
Rangga berusaha keras mengingat nama cewek centil yang sedang bergelayut manja di lengan nya.
" Abang Rangga apa kabar?" tanya Lusi terus menempel seperti cicak.
" Ba-baik." jawab Rangga namun tatapan mata jengah nya tidak bisa di bohongi.kelakuan Lusi yang main peluk saja membuat Rangga merasa tidak nyaman dan berusaha meminta bantuan dari tatapan mata yang dia berikan kepada Kiki.
" Mmm...Hua.. Haahahaha.." susah payah Kiki menahan tawa nya namun pada akhirnya tawa itu pecah juga melihat wajah Rangga yang sudah pias.
" Itu Lusi loh Bang,lupa ya?" goda Kiki menahan tawa nya,sejak dulu Rangga paling tidak mau kalau ikut bermain jika ada Lusi. sikap Lusi yang bar-bar membuat Rangga memilih menyendiri di dalam rumah ketimbang ikut gabung.pernah suatu hari Rangga sampai harus sembunyi di dalam kolong ranjang demi menghindari Lusi yang nekat menjemput dia sampai ke dalam rumah.
" Pantesan kayak ulat bulu aja ... Ternyata..Dia." batin Rangga berusaha melepas kan tangan Lusi yang sedang melingkar di pinggang nya.
Hana memutar bola mata nya dan menghembuskan nafas kasar nya melihat Lusi yang semakin parah dari biasa nya.
" Lusi!Udah...Kamu nggak malu apa di lihat banyak orang main peluk - peluk aja di tepi jalan raya ini." tegur Hana yang sudah bosan melihat tingkah laku Lusi.
Sedang kan Kiki memilih diam dalam tawa nya, pemandangan seperti ini mengingat kan dia pada kejadian beberapa tahun yang lalu.Rangga sampai lari terbirit-birit karena di bohongi oleh Kiki yang mengatakan jika Lusi sudah pulang, padahal saat itu mereka sengaja meminta Lusi ngumpet di balik pintu.melihat Rangga yang sudah masuk ke dalam rumah Kiki,Lusi pun keluar dari persembunyiannya dan hendak menangkap Rangga namun gerakan langkah seribu nya Rangga berhasil kabur meskipun tanpa memakai sandal atau pun sepatu.
" Sudah ayok jalan, kalian masih betah berdiri di sini?" tanya Rangga yang menyadarkan ketiga wanita ini dari pikiran mereka masing-masing.
" Iya..Cuss jalan." sambut Lusi yang hendak main nyelonong saja masuk ke dalam mobil Rangga sedang kan mobil dia ada di dalam parkiran kampus.
" Eitttss..Kamu mau ngapain?" tanya Kiki menghentikan langkah kaki Lusi yang hendak masuk ke dalam.
" Mau duduk di dalam mobil lah Kiki sayang! Emang nya mau ngapain lagi coba?" Lusi berbicara seolah-olah tidak ada beban hidup sama sekali,saat ini yang ada di kepala nya hanya lah Rangga,Rangga dan Rangga.
" Ini tempat Aku..Ambil mobil Kamu tuh di dalam sana." cegah Kiki yang langsung masuk duluan meninggal kan Lusi yang masih berpikir.
" Udah.. Buruan ambil mobil Kamu Lus,biar nggak bolak balik." Hana langsung menarik tangan Lusi yang masih tetap ingin menerobos masuk ke dalam mobil Rangga.melihat Rangga yang semakin tampan dan gagah memakai baju seragam polisi nya membuat hati Lusi semakin klepek - klepek tak menentu.
"Kamu ngga tahu malu banget sih Lus,nggak bisa apa ya...Jual mahal dikit gitu,jangan main nempal- nempel aja sama orang.kalem dan deketin secara halus.itu baru benar!" seru Hana mengajar kan Lusi agar lebih memiliki harga diri lagi jika berada di dekat cowok.
