
Kebetulan sekali hari ini Kiki sedang libur dengan kegiatan kampus nya.sehingga membuat wanita ini bisa puas bersantai di atas ranjang nya.
Kiki tiba-tiba terbangun dari tidur lelap nya bertepatan dengan suara pintu di ketuk dari luar.dengan cepat Kiki membuka suara nya untuk menghentikan ketukan pintu itu.
" Tok...Tok..Tok.."
" Siapa?" tanya Kiki dengan suara serak nya.
" Ini Saya Nona muda, Rena! Ini sudah waktunya untuk makan siang Nona muda, semua makanan nya sudah tersaji di atas meja makan."jawab Rena dari arah luar.
" Iya Ren,Kamu duluan saja,nanti Aku akan menyusul." ujar Kiki sambil bergegas turun dari ranjang.
" Baik Nona." Rena langsung berlari menuruni susunan anak tangga yang berjejer rapi.
Itung-itung sekalian berolahraga bagi Rena,karena sudah lama sekali Rena tidak melatih fisik nya karena harus selalu standby mengawal kemana pun Nona muda pergi.
Sebelum turun ke lantai bawah,Kiki terlebih dahulu mencuci muka bantal nya.
" Ummmm segar nya." gumam Kiki sambil memegang wajah chubby nya.
" Syukur lah perut ku tidak terasa sakit lagi.semoga saja tidak terjadi apapun di dalam sini." gumam nya melangkah keluar dari kamar mandi dengan sangat berhati-hati.
Licin nya lantai kamar mandi membuat Kiki harus tetap waspada meskipun belum ada sebuah kepastian.
" Selamat siang Nona muda." sapa Mpok Nur dan Rena secara bersamaan.
" Siang juga." jawab Kiki ramah dengan sebuah senyum manis yang menghiasi wajah cantik nya.
Kiki makan dengan begitu lahap nya,di kursi samping ada Rena dan juga Mpok Nur yang menemani acara makan siang nya.
Mereka berdua terpaksa menerima ajakan sang Nona muda ketika mendengar ancaman yang menakutkan yang keluar dari mulut Kiki.
" Jangan malu-malu Ren, habiskan saja semua makanan ini.mubazir kalau terbuang sia-sia." ucap Kiki dengan mulut yang menggembung.
" Baik Nona muda." jawab Rena patuh.
Sedang kan Mpok Nur yang berada di ujung meja sudah selesai terlebih dahulu dari kedua wanita muda ini.
" Kenapa cepat sekali Mpok? Jangan sungkan,ayo di tambah lagi nasi nya." seru Kiki ketika melihat Mpok Nur sudah berdiri dari kursi nya.
" Sudah cukup Nona muda, Saya sudah sangat kenyang sekali." jawab Mpok Nur yang memang terkenal selalu sigap dan cepat dalam segala hal,maka dari itu lah dia tunjuk khusus sebagai kepala pelayan.
Kiki dan Rena berlomba-lomba menghabiskan makanan yang ada di atas meja.
Semua para pekerja yang bekerja di rumah ini sudah makan terlebih dahulu sebelum kedatangan Kiki.mereka selalu di perlakukan istimewa meskipun hanya sebagai asisten rumah tangga.
" Selera makan Nona muda akhir-akhir ini sangat berbeda sekali dari biasa nya."
" Tubuh Nona muda juga terlihat lebih berisi dari sebelumnya." gumam Mpok Nur dalam hati nya.
Mpok Nur berulang kali menelan ludah nya sendiri ketika melihat cara makan Kiki yang sangat luar biasa.
__ADS_1
Sudah tiga piring nasi beserta lauk habis tak bersisa lagi.
" Perut Aku... Sangat kenyang sekali." ucap Kiki sambil memegang perut nya yang terasa begah.
" Bagaimana tidak kenyang,3 piring nasi sudah mendarat mulus di dalam perut Nona muda."ujar Mpok Nur yang hanya berani dalam hati nya saja.
" Beberapa hari ini....Saya lihat Nona muda makan nya banyak sekali." seru Rena yang juga sudah selesai dengan acara makan nya.
" Aku juga merasa seperti itu Ren, Aku juga bingung dengan keanehan ini." balas Kiki yang tidak henti memegang perut kenyang nya.
Mpok Nur hanya diam sambil mendengarkan apa yang sedang Nona muda nya bicarakan, beliau tidak berani ikut bersuara,karena takut salah bicara dan bisa menyinggung perasaan sang Nona muda.
" Mmm Rena!Tolong antar kan Aku keluar sebentar ya." ucap Kiki .
" Baik Nona muda." jawab Rena menyetujui perintah sang Nona muda.
" Ya sudah, Aku mau ganti baju dulu ya." Kiki langsung bergegas menuju lift.
Kiki mengganti kan baju rumahan nya dengan baju dan celana yang ada di dalam lemari pakaian nya.dan tidak lupa membawa tas beserta ponsel yang terletak di samping bantal nya.
" Sudah siap Nona muda?" tanya Rena ketika melihat Kiki sudah berdiri di dekat mobil.
" Sudah Ren." jawab Kiki.
" Kita langsung berangkat sekarang Nona muda?" tanya Rena lagi sambil membantu membukakan pintu mobil.
