Terhalang Restu Orang Tua

Terhalang Restu Orang Tua
Bab 104


__ADS_3

Pagi-pagi sekali sejumlah anak buah Teguh sudah mulai melakukan pengintaian di setiap sudut rumah Teguh.


Sesuai dengan arahan yang di berikan oleh Teguh kepada kepala penjaga bahwa pukul 3 dini hari mereka harus standby mengawasi setiap gerak gerik penjaga yang bernama Dito.


" Target sudah mulai masuk ke garasi." ucap mereka dari alat khusus yang berukuran kecil dan selalu di simpan di dekat kerah baju.


" Siap ketua ! Mulai mengikuti." jawab yang lain nya.


Sedang kan di dalam kamar, Teguh memilih berbaring dengan memangku laptop sambil menahan rasa sakit yang tidak kunjung mereda,padahal sudah 2 jam lebih dia meminum obat pencegah rasa Sakit tetapi entah kenapa malam ini obat nya terasa sangat lama bekerja.


" Sebenar nya apa sih yang salah dari perut ku ini?" batin Teguh memperhatikan perut nya yang terasa seperti tertusuk pisau tajam.


Drtttt... Drttt...


Ponsel Teguh yang berada di atas nakas bergetar hebat sehingga menimbulkan bunyi yang begitu kencang.


" Ya ada apa?" tanya Teguh ketika mengetahui kalau itu adalah nomer orang kepercayaan nya.


" Tahan mereka berdua, sebentar lagi Aku akan turun." Teguh bergegas mematikan laptop nya lalu turun dengan masih menggunakan piyama tidur.


Rahang Teguh kian mengeras mengingat wanita macam apa yang sudah dia nikahi beberapa bulan terakhir ini.meskipun tidak pernah tidur satu kamar dan melakukan hubungan layak nya sepasang suami istri.tetap saja Teguh merasa jijik dan terhina begitu melihat nya secara langsung.


" Akan Aku lepaskan Kamu di alam bebas sana,nikmati lah hidup mu yang penuh kesialan itu." gumam Teguh terus berjalan menuju gudang yang terdapat di bagian belakang rumah.


Prok....Prok....


Teguh bertepuk tangan ketika melihat kedua manusia pengkhianat sedang terduduk dengan kaki dan tangan yang sudah terikat tali.


" Bagaimana tidur kalian malam ini setelah meracau di garasi mobil mewah ku? Nyenyak? Atau badan kalian malah sakit-sakitan?" hardik Teguh dengan tatapan mata tajam.


Deg.


Dito dan Tania langsung saling berpandangan dengan mata yang melotot.padahal mereka sudah bermain secara sembunyi-sembunyi saat semua penghuni rumah sudah terlelap damai di alam mimpi.


" Bagaimana bisa Pria kejam ini mengetahui semua nya?" gumam Tania dengan kerongkongan yang terasa tercekat.


" Apa Tuan muda sudah mengetahui semua nya? " batin Dito tidak percaya.


" Sial! Ini semua gara-gara wanita ****** ini,kalau saja Aku tidak tergoda dengan rayuan yang dia berikan ,mungkin saat ini nasib ku masih baik-baik saja." imbuh Dito mulai menyesali perbuatannya dan bergidik ngeri mengingat bagaimana kejam nya Teguh dalam membasmi musuh kehidupan nya.

__ADS_1


Teguh lalu membenarkan celana tidur nya dan sengaja berjongkok di hadapan kedua pasangan mesum ini.


" Jawab! Kenapa kalian diam saja?" tanya Teguh dengan tersenyum miring.


Dito tertunduk tidak berani lagi untuk menatap wajah Teguh.rasa nya sungguh malu sekali ketahuan mencicipi wanita yang sudah di nikahi oleh Bos nya.


" Saya minta maaf Tuan muda! Saya akui Saya salah,tapi wanita ini yang sudah menggoda Saya terlebih dahulu." Dito yang tidak ingin nasib hidup nya berakhir mengenaskan memilih mengakui kesalahannya sebelum Teguh muak dan mengulangi pertanyaan yang sama.