" Itu kan Bang Rangga loh Han,Aku mana bisa jaga sikap,secara dari dulu udah naksir berat sama dia.wajah nya itu loh Han,makin ganteng aja tau nggak.halalin Adek dong Bang." ujar Lusi memulai drama nya.
" Ini anak dikasih tahu bukan nya berubah ..Ini malah tambah parah." Hana menarik nafas jengah nya lalu memilih membuang pandangan nya arah jendela.
"Abang kok diam aja?" tanya Kiki yang merasa heran saat melihat Rangga berubah kalem seperti ini.
" Nggak papa kok." jawab Rangga yang masih syok dengan kehadiran Lusi yang sangat mengganggu ketenteraman hidup nya.
" Mikirin Lusi? Udah nggak papa lagi Bang, itung-itung sekalian cari jodoh." ucap Kiki mengingat kan Rangga agar mau membuka diri dan segera mencari pendamping untuk dia yang sudah menginjak usia 27 tahun.
" Abang masih menunggu Kamu Ki, selalu..Dan nggak akan pernah berubah." batin Rangga menatap dalam ke arah Kiki.
__ADS_1
" Bang...Woy..Malah melamun lagi." Kiki menggoyang jari nya di depan wajah Rangga yang terus menatap kepada dia.
" Abang sudah punya tambatan hati Ki, Abang risih kalau di peluk sama dia." jawab Rangga mengambang.
" Benaran Abang sudah punya calon? Siapa? Kenalin sama Kiki dong Bang?" pinta Kiki tanpa sadar akan perlakuan manis yang di berikan oleh Rangga terhadap dia selama ini.
" Nanti Kamu bakal tahu sendiri." jawab Rangga cuek lalu memarkirkan mobil nya di parkiran kosong yang ada di dalam mall besar ini.
" Dia itu Kamu Ki." ucap Rangga dalam hati nya.
Kiki yang sedang sibuk merias wajah dan rambut nya tidak menyadari jika Rangga terus menatap dia menggunakan hati nya.
" Buka Bang!" seru Kiki saat merasa pintu mobil nya belum juga di buka oleh Rangga.
" Tunggu dulu! Kamu duduk aja,biar Abang yang bukain." Rangga memperlakukan Kiki semanis madu.siapapun yang melihat nya pasti akan merasa iri termasuk juga Lusi dan Hana yang hampir mau menangis melihat Rangga yang tidak sungkan menggandeng tangan Kiki.
Huft..Huft..Huft..
Lusi berusaha mengatur nafas nya yang terasa sesak dan membunuh saat melihat kemesraan Rangga dan juga Kiki.
" Lus! Kayak nya Abang Rangga masih menyimpan rasa deh sama Kiki." ucap Hana yang bisa melihat jika Rangga masih memiliki rasa cinta untuk Kiki.semua perlakuan Rangga seperti tulus dan dari hati nya.
" Iya Han,Aku juga mikir nya kayak gitu, tatapan mata Abang Rangga kepada Kiki masih sama seperti dulu." jawab Lusi melemah,namun dia ikut senang ada laki-laki yang bisa menyembuhkan luka sahabat nya.
" Sebenar nya Aku sakit hati,tapi ... Melihat Kiki jatuh di tangan orang yang tepat membuat Aku ikut bahagia.Aku juga ingin ada orang yang bisa menyembuhkan sakit di hati Kiki, ternyata orang itu datang dari masa lalu nya sendiri." balas Lusi lebih bijak lagi.wanita ini ternyata tidak selalu penuh drama,ada saat nya pikiran dewasa nya terbuka lebar dan menjadi pengingat untuk orang lain.
Sementara kedua manusia yang sedang di bahas itu sedang berjalan menghampiri mereka.
" Abang malu." ucap Kiki saat melihat tangan Rangga tidak berhenti menggenggam tangan nya.
" Udah..Cuekin aja." jawab Rangga masa bodoh.dia hanya ingin orang lain tahu jika wanita cantik ini adalah milik nya.bukan lagi milik laki-laki yang sudah menyakiti perasaan nya.
