Terhalang Restu Orang Tua

Terhalang Restu Orang Tua
Bab 67


__ADS_3

" Sayang! Dengarkan Aku dulu....Ini tidak seperti yang Kamu lihat." teriak Teguh merasa frustasi.


Sekeras apapun dia berteriak di tengah deras nya air hujan yang berjatuhan,Kiki tidak akan bisa mendengar kan nya.


Di dalam mobil, Kiki terisak menyadari bahwa sebentar lagi dia akan menjalani kehidupan nya sendiri, walaupun sedang berbadan dua dan masih butuh proses panjang.Kiki tidak merasa gentar sedikitpun menghadapi tantangan itu.


" Terimakasih untuk waktu Kamu yang tidak singkat ini Mas! Semoga saja Kamu bahagia dengan pilihan hidup mu."ucap Kiki dalam hati nya.


" Pulang ke rumah ya Ren! Lebih cepat lagi bawa mobil nya."Kiki ingin pulang terlebih dahulu ke rumah nya untuk mengambil beberapa helai baju dan juga surat berharga lain nya.dia tidak ingin pergi sia-sia dalam kondisi hamil muda seperti ini,janin nya pasti butuh asupan gizi yang cukup dan juga seimbang.


Teguh sebenarnya sudah merasakan firasat yang tidak mengenakkan saat dalam perjalanan menuju ke apartemen ini.ada sebuah keraguan yang besar yang tertanam di dalam hati nya.mereka yang bisa nya selalu bertemu di hotel entah kenapa malam ini di ajak Bunda nya bertemu dan menginap di sebuah apartemen.Teguh yang masih banyak pikiran dan tidak terlalu fokus hanya mengiyakan ucapan sang Bunda.kecurigaan Teguh mulai bertambah saat Bunda nya selalu mengulur waktu untuk segera berangkat ke dokter,sudah 3 jam lebih dia menunggu di dalam apartemen itu dengan berbagai alasan yang di berikan oleh Bunda nya.bahkan kini tinggal lah dia berdua dengan Cindy di dalam ruangan apartemen yang luas itu sedang kan sang Bunda entah hilang kemana sejak tadi.sebenarnya Teguh sangat risih melihat Cindy yang terus saja meliuk-liuk kan badan nya dan sengaja menempel di tubuh Teguh yang sedang fokus dengan gadget yang ada di tangan nya.


Sebelum Kiki naik ke lantai 2 apartemen yang menjadi tempat penggerebekan sang suami,wanita paruh baya yang berbadan gempal sengaja membuka kunci apartemen lalu mengintip dari celah kecil sembari memberi kode tangan kepada Cindy agar segera memainkan drama nya.Teguh yang sedang tidak fokus dan belum siap dengan serangan dadakan yang di lakukan oleh Cindy hanya bisa diam dan pasrah menikmati sejenak permainan yang di berikan oleh Cindy.


" Ada apa ?" tanya Teguh yang risih melihat Cindy terus merapat tubuh nya seraya menggigit bibir bawah nya.


Cindy mempersembahkan senyuman manis dan mengedipkan sebelah mata nya.


" Aku sangat merindukan Kamu Honey..Apa Kamu ngga rindu sama Aku?" bisik Cindy dengan nada sensual nya.


" Cin..." ucapan Teguh mengambang begitu saja di udara saat telunjuk Cindy sengaja di letakkan di sana.


" Aku tahu Kamu juga merindukan Aku,kita jalani saja hubungan asmara ini, Aku rela kok Kamu jadikan simpanan,yang penting waktu mu lebih banyak bersama Aku honey." Cindy berkata mesra lalu sengaja menggigit telinga Teguh yang sedang kebingungan melihat sifat Cindy yang mulai berani bertindak di luar batas nya.

__ADS_1


Teguh menggeleng kan kepala nya karena merasa tidak nyaman dengan situasi seperti ini,wajah Kiki menari-nari di pelupuk mata nya .


" Aku tuh cinta banget sama kamu honey.cinta..Jangan tolak Aku lagi." Cindy langsung mendekat kan wajah nya ke wajah Teguh,tanpa permisi dia mendarat kan bibir nya di benda kenyal milik Teguh,tangan Cindy bahkan dengan sengaja membuka Dress ketat yang melekat di tubuh nya lalu memperlihatkan dua gunung kembar nya yang masih gagah berdiri tetapi sayang nya sudah bekas mulut orang lain.


Saat melihat Kiki masuk ke dalam apartemen ini,Teguh langsung mendorong kuat Tubuh Cindy yang duduk manja di pangkuan nya, Cindy tersenyum puas melihat rencana mereka berhasil walaupun tubuh mulus nya harus menjadi korban dari sandiwara panas ini.wanita gembul yang sembunyi didalam kamar depan tertawa puas saat menantu miskin nya menangis melihat suami nya sedang bercumbu dengan wanita lain.


