Terhalang Restu Orang Tua

Terhalang Restu Orang Tua
Bab 77


__ADS_3

" Kamu kenapa Ki?" tanya Rangga saat melihat Kiki seperti orang yang sedang gelisah.


" Nggak Bang, Kiki cuman takut aja suatu hari nanti Teguh akan mengetahui semua ini,dan dia akan mengambil anak Kiki." katanya menjelas kan kegundahan yang dia rasakan.


Hiks...Hiks..Hiks.. Hormon kehamilan nya membuat Kiki lebih cepat menangis dari biasa nya.ke senggol sedikit air mata ini pasti akan jatuh juga.


" Kiki takut Bang,Kiki nggak mau kehilangan anak Kiki." ujar nya di sela tangis yang kian deras berjatuhan.


Rangga lalu menarik Kiki masuk ke dalam, dekapan nya.dia belai lembut mahkota Kiki yang masih berantakan.entah kenapa posisi seperti ini membuat Rangga merasa sangat nyaman dan memabukkan jiwa jomblo nya.Rangga sangat tahu bagaimana perasaan Kiki saat ini,ibu mana yang rela melihat anak yang susah payah dia besar kan sendiri lalu di ambil begitu saja tanpa merasa malu sedikitpun.


" Tatap Abang Ki."pinta Rangga sambil mengangkat dagu Kiki agar menghadap kepada dia.


Rangga bisa melihat ada kesedihan terdalam yang di rasakan oleh Kiki,kedua bola mata nya sudah memerah akibat terlalu banyak mengeluarkan air mata.


" Kamu tidak perlu takut dengan dia atau pun keluarga nya, apapun yang akan terjadi nanti Abang akan tetap bersama Kamu, tenang lah lah Kamu masih ingat kan apa kata dokter kandungan tadi.Abang tidak akan mungkin membiarkan semua itu terjadi,kita akan membesarkan anak ini bersama-sama nanti." ucap Rangga sambil mengusap-usap kepala Kiki yang sedang bersandar di dada nya.entah apa maksud tujuan ucapan Rangga barusan,yang jelas Kiki tidak terlalu menyimak lagi.


Rangga melepas kan pelukan tangan nya,tangan nya terulur menghapus air mata yang mengotori wajah cantik Kiki.


" Jangan bersedih lagi,yang berujung membuat Kamu stres.kasihan nanti dedek nya juga ikut-ikutan sedih juga." ucap Rangga pelan sambil mengelus pipi Kiki, tatapan mata kedua nya saling bertemu dan saling menatap dalam.


" Istirahat lah,tenaga Kamu terlalu banyak terkuras untuk muntah." ucap Rangga melepas pelukan nya dan membantu Kiki untuk berbaring di atas ranjang nya.


" Abang harus berangkat ke kantor dulu,ada masalah yang harus Abang selesaikan, Abang janji akan segera pulang.nanti kalau Kamu butuh apa-apa panggil saja maid yang ada di bawah,cukup pencet tombol putih ini maka mereka akan datang menemui Kamu." ujar Rangga menjelaskan panjang lebar kepada Kiki,Rangga sudah bertekad akan mundur dari pekerjaan nya sebagai abdi negara.sebenarnya sudah lama orang tua nya meminta dia untuk berhenti dari pekerjaannya dan lebih fokus dengan perusahaan nya.jam kerja yang tidak menentu membuat mereka khawatir dengan kesehatan putra nya.saat ini pikiran Rangga mulai terbuka,dia tidak mungkin merawat Kiki dalam kesibukan nya yang tiada batas.demi Kiki, Rangga rela melepas kan semua cita-cita masa kecil nya.sebegitu berharga nya kah Kiki untuk hidup Rangga? Bahkan pria ini langsung bertindak cepat saat Kiki berada di samping nya.


" Ya Bang." jawab Kiki di sertai anggukan kepala nya.


" Kamu mau nitip sesuatu? Nanti pas pulang akan Abang bawakan?" tanya Rangga memberikan perhatian lebih kepada Kiki.


" Hmmm.Kiki pengen makan mangga muda Bang!" ucap Kiki dengan wajah memohon nya.saliva langsung tercekat saat mengucapkan kata itu.


" Baiklah,nanti akan Abang belikan.Kamu tidur saja dulu.jangan bandel kalau di tinggal." seloroh Rangga mengacak-acak rambut Kiki dengan perasaan yang tidak menentu.

__ADS_1


" Abang rambut Kiki sudah kusut kenapa tambah di bikin kusut sih!" protes Kiki dengan wajah ngambek nya.


