Terhalang Restu Orang Tua

Terhalang Restu Orang Tua
Bab 27


__ADS_3

Kiki terus menggandeng tangan Mpok Nur menuju arah depan, meskipun Mpok Nur sudah melarang nya, tetapi yang nama nya Kiki tidak akan pernah mau menerima bantahan apapun jika hati nya sudah terlanjur merasa nyaman.


" Mbak Rena." panggil Mpok Nur ketika mereka sudah berada didekat Rena,namun karena keasyikan mengobrol dengan para penjaga membuat Rena tidak menyadari kedatangan Nona muda nya.


Mendengar Mpok Nur memanggil nama nya,Rena langsung memutar kan seluruh badan nya.Rena di buat terkesima dengan wajah cantik dan menawan milik Nona muda nya.


Semua yang melekat di tubuh Kiki terlihat begitu sempurna dan sangat pas sekali.


Riasan wajah nya juga memancarkan kecantikan yang tidak ada tandingan nya.


" Nona muda cantik banget, seperti seorang putri kerajaan saja." gumam Rena dalam hati nya.


Kiki langsung maju mendekati Rena yang tak kunjung beranjak dari tempat nya dan di ikuti oleh Mpok Nur di belakang, sedang kan di sekitar mereka ada para penjaga yang bertubuh kekar yang terus mengawasi setiap pergerakan Nona muda.


" Nona muda,perkenalkan ini Mbak Rena, supir pribadi yang di kirim oleh Tuan muda khusus untuk mengantar jemput kemana pun Nona muda pergi."ucap Mpok Nur menjelaskan.


Kiki hendak mengulurkan tangan nya untuk bersalaman dengan Rena.


Namun Rena malah langsung membungkuk kan badan nya sembari tersenyum gugup.


" Kenapa Kamu malah seperti itu?" tanya Kiki yang tidak paham dengan semua tingkah para asisten nya,semua nya seperti menjaga jarak kepada dia.


"Maaf Nona muda, Saya tidak berani berjabat tangan dengan Nona muda , Saya di sini hanya sopir pribadi yang minta oleh Tuan muda untuk mengantar dan juga menjaga Nona muda ketika berada di luar."Rena langsung memberikan alasan kenapa dia malah membungkuk kan badan nya.


" Jangan terlalu berlebihan, Aku juga sama seperti kalian.jangan pernah lagi memperlakukan Aku seperti ini.tidak ada yang istimewa dalam diri ku yang harus kalian takuti." ujar Kiki mengutarakan ketidaksukaan nya.


" Ini sudah menjadi tugas kami sebagai asisten di rumah ini Nona muda,kami tidak punya wewenang untuk membantah peraturan itu karena ada banyak cctv yang mengawasi setiap pergerakan kita." sahut Mpok Nur.


" Baiklah... Terserah kalian saja, sekarang Aku harus segera berangkat ke kampus."Kiki terlihat menahan rasa kesal nya yang membuncah.


" Mari Nona muda." Rena dengan sigap membuka kan pintu mobil untuk Kiki.


" Tidak usah." tolak Kiki dengan cepat,namun Rena sudah berlari terlebih dahulu.


" Ini sudah menjadi bagian dari tugas Saya Nona muda." jawab Rena sambil menunduk.


Kiki hanya mengangguk sambil tersenyum tipis.


Dia sudah terlanjur jengah dengan semua sikap berlebihan dari para asisten yang bekerja di rumah.

__ADS_1


Bukan ini yang Kiki mau, tetapi dia sudah terlanjur masuk ke dalam suasana seperti ini.mau tidak mau Kiki terpaksa harus membiasakan diri nya dengan semua sambutan meriah dari para bawahan Teguh.


" Nona mau langsung ke kampus atau Nona mau mampir dulu ke tempat lain." tanya Rena seolah bisa memahami isi pikiran Kiki.


" Kenapa dia bisa menebak isi pikiran ku,baru saja Aku ingin mengatakan sesuatu, tetapi dia sudah terlebih dahulu membuka suara.benar- benar terlatih anak ini!" gumam Kiki menatap Rena dari kaca spion.


" Nona muda.." panggil Rena lagi ketika tidak kunjung mendapatkan jawaban atas pertanyaan yang di ucapkan.


" Eh..Iya Ren.. Kita mampir dulu di restoran asmara di jalan pantulan sebelum kampus Aku ya." ucap Kiki memberi petunjuk jalan.


" Baik Nona muda." jawab Rena yang langsung melaju kan mobil nya sesuai dengan alamat yang di ucapkan oleh sang Nona muda.


Dalam waktu kurang dari 10 menit Kiki sudah sampai di tempat tujuan nya.masih ada waktu 1 jam setengah lagi untuk ke kampus.


Rena ternyata cukup lihai juga dalam menyetir mobil.bahkan dia sama sekali tidak terlihat canggung atau pun ragu ketika mobil mereka harus melewati kemacetan yang begitu memuakkan.


" Sudah sampai Nona muda." ujar Rena langsung turun untuk membantu Kiki membukakan pintu mobil nya.


" Rena!" tegur Kiki yang tidak suka di perlakukan berlebihan seperti ini.


" Maaf Nona muda, Saya hanya menjalankan tugas Saya sebagai sopir.Saya tidak berani melanggar aturan." jawab Rena masih sama seperti jawaban yang di berikan ketika mereka masih berada di rumah tadi.