" Hahahaha..."


" Akhir nya wanita miskin itu pergi juga dari hidup putra ku."


" Aku sudah tidak sabar lagi menikmati semua kekayaan yang di miliki oleh putra ku." ucap nya lirih.


Saat melihat Teguh sudah berlari keluar mengejar istri nya,Bunda Yeni langsung berjalan cepat keluar dari persembunyiannya sambil tertawa puas.


" Pakai dulu baju Kamu!" titah Bunda Yeni saat melihat keadaan Cindy masih berantakan.


" Iya Bun, padahal tadi kalau Teguh mau meminta lebih Aku dengan senang hati melayani nya, tetapi gara-gara wanita miskin itu Aku tidak jadi bermesraan dengan Teguh." protes dia tanpa merasa bersalah sedikit pun.


" Sudah tidak apa-apa sayang,nanti kalau kalian sudah menikah dan tinggal satu kamar,Kamu bisa sesuka hati ngajak Teguh berbagi peluh,masih banyak waktu untuk hal itu.yang penting sekarang ini rencana kita sudah berhasil merusak rumah tangga nya dan memisah kan mereka berdua secara sadis dengan rencana yang sudah kita buat."


"Iya Bun, terimakasih sudah membantu Aku untuk bisa kembali lagi dengan Teguh,Bunda memang mertua idaman pokoknya." ucap Cindy dengan manis nya namun di dalam hati nya merutuki keras apa yang sudah dia ucapkan.


" Bunda sudah tidak perlu lagi berpura-pura sakit-sakitan seperti kemarin,nanti kita bilang saja sama Teguh kalau Bunda sudah di kasih obat paling bagus dan harga nya sangat mahal."

__ADS_1


" Bunda yakin Teguh akan percaya begitu saja dan langsung mentransfer uang nya untuk Bunda.bodoh sekali putra ku itu mau saja kita bohongi dengan drama gila ini.nggak suami nggak anak sama saja." Bunda Yeni geleng-geleng kepala lalu tertawa puas bersama Cindy merayakan kemenangan mereka.


Tanpa mereka sadari Teguh yang kembali naik ke lantai atas hendak mengambil kunci mobil dan juga ponselnya yang tertinggal sudah mendengar semua apa yang sedang mereka bicarakan.


Teguh mengerang kuat, otot-otot tubuh nya berlarian keluar menahan gejolak emosi yang tidak tertahankan lagi.


" Kurang ajar!" teriak Teguh sambil menendang keras pintu yang ada di depan nya.


" Nak.. Ka-mu dari ma-mana saja?" tanya Bunda Yeni masih mau memainkan drama meski dengan rasa gugupnya.sorot mata Teguh seperti seorang pembunuh berantai yang tidak bisa di hindari lagi.


" Tega-teganya Kamu melakukan semua ini hanya karena ingin menghancurkan rumah tangga ku? Ibu macam apa Kamu ini? Aku tidak sudi lagi memanggil Kamu menjadi ibu ku.Aku percaya dan sangat khawatir sekali saat mendengar kabar sakit yang Kamu derita, tetapi bodoh nya Aku yang tidak menyelidiki Semua akal bulus kalian."


" Selamat atas keberhasilan kalian berdua.tapi ingat! Aku tidak akan tinggal diam setelah kejadian ini.kalau sampai istri ku marah dan meminta cerai, kalian berdua harus menanggung semua nya. camkan itu!" bentak Teguh mengambil ponsel dan kunci mobil nya lalu mendorong kuat tubuh Cindy yang hendak memeluk nya.


" Honey..Aku tidak bersalah..ini semua rencana Bunda mu.." ucap Cindy pelan dengan kepala yang terasa pusing terkena benturan keras di tembok .


" Honey." teriak nya meskipun Teguh sudah jauh keluar dan tidak mungkin kembali lagi.


" Enak saja Kamu menyalahkan Saya dalam urusan ini,Kamu juga ikut terlibat dalam sandiwara palsu ini.jangan pernah berani lagi mengkambinghitamkan Saya dalam kegagalan ini." balas Bunda Yeni tidak terima dengan apa yang di ucapkan oleh Cindy.


Dua wanita yang awalnya terlihat kompak dan solid dalam menjalankan sandiwara palsu kini saling menatap penuh benci setelah kegagalan itu berada di depan mata mereka berdua.


" Aku harus meyakinkan Teguh,kalau semua ide gila ini berasal dari wanita gendut ini." batin Cindy masih diam di tempat nya karena masih merasa kan pusing.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰😍🥰


__ADS_2