" Mau kusut atau pun tidak ,Kamu tetap lah cantik,dada.. Abang pergi dulu." Rangga langsung menutup pintu kamar setelah berhasil membuat Kiki tersanjung dengan kata-kata manis nya.


" Mikir apa sih Aku ini? Ingat Ki! Kamu sedang hamil,jangan mikir yang aneh-aneh deh." umpat nya untuk diri nya sendiri.


Akibat efek obat yang dia minum tadi, Kiki tertidur begitu saja setelah lelah mengoceh sendirian tanpa ada lawan bicara nya.


Rangga masuk ke dalam ruang kerja nya mengambil map merah yang sudah lama dia siapkan tetapi baru hari ini dia gunakan.


" Semoga saja ini keputusan yang terbaik,Aku ingin berbakti kepada orang tua sekaligus melindungi Kiki juga." batin nya menguatkan diri nya untuk bisa melalui keputusan berat ini.


Rangga keluar dengan membawa 2 map merah yang ada di tangan nya.


" Bi Har! Aku titip Kiki ya,tolong temani dia dulu,kalau terjadi apa-apa segera kabari Aku." titah Rangga kepada kepala asisten rumah tangga nya.


" Baik Den." jawab Bi Har .


" Langsung ke tempat dinas ya Pak." ucap Rangga setelah duduk manis di kursi penumpang.setiap hari Rangga selalu di antar jemput oleh sopir pribadi nya, kesibukan nya yang tidak menentu membuat Rangga kesulitan untuk berkonsentrasi dalam menyetir sehingga membuat dia memutuskan untuk menggunakan jasa sopir.


Di rumah pribadi Teguh, setelah pulang dari rumah Nenek nya Teguh memutuskan untuk segera pulang dan mencari tahu kebenaran tentang ucapan Gita.hati nya menjadi tidak tenang mengingat dia sudah kehilangan 2 orang sekaligus dalam hidup nya.Teguh berlari menuju kamar nya untuk mencari petunjuk yang di tinggalkan oleh Kiki.semua barang-barang yang tersimpan rapi sudah berhamburan tidak menentu.kamar ini seketika berubah menjadi gudang kotor.


sprai kasur bahkan sengaja dia tarik supaya terlepas untuk memudahkan dia mencari barang bukti nya.


" Aku harus bisa menemukan bukti nya." batin Teguh dengan jantung yang sudah berdebar kencang.


Deg!


Jantung Teguh berdetak lebih cepat lagi bahkan sampai membuat Teguh terduduk lesu di atas lantai.


Tangan kanan nya gemetaran memegang benda pipih panjang yang tersimpan rapi di dalam kotak persegi panjang, di dalam itu juga terdapat hasil foto USG anak nya.

__ADS_1


" Lelucon apa ini? Kenapa Aku bisa tidak mengetahui nya? Kenapa ?" teriak nya sambil menggenggam erat hasil testpack Kiki yang menunjukkan garis dua.


"Aku sengaja menyimpan hasil test ini untuk Aku jadikan kado di hari ulang tahun mu Mas,semoga saja Kamu bahagia mendapatkan kado ini.maafkan Aku yang belum bisa menjadi istri yang baik untuk Kamu.


Selamat ulang tahun suami ku."


Tangis Teguh akhirnya pecah juga saat melihat goresan pena yang sengaja Kiki tulis sebagai kado ulang tahun nya.tetapi dengan bejat nya dia hancurkan semua rencana indah itu.


" Maafkan Aku sayang,Aku yang salah,Kamu sudah sempurna menjadi seorang istri.Aku sudah menghancurkan semua nya."


" Akh......" teriak Teguh sambil menjambak rambut nya.


" Bodoh Kamu Teguh! Bodoh!" teriak nya lagi memaki dirinya sendiri.


" Mpok Nur! Rena!" Teguh langsung keluar dari kamar nya masih membawa benda pipih itu.dia sangat yakin Kedua wanita itu pasti tahu sesuatu tentang istri nya.


" Mpok Nur! Rena!" teriak nya saat melihat kedua orang itu sedang berjalan beriringan.


merasa di panggil oleh Tuan muda nya,Rena dan Mpok Nur langsung mengangkat wajah mereka seraya berjalan mendekat ke arah Tuan muda nya.


" Ada apa lagi ini?" batin kedua nya sambil meremas ujung baju.wajah tegas Teguh membuat nyali kedua wanita ini menciut tidak berani muncul lagi.


" Jelas kan!" bentak Teguh sambil menunjuk benda yang ada di tangan nya.


Jleb..


Tenggorokan Rena terasa tersumbat hebat.dengan susah payah dia menelan saliva nya.


" Jelaskan!" bentak Teguh seperti orang yang sedang kesetanan.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰😍😍

__ADS_1


__ADS_2