" Ayok masuk." ajak Rangga dengan raut wajah dingin nya kepada Hana dan juga Lusi.
" I-Iya Bang." jawab kedua wanita itu merasa grogi.
Lusi seperti nya sudah sadar diri dan tidak lagi melanjutkan drama nya meskipun Rangga tetap menjadi idolanya.
Kiki tampak bahagia menikmati hidupnya saat ini.kehadiran mereka bertiga cukup mampu membuat Kiki lupa dengan perih nya pengkhianatan yang di lakukan oleh suami nya.
" Naik itu yok Lus,Han." Kiki langsung menarik tangan Lusi dan Hana saat melihat permainan dance yang terletak di tengah-tengah pusat permainan ini.
" Nggak boleh." Rangga langsung menarik ujung baju Kiki untuk menghentikan langkah kaki wanita ini.
__ADS_1
" Beruntung banget sih Kamu Ki." batin Lusi menatap haru perhatian yang di berikan oleh Rangga kepada Kiki.
" Yah.. Abang satu kali aja." pinta Kiki memohon dengan mengatup kan kedua tangan nya di dekat dada.
" Pokok nya ngga boleh.Kamu lagi hamil." bisik Rangga pelan tetapi tetap tegas.
" Iya Ki,kita main yang lain aja.itu terlalu bahaya untuk Kamu yang suka kelepasan dan nggak bisa mengontrol diri." sahut Hana ikut mencegah Kiki agar tidak sampai memohon lagi untuk memainkan permainan yang mewajibkan memberikan banyak gerakan cepat.
" Yah..Nggak seru banget sih kalian bertiga."keluh Kiki tidak bersemangat.
" Ini demi kebaikan Kamu." tutur Rangga lembut lalu meraup kedua pipi Kiki yang sengaja di bulat kan.
" Iya..Iya.." jawab Kiki pasrah.
Setelah puas bermain hingga berjam-jam lama nya.Rangga mengajak ketiga wanita ini untuk makan terlebih dahulu sebelum mereka dia antar pulang ke rumah masing-masing.
" Ini susu hamil nya." ucap Rangga yang tiba-tiba saja sudah menyodorkan segelas susu hamil ke hadapan Kiki.
" Abang.. Dapat dari mana?" tanya Kiki yang baru ingat jika satu hari ini dia belum meminum susu hamil nya akibat terburu-buru keluar dari rumah.
" Beli di supermarket depan." jawab Rangga sambil menunjuk ke arah depan.
" Makasih Abang." ucap Kiki langsung memeluk tubuh Rangga.wanita ini sangat terharu melihat Rangga yang terus saja memberikan dia perhatian yang tidak terduga sebelumnya.
" Kenapa kalau Kiki yang peluk pasti di balas sama Abang, kalau Aku mah boro-boro.yang ada di lepaskan secara kasar juga mau." sahut Lusi menyadarkan kedua insan yang tengah larut dalam pelukan itu.
" Hahaha..."
" Itu sih derita Kamu." balas Kiki tersenyum mengejek.
" Nggak adil banget sih Bang. " tutur Lusi.
" Kalau mau cari yang adil sana ke pengadilan." sahut Hana menimpali.
Hahahaha...
Mereka semua tertawa puas melihat Lusi yang salah tingkah karena di ledekkin.
" Sudah makan dulu." tegur Rangga mengingat kan.
Kali ini Rangga kembali memberikan perhatian yang lebih kepada Kiki.pria ini tampak sabar menyuapi Kiki hingga nasi pesanan Kiki habis tidak bersisa lagi.Kiki yang merasa nyaman dengan perlakuan ini menurut saja tanpa mau membantah lagi.janin yang ada di perut nya juga diam dan tidak memberontak seperti saat dia makan sendiri.
Lagi-lagi Hana dan Lusi hanya bisa gigit jari melihat kemesraan mereka berdua.
__ADS_1
Jangan lupa Like Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰😍