Terhalang Restu Orang Tua

Terhalang Restu Orang Tua
Bab 66


__ADS_3

Saat ini Kiki sudah sampai di rumah nya setelah di antar paksa oleh Rangga karena Kiki masih bersikeras tetap masih ingin main di mall.dengan segala bujuk rayu yang di berikan oleh Rangga , wanita ini akhirnya mau ikut dan saat ini sedang membaringkan tubuh nya di atas ranjang.


Drt...Drt..Drt...Ponsel Kiki berdering pertanda ada sebuah pesan yang masuk ke dalam kotak pesan nya.


Kiki tertawa hambar melihat nomer yang sama masih mengirim dia sebuah foto dan juga video yang berisi penampakan Teguh sedang menyetir mobil sedangkan sang wanita sedang bergelayut manja di lengan nya.


" Ini yang Kamu bilang meninjau proyek.. Selamat Mas,Kamu sudah berhasil membuat Aku menghapus rasa ini kepada Kamu.Aku tidak akan lagi mengingat nya sampai kapan pun." batin Kiki masih tetap menatap gambar yang ada di layar ponsel nya.wajah Teguh seperti menikmati suasana itu, senyuman Teguh juga tercipta dari bibir nya.


" Selamat bersenang-senang." entah kenapa Kiki tiba-tiba saja mengetik kata-kata itu lalu mengirim kembali ke nomer misterius itu.selama ini Kiki tidak pernah tertarik untuk membalas nya.tetapi malam ini jari lentiknya seolah ingin membuktikan jika dia masih baik-baik saja walaupun terus-menerus mereka teror dengan bukti perselingkuhan itu.


Di waktu yang sama,saat ini Teguh sedang menjemput Cindy sesuai dengan kesepakatan yang telah mereka lakukan melalui ponsel tadi siang.Teguh tetap duduk di dalam mobil nya menunggu Cindy keluar dari dalam rumah nya.10 menit menunggu dari dalam rumah berlantai dua itu tampak seorang perempuan dengan pakaian yang indah dan memiliki harga yang sangat mahal dari salah satu brand ternama. Cindy menebar senyum manja kepada Teguh yang sedang duduk dengan kaca mobil yang terbuka.


" Honeyy..Maaf ya lama." ucap Cindy mencium sekilas pipi Teguh lalu berlari ke pintu sebelah.


Teguh sama sekali tidak mengeluarkan suara nya.setelah melihat Cindy telah duduk di dalam mobil nya dengan memakai sabuk pengaman.Teguh mulai menghidupkan mesin mobil nya lalu melaju meninggalkan komplek perumahan Cindy.


Kiki yang sedang gelisah dan tidak bisa tenang lalu bergegas melakukan wudhu untuk segera melaksanakan ibadah sholat isya.


Kiki tampak khusyuk melaksanakan nya.


Kiki mengadukan seluruh keluhan yang dia rasakan kepada sang pencipta nya.buliran bening tampak membasahi pipi mulus wanita itu.Kiki sesenggukan dengan kedua telapak tangan yang menghadap ke arah langit.


Setelah selesai sholat dan berdoa.Kiki lalu merapikan mukena dan juga sajadah nya.di saat Kiki hendak naik ke atas ranjang empuk yang berukuran besar ini.Ponsel milik Kiki kembali berdering panjang.


" Jika Kamu ingin tahu bagaimana asyik nya suami mu memadu kasih dengan ku, datang lah di apartemen Seroja nomor 4 lantai 2." sebuah pesan singkat kembali masuk dari nomer yang setiap hari memberikan foto kemesraan Teguh dengan wanita idaman nya.


Dengan kekuatan hati yang sudah sangat matang,Kiki memejamkan matanya lalu menggantikan baju tidur yang dia pakai menggunakan baju kaos lengan panjang di padukan dengan celana jeans.Kiki nampak turun terburu-buru menuju kamar Rena.


Tok..


Tok..

__ADS_1


Tok..


" Rena!" panggil Kiki sambil mengetuk pintu kamar Rena yang lampu nya sudah di matikan.


" Iya Nona muda." jawab Rena dari dalam dengan mata yang masih menyipit.


" Tolong antarkan Aku ke suatu tempat Ren." pinta Kiki masih berdiri di pintu sambil melirik jam yang ada di ponsel nya.belum terlalu larut untuk mereka bisa sampai di alamat yang di berikan oleh si pengirim nomer misterius itu.


Kiki terpaksa datang ke alamat itu demi mendapatkan bukti yang lebih akurat, setelah itu Kiki bertekad akan pergi sejauh mungkin dan tidak akan pernah kembali lagi menemui suami nya.


" Baik Nona muda, tunggu Saya ganti baju sebentar." jawab Rena lalu bergegas mengganti baju kaos polos dengan baju yang lebih tertutup lagi.


"Aku tunggu di depan ya Ren." ujar Kiki lalu pergi terlebih dahulu ke teras depan.sebenarnya ada sebuah keraguan di hati Kiki untuk datang kesana,butuh waktu yang lama untuk dia menata hati nya.namun demi memuaskan batin nya yang masih mengambang,Kiki membulat kan tekad nya masuk ke dalam mobil dan mulai mengikuti kemana pun Rena membawa nya.karena memang alamat ini baru di ketahui oleh Kiki.


" Apa masih lama lagi Rena?" tanya Kiki setelah mobil yang di kendarai oleh Rena cukup jauh melintasi jalan raya namun belum juga sampai pada tujuan nya.


" 15 menit lagi kita akan sampai Nona muda." balas Rena yang sedang melihat ke arah petunjuk jalan.


Hujan tiba-tiba turun begitu saja membasahi bumi yang sedang gelap gulita ini.suara petir saling bersahutan-sahutan di atas langit sana.Rena terus menjalankan mobil nya di tengah deras nya hujan malam ini.wanita Maco ini belum mengetahui kemana sebenarnya tujuan Nona muda nya.dia hanya mengikuti perintah saja tanpa berani bertanya lebih lanjut.


" Sudah sampai Nona muda." ucap Rena lalu turun membuka pintu di tempat yang teduh.


" Terimakasih Ren." jawab Kiki pelan,kedua mata indah nya sibuk mencari keberadaan mobil milik suami nya.


Deg..Dada Kiki tiba-tiba saja bergemuruh saat melihat ada sebuah mobil yang dia yakini milik suami nya sedang terparkir di ujung parkiran apartemen ini.


" Disini tempat proyek baru Kamu itu Mas." batin Kiki mengepal kan kedua tangan nya.


Dengan hati yang memanas seakan ingin meledak, Kiki melangkah masuk ke dalam apartemen itu,Kiki terus naik menuju lantai dua dan setelah menemukan alamat yang sesuai dengan yang masuk ke dalam ponsel nya ,Kiki menerobos begitu saja masuk ke dalam apartemen yang seperti nya sengaja tidak di kunci untuk menyambut kedatangan nya.


Kiki sengaja merekam sebentar kejadian itu lalu tertawa kecil sambil melihat nya.

__ADS_1


" Sa-sa-yang ! Ka-mu kenapa ada di sini?" Teguh bangkit dari duduk nya mendorong kasar tubuh Cindy sampai terguling di atas lantai lalu membenarkan baju nya yang sudah terbuka separuh.


Melihat kejadian itu semua,tak ada lagi yang bisa Kiki katakan,Kiki keluar dari apartemen itu lalu berlari menuju mobil yang mana ada Rena yang sedang menunggu kedatangan nya.


" Ayo jalan Ren." teriak Kiki dengan suara lirih nya.sekuat apapun wanita hamil ini berusaha menahan agar air mata nya tidak sampai jatuh namun pada akhirnya terjatuh juga karena merasakan sakit yang teramat pilu dalam kehidupan nya.baru berusia 21 tahun tetapi rumah tangga nya sudah hancur berantakan.


Sakit..Hanya itu yang terasa saat ini.


"Cepetan jalan Rena!" teriak Kiki dengan suara yang semakin samar.


Rena yang sedang kebingungan pun di buat gemetaran saat melihat Kiki tiba-tiba berlari dalam keadaan menangis masuk ke dalam mobil.


" Jalan Rena!" titah Kiki dengan menelungkup kan wajah nya menggunakan kedua tangan nya.


" Tapi Nona muda,di luar ada Tuan muda yang menghalangi mobil untuk jalan dan terus memanggil nama Nona muda." jawab Rena terpaksa membuka suara karena di landa kebingungan.


" Jangan buka pintu nya.biarkan tetap seperti ini." ucap Kiki tanpa mau membuka wajah nya.


" Sayang..Dengar kan Aku dulu.ini salah paham.Aku bisa jelaskan sayang."


Tok..Tok..Tok..


Teguh terus mengetuk jendela mobil yang tertutup rapat itu.


" Sayang..Tolong buka pintu mobil nya.Aku bisa jelaskan." teriak Teguh dari luar.


" Ayok jalan kan mobil nya Ren." pinta Kiki yang tetap tidak ingin memberikan kesempatan kepada Teguh untuk menjelaskan nya.semua bukti yang dia dapat dan dia lihat sudah cukup membuat dia merasa tenang dalam melangkah ke depan.


" Tapi.."


" Jalan kan saja mobil nya.nggak usah perduli dengan Tuan muda Kamu itu,kalau Kamu tidak jalan juga...Aku akan keluar dan memilih naik kendaraan umum saja." ancam Kiki yang sukses membuat Rena langsung menginjak pedal gas nya meninggalkan Teguh yang masih bersimpuh di tengah deras nya hujan.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰😍🥰


__ADS_2