Terhalang Restu Orang Tua

Terhalang Restu Orang Tua
Bab 110


__ADS_3

Nenek Kamila begitu setia menunggu kedatangan Teguh, meskipun punggung dan pinggang nya terasa sangat lelah sekali, tetapi wanita renta ini memilih bertahan demi bisa memastikan kalau Kiki tidak akan kabur lagi dari jangkauan mata nya.


Teguh yang sudah sampai di bandara langsung meminta Pak sopir yang menjemput nya mempercepat laju kendaraan menuju alamat yang sudah di kirim kan oleh sang Nenek.


Dalam waktu 10 menit saja mobil yang membawa Teguh sudah sampai tepat di depan Ruko berlantai dua dan berhenti di samping mobil yang di tumpangi oleh Nenek nya.


" Tadi Kiki masuk ke dalam ruko itu, seperti nya.." Belum siap Nenek Kamila menyelesaikan ucapan nya,Teguh mengangguk lalu pergi begitu saja meninggalkan sang Nenek dengan mulut yang masih menganga lebar.


" Teguh! Teguh!" Nenek Kamila mendesah kesal melihat tingkah angkuh sang cucu yang tidak pernah berubah.


" Lihat lah Rima! Dia bahkan tidak sempat mengucapkan kata terima kasih kepada ku karena sudah berhasil menemukan wanita kesayangan nya." Nenek Kamila mengadu kepada assisten pribadi nya dengan tatapan mata mengikuti langkah kaki Teguh.


" Dasar cucu durhaka!" imbuh Nenek Kamila kembali menyandarkan tubuh lelah nya di jok mobil.


Sebelum masuk ke dalam ruko minimalis ini,Teguh menghela nafas panjang nya mengingat tempat persembunyian Kiki yang sangat jauh sekali dari ibu kota.


" Aku tidak akan bisa memaafkan anak itu jika dia gagal membawa Kiki kembali ke pelukan nya.Aku sudah capek-capek berlagak seperti detektif demi membantu dia yang begitu bodoh sekali,percuma saja punya anak buah banyak tetapi tidak ada satu pun yang bisa di andalkan." ucap Nenek Kamila lirih dengan mata yang di pejam.


Sedang kan di depan pintu ruko ini Teguh tengah mengumpulkan keberanian nya untuk menghadapi apapun yang terjadi nanti nya.


" Aku harus bisa membawa Kiki dan anak ku pulang ke rumah kami." batin Teguh yang sudah bersiap-siap melakukan aksinya.


Tok...Tok...Tok..


Pembicaraan mereka satu keluarga terhenti ketika mendengar ada suara bel dan di iringi dengan ketukan pintu yang tiada henti nya.


"Siapa yang datang berkunjung malam-malam begini?" tanya Pak Agus penasaran.


"Mungkin itu Om Dewa Yah,biar Kiki yang bukain pintu nya." jawab Kiki saat melihat Bi Mus sedang sibuk membersihkan meja makan.

__ADS_1


Kiki berlari menuju lantai bawah ketika mendengar suara bel terus saja berbunyi padahal dia sudah meminta tamu nya untuk menunggu sebentar.


" Aneh! Biasa nya On Dewa nggak pernah seperti ini?" batin Kiki merasa curiga.


" Iya tunggu." teriak Kiki terbawa emosi.


Teguh yang mengenali pemilik suara itu tersenyum bahagia dengan jantung yang berdetak kencang.


"Iya sebentar." Kiki kembali berteriak sambil membuka pintu panjang yang terdapat di samping rolling door toko kue nya.


" Ada ap...."ucapan Kiki menggantung karena kaget melihat seorang pria yang berdiri di hadapan nya dengan senyuman khas milik nya.


" Sayang." Teguh merentangkan kedua tangan nya dengan suara yang bergetar.pria ini sudah tidak bisa lagi membendung rasa rindu dan kesedihan dengan mata yang sudah berembun tebal.Teguh diam terpaku memandangi wajah Kiki yang tambah cantik dari biasa nya.


Kiki yang tidak membalas ucapan Teguh berdiri dengan dada nya yang terasa sangat sesak.ayah kandung dari anak nya kini sedang berdiri di hadapan nya saat ini.


"Kenapa dia bisa berada di sini?" batin Kiki dengan kaki yang gemetaran karena Teguh begitu mudah menemukan keberadaan nya.