Meskipun jauh dari jangkauan mata Teguh, tetapi mereka sangat patuh kepada aturan yang telah di tetapkan oleh Tuan muda nya.


" Terserah Kamu saja Rena, selalu saja itu alasan nya." omel Kiki berjalan masuk meninggalkan Rena yang masih menutup pintu mobil.


Ketika Kiki ingin mendorong pintu dan melangkah masuk, tiba-tiba saja dia melihat bayangan Rena yang sedang mengikuti nya dari belakang.


" Kamu tunggu di mobil saja Rena! Aku hanya sebentar saja." cegah Kiki ketika Rena ingin ikut melangkah masuk ke dalam restoran.


" Tidak bisa Nona muda, Saya harus ikut kemanapun Nona muda pergi.itu sudah menjadi tugas yang diberikan oleh Tuan muda." jawab Rena tidak mau mengenal kata kompromi dari Kiki.kemarahan Tuan muda nya sangat dia hindari karena itu sangat lah menakutkan bagi nya.


" Kenapa selalu saja atas perintah Tuan muda,tidak ada kah alasan lain yang bisa Aku dengar, lama-lama Aku bisa stres jika selalu saja harus mengikuti aturan kalian yang terlalu lebay ini." jawab Kiki yang sudah sangat kesal.


" Sekali lagi Saya mohon maaf Nona muda.ini sudah menjadi tugas Saya.dan Saya..."


Kiki langsung membungkam mulut Rena dengan menggunakan telapak tangan nya.


" Jangan terlalu banyak berbicara,waktu Saya tidak banyak." tegur Kiki langsung masuk dan seolah masa bodoh dengan Rena yang selalu mengikuti kemana pun langkah kaki nya.

__ADS_1


" Ternyata Nona muda orang nya bar-bar juga,seru juga kalau mendapat kan majikan seperti ini ,dari pada Aku harus menghadapi orang kalem dan itu sungguh membosankan. Bersama Nona muda Aku yakin akan betah sepanjang hari."gumam Rena dengan senyum yang tertahan di ujung bibir nya.


Perdebatan yang terjadi di antara Kiki dan juga Rena ternyata di saksi kan oleh teman - teman nya dan juga Yuda selaku mantan atasan nya.


" Gila si Kiki... Sekarang sudah pakai bodyguard kemana-mana.Aku ngga berani mendekat deh." canda teman kerja pria Kiki.


" Iya ...Hidup Kiki berubah drastis,dari upik abu langsung menjadi ratu di kerajaan megah nya.Aku ngga bisa bayangin seberapa tebal isi dompet Kiki sekarang ini." sambung Roma yang juga dekat dengan Kiki.


Yuda yang sedang berada di rooftop restoran nya langsung berlari turun demi menghampiri wanita yang dia rindukan sudah beberapa hari ini.


Jantung nya seakan kembali berfungsi dengan baik ketika melihat wajah Kiki yang sedang tersenyum menatap ke arah nya.


" Aku rindu banget sama kamu Ki, senyum mu,cantik wajah mu,serta tingkah lucu dari Kamu selalu membuat hari-hari ku sendu tanpa kehadiran sosok Kamu di sini" gumam Yuda dalam hati nya,kaki nya masih terus melangkah turun demi menghampiri wanita pujaan hati nya.


" Kiki.." teriak Ami sekuat tenaga.


Kiki yang kaget mendengar suara melengking milik sahabat terdekat nya langsung berlari menyambut bentangan tangan Ami.


" Nona muda,anda harus berhati-hati! Jangan seperti ini." tegur Rena yang langsung sigap menahan tubuh Kiki supaya tidak berlari seperti anak kecil.


" CK...Kenapa di tahan Rena!" geram Kiki merasa kesulitan bergerak.


" Ini sudah menjadi tugas Saya Nona muda." ujar Rena.


" Tau akh...Bodo amattt." Kiki langsung berlari menghampiri Ami dan teman- teman nya yang lain,mereka terlihat sedang tertawa puas melihat seorang wanita bar-bar yang sedang di dampingi oleh bodyguard, padahal mereka cukup yakin bahwa jiwa tomboi Kiki yang dulu masih ada di dalam jati diri nya.


" Enak banget sih hidup Kamu sekarang ini Ki.kayak tuan putri aja pakai pengawal segala." canda Ami sesaat setelah melepas pelukan rindu nya.


" Jangan banyak bicara..Aku aja mumet karena di ikuti terus seperti ini,jadi ngga ada lagi rahasia yang bisa Aku simpan sendiri." bisik Kiki pelan di telinga Ami supaya Rena tidak bisa mendengar nya.


" Haha..."


Tawa Ami langsung menggelegar setelah mendengar bisikan dari Kiki.


" Kamu masih utang penjelasan kepada Aku loh Ki." Ami masih menunggu penjelasan dari mulut Kiki tentang pernikahan nya yang tanpa ada undangan dan kabar berita.padahal hubungan mereka sudah seperti adik dan kakak.namun nyata nya Kiki malah memilih menutupi hari bahagia nya dari Ami.


" Jangan salah paham dulu! Ini tidak seperti yang Kamu pikirkan." sergah Kiki dengan cepat sebelum Ami terlanjur marah dan mengabaikan nya.


Jangan lupa Like,Vote dan Berikan Komentar nya ya guys..🥰😍🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2