Terhalang Restu Orang Tua

Terhalang Restu Orang Tua
Bab 62


__ADS_3

" Cindy.."


" Jadi nama perempuan itu Cindy." gumam Kiki sambil mengangguk kan kepala nya.


" Mmm... Sekarang Aku tahu Kamu pergi keluar kota bukan untuk meninjau proyek baru melainkan untuk bersenang-senang dengan kekasih mu itu." batin Kiki terus menatap ponsel Teguh yang masih menyala.


Teguh yang sadar jika Kiki sedang menatap layar ponsel nya langsung mengambil alih ponsel itu dan memasukkan nya ke dalam saku celana kantor nya.


" Hm...Kiki menghela nafas berat nya lalu tertawa kecil di dalam hati nya.serapi apapun Teguh berusaha menyembunyikan rahasia kotor nya pada akhirnya tangan tuhan akan membuka sendiri di depan mata nya.


" Pergi lah..Aku tidak berhak lagi melarang Kamu. lakukan saja sesuka hati mu." jawab Kiki tenang.


" Tapi ... Sayang!"


" Pergi lah..Tidak perlu untuk meminta pendapat dan izin ku lagi.Aku sudah menyerahkan semua nya kepada Kamu."


" Maaf.." ucap Teguh begitu saja.


" Apakah tidak apa-apa kalau Kamu tinggal sendiri di rumah? Kalau Kamu takut Aku akan meminta nenek untuk menemani Kamu di sini." tutur Teguh pelan.


Hati nya sangat gelisah sekali memikirkan Kiki yang sudah melihat layar ponsel yang terdapat pesan dari Cindy.dia takut untuk menjelaskan dan takut Kiki salah paham.


" Di sini ada banyak orang yang sengaja Kamu bayar untuk menemani Aku,tidak perlu merepotkan nenek dan orang lain.


jika Aku bosan dan sudah capek! Aku bisa pulang sendiri ke rumah orang tua ku." jawab Kiki menatap lurus ke depan melihat pepohonan yang tumbuh dan hidup berdampingan dengan pohon lain nya.


" Semakin jauh kita melangkah,kenapa semakin hancur sih Mas?" batin Kiki.


Kata-kata yang keluar dari mulut Kiki entah kenapa membuat Teguh merasa tertampar sendiri mendengar nya.


" Apa Kamu melihat isi pesan itu sayang? Maaf kan Aku." gumam Teguh menatap dalam wajah Kiki yang tidak ingin menatap wajah nya.


" Apakah masih ada lagi?" tanya Kiki masih enggan melihat wajah Teguh yang sudah membohongi nya.


" Tidak." jawab Teguh singkat.

__ADS_1


" Baiklah Aku pergi dulu." ucap Kiki langsung keluar dari kamar tanpa mencium punggung tangan suami nya.


Tangan Teguh yang sudah terulur berharap Kiki melakukan kebiasaan nya harus tergantung sia-sia di udara karena Kiki sudah jauh pergi meninggalkan dia dalam kebimbangan.


" Maafkan Aku sayang,Aku tahu Aku salah..Maaf." ucap Teguh pelan dan meraup kasar wajah nya.


Rasa frustasi ini benar-benar membuat kepala Teguh semakin pening dan serasa mau pecah.


Setelah melihat kepergian Kiki, Teguh akhirnya memutuskan untuk langsung berangkat juga ke kantor nya.hari ini jadwal dia sangat padat sekali dan sore sampai pagi besok dia akan menginap di hotel yang menjadi persembunyian Bunda Yeni.


Kiki mempercepat langkah kaki nya menuju gerbang depan.


" Nona muda! Apa anda ingin berangkat sekarang juga?" tanya Rena yang sudah siap mengantar kan kemanapun Nona muda nya pergi.


" Iya Rena! Tapi Aku akan pergi bersama teman ku,hari ini Kamu tidak perlu mengantar jemput ku." jawab Kiki lalu berjalan menuju mobil hitam yang sudah menunggu kedatangan dia sejak tadi.


"Tapi..Nona muda!" Rena terpaksa menggantung kan ucapan nya saat melihat Kiki sudah tidak nampak lagi di depan matanya.


Rangga yang melihat kedatangan Kiki langsung membantu membukakan pintu dari dalam dan melepas kan kaca mata hitam yang bertengger di hidung mancung nya.


" Terimakasih Bang,maaf sudah membuat Abang menunggu terlalu lama." seru Kiki yang merasa tidak enak telah membiarkan Rangga menunggu sampai setengah jam akibat drama yang di buat oleh Teguh pagi ini.


" Tidak apa-apa, untuk Kamu apapun itu akan Abang lakukan." Rangga mengelap pipi Kiki yang masih terdapat tetesan air mata.


" Kamu nangis lagi? Hm?" tanya Rangga


memutar sedikit badan nya agar bisa menghadap ke arah Kiki.


"Sedikit? Ayok cepat jalan Bang,nanti keburu keluar dia nya." ujar Kiki sambil melihat ke arah dalam agar tidak berpapasan dengan Teguh.Kiki tidak ingin di anggap melenceng meskipun suami nya sudah terlebih dahulu memilih melenceng.tidak ada niatan dari Kiki untuk membalas ini semua.


" Dia belum berangkat kerja?" tanya Rangga penasaran.


" Iya." jawab Kiki lalu menyandarkan tubuh nya sambil memijit kepalanya yang terasa pusing.


" Baiklah." Rangga langsung menjalan kan mobil nya dan meninggalkan pekarangan rumah itu.Rangga tidak lagi bertanya apapun kepada Kiki dan membiarkan wanita hamil ini menenangkan pikiran nya terlebih dahulu.

__ADS_1


" Mau sarapan dulu ngga Ki?" tanya Rangga menyadarkan Kiki dari lamunan nya dan menarik kembali wanita hamil ini ke dalam dunia nyata nya.


" Boleh Kak! Aku nggak sempat sarapan tadi." jawab Kiki yang juga merasa lapar dan perih di perut nya.


" Baik Tuan putri." Rangga mengangguk dan membelok setir mobil nya ke sebuah warung makanan yang sudah buka di pagi hari.


Rangga bergegas turun dari mobil dan berlari hendak membantu membukakan pintu mobil untuk Kiki dan berhasil membuat Kiki terharu dan semakin nyaman dengan perhatian yang di berikan oleh Rangga.


" Ki! Ke-napa? Ayok turun?" tanya Rangga dan mengulurkan tangan nya untuk menjadi pegangan Kiki.


Wanita hamil ini tersenyum dan menggeleng pelan.


" Abang masih saja memperlakukan Aku seperti dulu.Aku sampai terharu di buat nya."tutur Kiki jujur.


" Oh...Kamu ngga boleh cengeng terus! Mulai hari ini lupakan semua yang membuat hati mu sakit dan sedih.Abang akan membantu Kamu menyembuhkan kan luka itu dan membuat Kamu sampai lupa bahwa Kamu pernah berada di titik lemah ini.Abang janji!" ujar Rangga sangat pelan dan juga lembut dan semakin membuat hati Kiki kian melambung tinggi.


" Terimakasih Bang!" jawab Kiki lalu berdiri dan memeluk tubuh Rangga.kedua nya saling berpelukan dan tangan Rangga setia mengelus punggung Kiki agar lebih tenang lagi.


" Sama-sama Tuan putri." Rangga meraih tangan Kiki lalu membawa nya masuk ke dalam warung makan yang menyuguhkan berbagai macam makanan khas Indonesia.


Tanpa merasa malu atau pun sungkan Kiki menerima semua perlakuan manis yang di berikan oleh Rangga kepada dia.


Sebelum turun ke bawah,Teguh terlebih dahulu memeriksa ponsel nya dan membaca pesan yang di kirim oleh Cindy dan juga bunda nya.


" Sial! Jadi benar Kiki sempat melihat pesan ini?"umpat Teguh sambil berdiri memegang dagu nya.


Huft...


" Semoga saja dia ngga semakin marah dan salah paham lagi sama Aku." batin nya lalu menyambar kasar dompet dan kunci mobil yang tergeletak di atas meja nakas.


Hari ini Teguh memutuskan untuk menyetir sendiri mobil nya agar mempermudah kan dia menginap nanti malam di hotel tersembunyi itu.Pak Amin sengaja dia libur kan untuk mengganti waktu Pak Amin yang sering ikut lembur bersama dia.


Teguh turun dengan cepat menuju garasi mobil nya,saat dia hendak masuk ke dalam mobil nya mata Teguh menangkap bayangan Rena yang sedang sibuk mengelap kaca mobil yang biasa dia gunakan untuk mengantar Kiki.


" Rena?" Teguh memanggil Rena dengan jari telunjuk nya tepat mengarah di wajah Rena.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰😍


__ADS_2