Terhalang Restu Orang Tua

Terhalang Restu Orang Tua
Bab 108


__ADS_3

" Ibu mohon Nak,jangan seperti ini!Ibu nggak akan sanggup melihat Kamu seperti ini lagi." ucap ibu Romlah ikut memeluk putri nya.


" Tapi Aku benar -benar nggak kuat dengan semua ini Bu!" jawab Kiki lirih.


" Sudah jangan bicara begitu lagi Nak! Semua yang terjadi di dalam hidup kita adalah takdir yang sudah di tulis kan oleh yang maha kuasa.kita nggak pernah bisa menebak kapan umur kita habis dan kapan kita akan mendapatkan musibah.kita harus selalu siap ketika di berikan cobaan." Pak Agus menggosok punggung Kiki yang bergetar hebat.


Di saat itu ponsel yang berada di saku celana Riko kembali berdering dan ternyata Dewa lah yang menghubungi nya.


" Halo Om." sapa Riko dengan jantung yang berdetak kencang.


" Om sudah mengecek ke bandara dan sudah di pastikan dengan yakin kalau Rangga ikut menjadi korban dari tragedi jatuh nya pesawat itu." ucap Om Dewa dengan suara yang tercekat.


" Iya Om,nanti akan Riko sampai kan kepada Mbak Kiki."sahut Riko menutup percakapan.


Dia kembali masuk dan menghampiri sang kakak dan juga kedua orang tua nya.


" Kita harus segera ke rumah Bang Rangga untuk mempersiapkan acara pengajian Bu!" seru Riko.


" Betul itu, lebih baik kita segera berangkat ke sana." jawab Pak Agus menyetujui.


Kiki duduk di dalam mobil dengan pandangan mata kosong nya. sedang kan Noah berada di pangkuan baby sitter nya.


Di saat mereka sampai di dalam rumah Rangga, ternyata para art yang bekerja di sana sudah menyiapkan semua nya.Ibu Ratna dan Pak Agus hanya melengkapi yang masih terasa kurang.


Di depan rumah megah Rangga terdapat banyak karangan bunga dari berbagai kolega bisnis Rangga.


" Kami turut berduka atas kepergian Pak Rangga." ucap salah satu rekan bisnis Rangga yang juga sudah mengenal dekat dengan Kiki.


"Iya, terimakasih Tuan." jawab Kiki singkat.


Satu persatu para pelayat menghampiri Kiki dan Om Dewa untuk menyampaikan rasa prihatin mereka atas musibah yang terjadi tadi pagi.


Noah yang belum tahu apa-apa hanya diam mengikuti pengajian ini tanpa rewel sedikit pun.


Saat ini sudah jam 11 malam.kini tinggal lah Dewa ,Kiki dan seluruh anggota keluarga lain nya.


Bunyi suara mesin mobil berhenti membuat Kiki semakin merasa bersalah dan tidak berani menghadapi kenyataan yang akan terjadi.

__ADS_1


" Anak ku." teriak Nahla begitu sampai di depan mereka semua.


" Yang sabar Nahla,Rangga sudah pergi dengan tenang, ikhlas kan dan selalu panjatkan doa agar jalan nya di permudahkan." Ibu Ratna memeluk calon besan nya.kedua wanita ini menangis saling menguatkan satu sama lain.


" Tapi kenapa secepat ini dia pergi meninggalkan kami,Mbak." ucap Nahla lirih.sedangkan di sebelah mereka ada Pak Agus yang sedang menenangkan Papa Rangga yang sekaligus teman akrab nya.


" Aku tidak pernah membayangkan ini akan terjadi kepada dia,baru saja kita merasa bahagia tetapi sudah harus menghadapi kenyataan buruk lagi.dia anak kami satu-satunya." teriak Nahla terduduk lemas dengan mata yang terpejam.selama berada di dalam pesawat,Ibu Nahla tidak berhenti menangis memanggil nama putra semata wayangnya.mereka berdua sama sekali tidak mengetahui tentang keberangkatan Rangga yang terlalu mendadak ini.baru saja tadi malam mereka berkomunikasi saat pesta perayaan ulang tahun Noah.tetapi pagi ini harus terpisah secara mengenaskan tanpa bisa bertemu kembali.


" Kita harus kuat Nak,semua nya sudah ada yang atur." bisik Pak Budi di telinga Kiki.padahal sebentar lagi wanita muda ini akan menjadi menantu mereka,namun ternyata takdir berkata lain.


" Aku tidak tahu Pa,tapi Aku akan mencoba nya." jawab Kiki kembali terisak.


" Harus nya dia tidak perlu datang untuk menjemput kami,kenapa dia begitu nekat sekali." Ibu Nahla terus meracau tiada henti nya.


" Yang kuat Mbak.ini sudah menjadi skenario tuhan." Dewa memeluk menguatkan kakak ipar nya.


" Dewa! Tolong bilang kalau ini adalah mimpi dan kalian sedang mengerjai kami " ucap Ibu Nahla menatap penuh harap.


Sayang nya Dewa menggeleng kan kepala nya membantah tuduhan yang keluar dari mulut kakak ipar nya.


Malam ini Kiki dan seluruh anggota keluarga nya di minta untuk menginap di kediaman Rangga.


Pagi-pagi sekali Ibu Ratna sudah terbangun dari tidur nya dan menemani Ibu Nahla berkeliling mencari udara segar.