" Mas Teguh!" seru Kiki yang bersiap-siap hendak menutup kembali pintu rumah nya.namun Teguh sudah terlebih dahulu memeluk tubuh nya dan mencium kening Kiki secara berulang-ulang.menyalurkan rasa rindu yang selama ini tertahan di dalam hati yang menyiksa diri nya dan hampir membuat dia gila karena tidak bisa lagi mengontrol kewarasan otak nya.


" Aku sangat merindukanmu sayang,sungguh!" bisik Teguh semakin mempererat pelukannya dan menghirup dalam-dalam aroma tubuh Kiki yang sudah lama dia rindukan.


Kiki yang masih syok tidak berniat sama sekali membalas pelukan dari Teguh.tangan nya terkepal berada di samping tubuh nya.


" Ma..Ma.. Mama." suara cempreng milik Noah menyadarkan Teguh dan Kiki sehingga membuat Teguh melonggarkan pelukannya.


Dan, Waktu seperti berhenti berputar kala Teguh menatap wajah anak kecil yang berjalan menghampiri mereka.betapa tidak,anak kecil yang berdiri di depan nya saat ini memiliki wajah serupa sekali dengan nya.bak pinang di belah dua,mulai dari bentuk wajah,dagu, hidung dan bibir semua nya sama persis dengan kepunyaan Teguh.


" Anak ku." ucap Teguh lirih dengan jantung yang berpacu hebat. Teguh menatap wajah Kiki meminta penjelasan dari wanita yang berada di samping nya.ada rasa hangat yang menyelimuti hati nya ketika dia memeluk tubuh anak kecil ini,Noah yang merasa takut langsung menjerit kencang karena tidak mengenali wajah Teguh.

__ADS_1


Air mata Teguh semakin deras mengalir di wajah nya ketika melihat anak kandung nya tidak mengenali wajah ayah nya sendiri.miris bukan?


Tangisan Noah berhasil membuat seluruh anggota keluarga Kiki turun melihat apa yang sudah terjadi.


" Kenapa Noah menangis Nak?" tanya Ibu Ratna turun dengan tergesa-gesa.


Kiki lalu mengambil alih Noah dari pelukan Teguh dan menggendong nya sambil menggosok punggung untuk menenangkan.


" Sudah nggak papa sayang,jangan takut! Ada Mama di sini." ucap Kiki di tengah rasa takut nya.


" Mama? Berarti dia benaran anak kita sayang?" tanya Teguh menatap penuh harap kepada Kiki.


Air mata Kiki akhirnya runtuh juga ketika mendengar Teguh menyebut kata anak kita.hati nya merasa tercubit karena sudah memisahkan mereka berdua.karena mementingkan diri nya sendiri.


Sedang kan di dalam sebuah cafe yang terletak tidak jauh dari perusahaan Sentosa group.


Pak Heru sedang mati-matian membela argumen nya dan memberikan penawaran yang menarik agar Tuan Yohono mau menerima kerja sama dari perusahaan anak nya.


Awal nya Pak Heru sempat merasa kesal saat melihat ternyata bukan hanya ada mereka di dalam ruangan cafe yang di desain sebagai tempat meeting, tetapi ada tiga perusahaan lain yang menjadi lawan nya untuk mendapatkan proyek besar yang sangat menguntungkan bagi pemenang nya.


" Baiklah,Saya sudah memutuskan untuk menjalin kerja sama dengan perusahaan.... Sentosa group." ucap Tuan Yohono membaca kan keputusan nya.


" Alhamdulillah." Pak Heru mengucapkan syukur lalu melirik ke arah Ken yang juga sedang tersenyum menatap ke arah nya.


" Kita berhasil Tuan." ucap Ken lirih dan di balas acungan jempol oleh Pak Heru.


Semua orang yang berada di dalam ruangan ini mendadak lesu dan tidak bersemangat lagi mendengar kemenangan Pak Heru, tetapi mereka tidak bisa berbuat banyak karena Tuan Yohono bukan lah tipe orang yang mudah untuk di hasut dan di goyahkan.


" Terimakasih atas kepercayaan nya kepada Kami Tuan! Kami janji akan memberikan hasil yang terbaik." ucap Pak Heru ketika berjabat tangan dengan Tuan Yohono.

__ADS_1


" Saya juga sangat berterima kasih bisa bekerja sama dengan perusahaan raksasa milik keluarga anda.Saya harap kerja sama ini memberikan keuntungan untuk kedua belah pihak." Tuan Yohono tersenyum tipis.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰😍


__ADS_2