" Iya .. Let's go." sambut Kiki dengan begitu bersemangat.
" Kita mau kemana Nona muda?" tanya Rena setelah cukup jauh berkelana di jalan raya.
" Berhenti di apotik depan sana ya Ren, Aku mau membeli obat sebentar." ujar Kiki memberi petunjuk dengan mengarahkan jari telunjuk nya ke arah depan.
" Baik Nona muda." jawab Rena mengerti.
Ketika hampir sampai di tujuan,Rena perlahan membelokkan mobilnya ke sisi kanan di mana apotek itu berdiri tegak.
" Hati-hati Rena." ucap Kiki memperingati Rena karena keadaan jalan yang sedang ramai sekali.
" Baik Nona muda." jawab Rena yang tetap fokus pada setir mobil nya.keahlian menyetir Rena sudah tidak perlu di ragukan lagi oleh siapapun yang menjadi penumpang nya.
Sebelum di beri tugas menjadi bodyguard,Rena sudah terlebih dahulu di latih membawa berbagai jenis mobil dan motor.
Maka nya dia sudah sangat menguasai berbagai bentuk medan jalan yang akan di lalui.
" Kamu tunggu di sini saja,Aku hanya sebentar." ujar Kiki yang tidak ingin Rena mengetahui rahasia nya.
" Baik Nona muda.kalau terjadi apa-apa di dalam sana, segera teriak panggil nama Saya." ucapan ini selalu saja keluar dari mulut Rena ketika dia tidak bisa mendampingi langsung Nona muda nya.
" Beres." jawab Kiki yang sudah berjalan masuk ke dalam apotek.
Dalam waktu 5 menit ,Kiki sudah nampak keluar dengan menggenggam satu kantong plastik hitam yang tidak bisa di tebak apa isi nya oleh Rena.yang dia tahu sang Nona muda datang ke apotek ingin membeli obat.
__ADS_1
" Jalan Ren,kita singgah dulu di jalan Cempaka ya.Aku mau mampir beli cilok." tutur Kiki sambil menyimpan kantong kecil itu ke dalam tas selempang nya.
" Baik Nona muda,maaf jika Saya terlalu lancang,sebenar nya Nona muda sakit apa? Kenapa kita tidak langsung pergi ke rumah sakit saja Nona muda?" tanya Rena sedikit berhati-hati.
" Ah..It-itu ..Aku hanya sakit perut biasa.jadi tidak perlu sampai harus datang ke rumah sakit." jawab Kiki terbata-bata. Kiki masih belum ingin memberitahu kan tentang dugaan nya ini,dia ingin menjadi kan surprise untuk semua orang,jika hasil nya nanti sudah keluar.
Suara decitan rem Mobil terdengar, bersamaan dengan itu, mobil yang di kendarai oleh Rena berhenti tepat di depan sebuah gerobak yang bertuliskan "cilok renyah dan gurih"
" Nona muda,kita sudah sampai."ucap Rena, wanita yang usianya 5 tahun berada di atas Kiki itu buru-buru turun dan membukakan pintu untuk sang Nona muda.
Kiki langsung mematikan ponsel nya dan memasukkan ke dalam tas nya.lalu beranjak turun.
" Terimakasih Rena." ucap Kiki.
Sejak dari tadi pagi Kiki sudah sangat menginginkan Cilok ini, membayangkan saja sudah membuat saliva nya menetes membasahi dagu nya.
" Kamu mau Ren?" tanya Kiki sambil menunjuk kan 2 kotak Cilok yang sudah terbungkus rapi kepada Rena yang sedang bersandar di mobil.
" Tidak perlu Nona muda, Saya masih sangat kenyang." jawab Rena apa ada nya.
" Pokok nya Kamu harus mencoba nya, Aku sudah memesannya untuk mu." ujar Kiki yang tidak mau menerima penolakan dari Rena.
" Baiklah." jawab Rena pasrah.
Setelah menerima semua pesanan nya,Kiki dan Rena akhirnya pergi meninggalkan pedagang cilok itu dengan antrian yang sudah membludak.
" Mm enak nya!" seru Kiki melahap cilok yang ada di tangan nya.
Rena hanya bisa menelan saliva dengan bersusah payah ketika melihat Kiki mengunyah dengan begitu nikmat nya.
" Berhenti di depan supermarket itu aja Ren." usul Kiki yang sangat mengerti dengan isi kepala Rena.
Kedua wanita ini sudah seperti adik dan kakak kandung saja, kemana-mana selalu berdua.apa yang di makan pun selalu sama.
" Kenapa kita berhenti di sini Nona muda?" tanya Rena belum paham.
"Habiskan dulu cilok punya Kamu, baru kita pulang." ujar Kiki cuek.
" Anda benar-benar perhatian sekali Nona muda." gumam Rena menatap Kiki dari kaca spion.
Tanpa berkata-kata lagi,Rena langsung menusuk satu persatu cilok yang sudah mengunggah selera nya.padahal kedua wanita ini baru saja makan siang dengan porsi jumbo.
Namun masih saja terasa kurang memuaskan.
Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys.
Pencet juga tombol Favorit nya sebagai penyemangat untuk Author.
Dukungan dan support dari kalian sangat berarti bagi Author.
Terimakasih semuanya 😍😍😍🥰
__ADS_1