nya yang tiada berujung karena mendapat kan perlakuan kasar dari Teguh.kamar yang pengap dan sangat bau membuat tidur Tania tidak bisa nyenyak sama sekali bahkan semalam suntuk Tania tidak bisa memejam kan mata nya karena merasa kegerahan tanpa ada pendingin ruangan di kamar nya.


" Baik Tuan muda." jawab Pak Man lalu menghidupkan mesin mobil nya dan melaju meninggalkan pekarangan rumah utama.


Dalam waktu 20 menit,mobil yang di kemudi kan oleh Pak Man sudah sampai di depan perusahaan milik Teguh.


" Antarkan wanita ini pulang dulu Pak Man, pastikan dia masuk ke dalam rumah." titah Teguh sebelum dia turun dari mobil nya.


" Baik Tuan." hanya itu yang bisa di ucapkan oleh Pak Man ketika mendapatkan perintah dari Tuan muda nya.


" Dan untuk Kamu! Awas saja kalau sampai kabur atau berbuat hal nekat lain nya,Aku tidak akan segan-segan menghabisi nyawa kedua orang tua mu berikut dengan semua video panas mu." ancam Teguh yang merasa masih belum puas membalaskan rasa sakit hati nya.


Tania mengangguk kan kepala nya dengan perlahan.


Bugh...

__ADS_1


Teguh lalu menutup kasar pintu mobil nya sehingga menimbulkan bunyi yang cukup besar.


Pak Man yang tidak berani berkata-kata apalagi langsung menyalakan kembali mesin mobil nya untuk menjalankan perintah berikut nya.


Pagi ini Kiki yang baru saja selesai mandi nampak kembali turun dari kamar nya.Bi Mus yang melihat Kiki turun dari tangga bergegas menghampiri nya.


" Non! Kenapa Non Kiki turun lagi?" tanya Bi Mus dengan segala rasa takut nya.pasal nya baru saja tadi satu jam yang lalu Kiki mengeluh kesakitan di perut bawah nya di sertai dengan keluar nya sedikit flek hitam.bahkan Dokter kandungan nya saja mungkin belum sampai di rumah sakit tempat dia bertugas.


" Di atas sepi Bi,Kiki merasa bosan karena nggak ada teman yang mau di ajak ngobrol,mau main handphone juga bosan." keluh Kiki sambil mengelus perut nya yang sedang bergoyang akibat terkena tendangan bayi nya.


" Bahaya atuh Non, sebaiknya kita kembali ke atas saja ya, kondisi Non Kiki tidak baik-baik saja, kalau di paksakan Bibi takut terjadi sesuatu kepada Non Kiki dan juga kandungan Non." ucap Bi Mus menasehati. Rangga sudah menitipkan Kiki kepada Bi Mus jauh sebelum kejadian ini terjadi.tidak ingin terkena omelan pedas dari Rangga,Bi Mus menjaga Kiki dengan begitu ketat nya.meskipun ibu hamil ini juga sering melanggar karena terlalu keras kepala.


" CK...Tapi Bibi temani Aku ya,kita nonton film India." celetuk Kiki dengan hati kesal nya.


" Iya Non." jawab Bi Mus pasrah karena sejujur dia tidak terlalu menyukai film India.


Kiki membentuk jari ok tanpa bersuara lagi.


" Hati-hati Non,jalan nya jangan cepat-cepat." tegur Bi Mus yang suka ngilu melihat cara berjalan Kiki.


" Non Kiki tidak boleh terlalu capek dan harus banyak beristirahat.kehamilan Non Kiki yang sudah membesar ini membuat tubuh Non lebih mudah merasakan lelah.jangan sampai bayi nya lahir sebelum waktu nya.kasihan atuh Non." imbuh Bi Mus menjelaskan agar Kiki lebih mengerti lagi tentang kegelisahan mereka semua.


" Iya Bi, Kiki tahu kok,tapi kadang bosan juga kalau cuman duduk doang tanpa mengerjakan sesuatu.apalagi toko lagi ramai-ramai nya dan sedang membutuhkan bantuan tenaga." ujar Kiki masih mau membela diri padahal sudah jelas-jelas Dokter pun menyarankan dia untuk tidak lagi terlibat di dalam segala bentuk pekerjaan.


" Karyawan nya kan sudah di tambah lagi sama Den Rangga,jadi Non nggak perlu lagi ikut campur,kalau sampai terjadi apa-apa kepada Non,Bibi yang akan di marahin sama Den Rangga karena di anggap tidak becus menjaga Non,emang nya Non tega melihat Bibi di pecat dan di marahin abis-abisan sama Den Rangga?"


" Ya nggak lah Bi,maafkan Kiki yang sering tidak mengindahkan ucapan Bibi,mulai saat ini Kiki janji akan selalu mendengar ucapan Bibi." jawab Kiki lalu memeluk tubuh Bi Mus yang ada di depan nya.


" Makasih ya Bi,udah mau bantuin Kiki, jagain Kiki dan selalu memperhatikan Kiki dan juga anak Kiki.jangan tinggalin Kiki." ucap nya sambil mengeratkan pelukannya.


" Iya Non,Bibi juga mau berterima untuk semua kebaikan Non dan juga Den Rangga.maafkan Bibi yang selalu cerewet kepada Non."


" Hm..." jawab Kiki dengan mengangguk kan kepala nya.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰😍


__ADS_2