" Ma..Ma.." Noah yang sudah bangun mengusap wajah sembab Kiki sambil memanggil nama nya.


" Iya sayang,anak Mama sudah bangun?" tanya Kiki dengan suara parau karena terlalu lama menangis.


" Mamam Ma..ma." pinta Noah masih belum terlalu jelas.


" Kamu lapar? Baiklah tunggu sebentar ya sayang." Kiki lalu bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk mencuci wajah nya dan merapikan rambut kusut yang sudah mirip seperti ijuk.


5 menit kemudian Kiki langsung menggendong Noah keluar dari kamar menuju ke arah dapur.


" Den Noah mau makan ya Mbak?" tanya para Art yang sudah menyiapkan makanan khusus untuk bocah laki-laki itu.


"Iya Bi." jawab Kiki ramah.

__ADS_1


" Ini ada sup sama perkedel kentang untuk Den Noah." ucap Bibi menyajikan di depan Kiki dan juga Noah.


" Terimakasih ya Bi,maaf sudah merepotkan." Kiki lalu mengambil nasi dan menyuapi anak nya .


" Sama-sama Mbak." jawab Bibi lalu menuangkan air putih ke dalam gelas.


" Apa Papa sama yang lain nya sudah sarapan Bi?" tanya Kiki yang tidak menemukan satu pun penghuni rumah yang duduk di meja makan.


" Sudah Mbak,tadi pagi-pagi sekali." jawab Bibi ramah.


Noah nampak begitu lahap mengunyah makanan yang di suapi oleh Kiki.


" Ma..ma Om Rangga mana?" tanya Noah yang sangat mengenali jika mereka saat ini berada di rumah Rangga.


" Om Rangga...Sudah pergi meninggalkan kita Nak." jawab Kiki pelan-pelan,agar Noah mau mengerti sedikit demi sedikit.


" Pergi? Kemana Ma?" tanya Noah penasaran.selama ini dia selalu di limpahi kasih sayang yang begitu besar dari sosok Om yang sudah dia anggap seperti ayah kandung nya sendiri.Rangga selalu ada kapan pun dia membutuhkan.


" Pergi menemui sang pencipta sayang,nanti Noah juga akan tahu sendiri. Sekarang habis kan dulu nasi nya ya " pinta Kiki kembali memasukkan nasi beserta sayur ke dalam mulut anak nya.


Sedang kan di ibu kota sana.Teguh terus mendapatkan ultimatum dan kata-kata keras dari nenek nya yang terlihat kecewa mendengar penjelasan yang di berikan oleh Cucu nya.


" Kenapa Kamu begitu ceroboh sekali? Apa belum cukup juga dengan pelajaran yang terjadi beberapa tahun silam?" Nenek Kamila sangat marah sekali mengetahui fakta yang di sembunyikan oleh cucu nya.meskipun mulut nya selalu menyangkal tidak ingin perduli lagi dengan kehidupan sang Cucu, tetapi tanpa sepengetahuan Teguh selama ini, Nenek Kamila selalu menanyakan kabar cucu nya dari orang kepercayaan nya yang merupakan tangan kanan Teguh.


" Aku tahu Aku salah Nek,Aku hanya ingin membalas mereka dengan cara Aku sendiri,Aku sama sekali tidak pernah tertarik kepada wanita itu." jawab Teguh agar tidak ada lagi kesalahpahaman yang terjadi di antara mereka berdua.sedangkan di bagian sofa yang terdapat di sudut ruangan ini,Pak Heru hanya diam menyaksikan tanpa berniat untuk ikut campur.


" Lain kali! Nenek tidak mau lagi mendengar kata penjebakan atau apapun lah itu,Kamu harus bisa berhati-hati dan jangan gegabah dalam mengambil keputusan, Nenek hanya takut jika Kiki mendengar kabar ini maka dia akan semakin salah paham." Nenek Kamila rupa nya masih sangat berharap kepada cucu menantu pertama di rumah nya.meskipun sudah pergi dalam waktu yang sangat lama,entah kenapa Nenek Kamila merasa bahwa suatu hari nanti mereka akan kembali di pertemukan.


" Sekarang lanjut kan pencarian mu kepada Kiki dan juga anak kalian,Nenek yakin kalau cucu nenek pasti sudah besar sekali." imbuh nya lalu memejamkan mata sambil memijit pelipisnya.


" Baiklah Nek, Teguh akan berusaha semampu Teguh menemukan keberadaan Kiki dan anak kami." pamit Teguh.


Nenek Kamila masih memejamkan mata nya merasa lelah menyelesaikan semua masalah yang di tinggal kan oleh cucu kesayangan nya.


Tadi malam Nenek Kamila kembali kedatangan kedua orang tua Cindy yang mengemis meminta bantuan Nenek Kamila untuk menyelamatkan perusahaan mereka yang hancur karena tekanan yang Nenek Kamila berikan.wanita paruh baya ini tidak pernah luluh sedikit pun meski mereka terus memohon dan mengiba.perbuatan Cindy di masa lalu membuat luka besar di hati Nenek Kamila dan juga Teguh.sedangkan tersangka utama nya sudah Nenek Kamila beri pelajaran dengan memasukkan nya ke dalam penjara atas tuduhan berlapis berikut dengan menantu yang bertubuh gempal.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2