" Terus Aku harus mengatakan apa atas perbuatan lancang mu itu?" Teguh berdiri lalu membersihkan secara kasar lutut nya yang sudah kotor terkena debu.


" Saya mohon maaf dari Tuan muda! Saya janji tidak akan mengulangi nya lagi. Saya menyesal Tuan." ucap Dito dengan wajah memohon nya.


Saat ini jantung Dito berdegup kencang membayangkan hukuman apa yang akan dia dapat kan dari Teguh.


" Sekali pengkhianat maka selama nya akan menjadi pengkhianat.Aku tidak akan pernah sudi memelihara manusia seperti kalian berdua." Teguh berbicara tanpa menatap kepada Dito dan juga Tania.pria ini sudah tidak bisa lagi bersabar menghadapi kenyataan buruk ini,niat awal dia ingin memberikan Tania pelajaran supaya wanita ini bisa berubah dan menjadi lebih baik lagi.namun Teguh ternyata gagal menjadi kan dia sebagai wanita baik-baik.


" Dan untuk Kamu wanita murahan! Detik ini juga Aku Teguh Rizaldi menjatuhkan talak kepada Kamu Tania ayu Mulyono.mulai malam ini Kamu bukan lagi istri ku." ucap Teguh begitu lantang sekali.


" Bawa mereka ke tempat yang berbeda dan jangan biarkan ada satu pun yang mengetahui masalah ini." Teguh pergi meninggalkan ruangan pengap ini karena sejak tadi perut nya kembali terasa melilit.


" Sial! Sebenar nya Aku masih ingin bermain lama-lama dengan kedua pengkhianat itu, tetapi Perut ini kenapa bisa Sakit lagi." batin Teguh berlari masuk ke kamar mandi yang ada di lantai bawah dan dia kembali harus menelan kekecewaan ketika tidak ada satupun cairan yang bisa dia keluar kan.


Dua tahun telah berlalu, meskipun putra nya telah lahir kedunia dan hampir saja memasuki usia 2 tahun.tetapi Kiki belum juga membuktikan ucapan nya ketika Rangga terus mendesak dia untuk segera menjadi istri nya.


" Aku masih butuh waktu Bang! Aku mohon pengertian nya." ucap Kiki ketika Rangga kembali mengajak dia berbicara empat mata.


" Harus berapa lama lagi Aku menunggu nya Ki? Apa sampai rambut ku memutih dan tidak bernyawa lagi." tanya Rangga berapi-api.tangan nya sengaja menggenggam erat tangan Kiki berharap wanita yang sudah menjadi ibu ini mau mengerti perasaan nya saat ini.


" Satu bulan lagi Bang,Aku janji setelah perayaan ulang tahun Noah selesai,kita akan segera melangsungkan pernikahan." jawab Kiki yakin.dia sebenar nya juga tidak tega terus menggantung kan perasaan Rangga seperti ini.tetapi apa boleh buat ketika trauma masa lalu selalu saja menghantui pikiran dan juga jiwa nya.


Saat ini semua keluarga Kiki sudah pindah secara permanen ke pulau K demi bisa menemani Kiki dan hidup berdampingan membesar kan cucu mereka.apalagi saat ini Riko sedang melanjutkan pendidikan nya di sebuah universitas ternama yang ada di pulau ini.


Huft....Rangga menghela nafas gusar nya ketika Kiki kembali menawarkan dia waktu yang dia anggap terlalu lama.


" Baiklah, Aku ikuti keinginan mu itu, tetapi setelah ini Aku tidak akan bisa lagi menunggu setelah satu bulan itu berlalu,mau tidak mau Aku akan tetap memaksa mu." Rangga kembali mengalah ketika menyadari bahwa rasa takut itu kembali menghantui kepala Kiki.sudah ratusan kali dia berusaha menguat kan dan menyakinkan Kiki bahwa dia tidak akan pernah menyakiti nya dan akan selalu membahagiakan dia dan juga Noah.tetapi seperti nya trauma masa lalu terlalu dalam membekas di hati nya.


" Iya Bang, terimakasih sudah mau mengerti Aku." ucap Kiki merasa sungkan.


" Aku sudah berjanji akan selalu membahagiakan Kamu meskipun Aku yang harus merasa kan sakit yang teramat menyiksa." Rangga menatap seksama manik mata Kiki yang juga sedang menatap kepada nya.sebenar nya benih-benih cinta itu sudah mulai tumbuh hanya saja masih terhalang oleh bayangan pengkhianatan yang di lakukan oleh mantan suami nya.

__ADS_1


" Maaf!" seru Kiki memohon ampun.


" Nggak masalah." jawab Rangga tersenyum lebar.


" Kamu mau langsung pulang atau mau jalan-jalan dulu." imbuh Rangga ketika menyadari bahwa mereka sudah terlalu lama meninggal kan Noah kepada Ibu Ratna.


Sementara itu kedua orang tua Rangga selalu meneror Rangga dengan pertanyaan kapan kalian menikah.saat ini kedua orang tua Rangga sudah kembali ke luar Negeri mengingat mereka tidak bisa bepergian terlalu lama dan meninggalkan bisnis yang sudah mereka bangun begitu saja di negeri orang.


" Kita jalan ke mall sebentar ya Bang! Aku mau cari baju-baju untuk Noah,dia terlalu cepat tumbuh tinggi sehingga baju-baju nya sudah pada kecil semua." ucap Kiki sambil cengengesan.


" Baiklah, ayok kita berangkat sekarang,Aku takut Noah mencari keberadaan mu." ajak Rangga lalu menggandeng tangan Kiki setelah membayar semua makanan yang sudah mereka makan berdua.


Rangga berjalan menuju ke tempat parkiran mobil nya.tujuan mereka selanjutnya adalah sebuah mall ternama yang terletak tidak jauh dari restoran ini.


Setelah 6 menit berkendara di jalan raya.akhirnya Rangga kembali memasuki sebuah parkiran yang sedang padat oleh pengunjung.


" Mau kelantai berapa sayang?" tanya Rangga begitu mereka sudah memasuki area mall.


" Langsung ke lantai dua aja ya Bang." jawab Kiki lalu menuntun Rangga menuju ke sebuah toko baju anak-anak yang sudah menjadi langganan nya.


" Selamat sore Mbak Kiki." sapa pegawai toko karena sudah sangat mengenal dekat Kiki.


" Sore Mbak,tolong bantu Aku cari baju untuk Noah ya Mbak,cari yang lebih besar dari ukuran kemarin." Ucap Kiki sambil sibuk memilah satu persatu baju yang tergantung rapi di hanger.


Rangga pun tidak tinggal diam saja,pria ini juga ikut membantu Kiki mencari baju untuk Noah yang sudah dia anggap seperti anak kandung nya sendiri.


" Bang!Yakin?" tanya Kiki ketika melihat keranjang yang di bawa oleh Rangga sudah penuh dan menggunung.


" Memang nya ada apa?" Rangga yang sedang sibuk memilih baju untuk Noah mengabaikan tatapan mata Kiki.


" Ini terlalu banyak sekali Bang! Punya ku juga sudah banyak,jangan di tambah lagi." Kiki menarik tangan Rangga membawa paksa lelaki nya menuju kasir.sedangkan dua keranjang baju sudah di bantu di bawakan oleh pegawai toko.


" Nggak papa sayang, Aku juga ingin memberikan yang terbaik untuk Noah.jangan halangi Aku." Rangga lalu mengeluarkan black card nya dan menyerah kan kepada salah satu petugas kasir.


" Mas! Aku saja." tolak Kiki karena Rangga selalu saja memanjakan dia dengan materi yang berlimpah.


" Jangan sayang, pakai punya Aku saja." Rangga memasukkan secara paksa kartu Kiki kedalam tas selempang yang Kiki gunakan hari ini.


Kiki yang tidak kuasa menolak pemberian Rangga hanya bisa mendesah dan menganggukkan kepalanya walaupun sebenarnya dia tidak bisa menerima pemberian ini.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰😍


__ADS_2