
" Kita sudah tidak sejalan lagi Mas,semua nya telah berakhir." gumam Kiki kembali duduk sendirian di dalam kamar ini, sedang kan Rangga sudah pergi menemui tamu nya yang tiba-tiba datang mengunjungi nya.
Kiki yang sudah tidak tahan lagi ingin membuang air berusaha turun dari ranjang dengan sangat berhati-hati sekali.dia tidak mungkin menggantung seluruh hidup nya kepada Rangga yang sudah terlalu banyak menolong nya.
" Akhir nya sampai juga." gumam Kiki merasa lega.di dalam kamar mandi ini Kiki tidak hanya membuang air saja,tetapi malah melanjutkan dengan membersihkan tubuh nya yang sudah terasa sangat lengket sekali.sudah seharian penuh tubuhnya sama sekali belum terkena siraman air dingin.
" Aku langsung mandi saja,biar nggak bolak-balik masuk kamar mandi nya." gumam Kiki lalu mengunci pintu kamar mandi dan melepaskan segala pakaian yang menempel di tubuh nya.
Kiki mengisi bathtub dengan air hangat lalu menaburi aromaterapi di dalam nya.
" Hummm...Wangi nya." gumam Kiki menikmati bau yang masuk ke dalam indra penciuman nya.Kiki memilih memejamkan mata nya sambil merilekskan seluruh tubuh nya.
Cukup lama dia menikmati acara berendam nya lalu keluar dari kamar mandi setelah merasa kan tubuh nya sudah segar dan dia pun mulai kedinginan.
Kiki berjalan menghampiri koper nya mencari baju untuk dia kenakan sekarang.setelah berhasil mendapatkan pakaian santai nya,Kiki lalu beralih menuju meja rias untuk menyisir rambut nya dan tidak lupa memoleskan sedikit makeup untuk mencerahkan wajah kusut nya.
" Ini ikat rambut punya siapa ya?" gumam Kiki sambil meneliti ikat rambut yang di berikan oleh Rangga untuk nya.
" Punya cewek nya Bang Rangga kali ya." imbuh nya lalu kembali meletakkan nya di atas meja rias nya.
Kiki yang merasa penasaran ingin melihat siapa tamu yang datang menemui Rangga, Memutuskan untuk turun ke lantai bawah dengan keadaan yang sudah rapi dan wangi.
" Itu siapa Boy?" tanya pria paruh baya yang ada di depan Rangga saat melihat Kiki yang sedang menuruni anak tangga.
Rangga pun langsung mengikuti arah mata pria itu,lalu bergegas berlari menghampiri Kiki.
" Kenapa turun sendirian?" tanya Rangga sangat khawatir.
" Mm Kiki bosen kalau di kamar terus Bang,Kiki juga butuh menghirup udara segar.bukan di kamar terus." jawab Kiki pelan,dia takut jika Rangga akan memarahi nya karena keluar dari kamar tanpa meminta izin terlebih dahulu.
" Ya bilang dong Ki,jangan jalan dulu! Kondisi Kamu masih belum sepenuhnya stabil,emang nya Kamu mau dedek bayi nya kenapa-kenapa? Hah?" tanya Rangga menatap seksama wajah Kiki yang sedang menunduk.dari harum shampo yang dia cium bisa di pastikan jika Kiki baru saja selesai mandi.
__ADS_1
" Ya enggak mau....Maaf ." hanya itu yang keluar dari mulut Kiki, sedang kan mata nya masih betah memandang ke arah lantai.
" Lain kali nggak boleh keras kepala lagi,ini semua Abang lakukan demi kandungan Kamu." ucap Rangga sambil memegang bahu Kiki.
" Iya Bang." jawab Kiki patuh,kali ini dia tidak mau memancing amarah Rangga lagi,kalau sudah marah,pria ini bisa bertahan sampai berhari-hari dan bahkan sama sekali tidak mau berbicara sepatah kata pun.itu semua sudah di rasakan oleh Kiki waktu mereka masih tinggal berdekatan dulu.
" Ya sudah! Ayok ikut Abang." ujar Rangga yang tanpa permisi langsung menggendong Kiki menyelesaikan rintangan menuruni anak tangga dan membawanya kehadapan tamu yang juga sedang menatap tajam kepada mereka berdua.
Kiki yang hendak protes atas perlakuan Rangga hanya bisa diam sambil mengalungkan tangannya di leher Rangga,di pelototi oleh Rangga membuat nyali ibu hamil ini langsung menciut begitu saja.
" Ini siapa Rangga?" tanya pria paruh baya itu dengan tatapan mata intens nya.dia terus memperhatikan Kiki dari ujung rambut sampai ujung kepala.
" Ini..."Sebelum pria ini menyelesaikan ucapan nya, Rangga sudah terlebih dahulu memotong nya.
" Ki,kenalin ini Om Dewa adik kandung Papa." ujar nya sambil menunjuk ke arah pria yang berada di depan mereka.
Kiki yang sama sekali belum pernah bertemu dengan Pria ini langsung mencium punggung tangan Om Dewa sambil tersenyum manis.
" Halo Om,Kiki." ucap nya pelan.
" Makasih Om." ucap Kiki dengan wajah yang sudah merona karena mendapat pujian dari Om Dewa
.
" Sama-sama cantik,Kamu Sakit?" tanya Dewa saat sekilas melihat wajah Kiki masih terlihat sedikit pucat.
" Sedikit Om,ini biasa Kiki alami setiap hari." jawab Kiki.
" Maksudnya apa Nak?" tanya Dewa yang memang suka sekali mengobrol dengan keponakan nya.dari dulu Dewa sangat menyukai anak kecil,namun Sayang nya rumah tangga nya harus hancur karena sang istri berkhianat dengan rekan kerja nya di rumah sakit.sejak saat itu Dewa sudah berkomitmen untuk tidak mau lagi terikat dalam sebuah pernikahan yang dia anggap hanya sebagai biang masalah dan biang penderitaan.di pulau K ini Dewa dan Rangga hidup berduaan mengembangkan bisnis mereka masing-masing.Rangga sudah seperti anak kandung nya sendiri.
" Kiki lagi hamil Om." kali ini Rangga yang angkat suara.dan sukses membuat Dewa terperangah mendengar fakta ini.
__ADS_1
" Hamil? Anak Kamu?" tanya nya dengan tatapan mata tajam.
" Bukan Om! Hamil anak suami nya lah." bela Rangga saat melihat Dewa sudah bersiap-siap hendak menghampiri nya.
"Jangan main-main Rangga! Katakan anak siapa yang di kandung oleh Kiki? Bukan kah dia adalah wanita yang sering Kamu ceritakan dulu?" hardik Dewa masih belum percaya kepada keponakan nya sendiri,pasal nya kedua orang tua Rangga sudah menitipkan amanah untuk menjaga dan mengontrol anak semata wayangnya selama mereka masih berada di luar negeri.
" Benaran Om,bukan anak Rangga." jawab Rangga sambil mengacungkan kedua tangan nya.
" Benar Om." jawab Kiki karena ingin menyelamatkan Rangga dari kesalahpahaman yang terjadi.
" Kenapa Kiki bisa sampai di sini?" tanya nya penuh selidik.dia tidak ingin Rangga menjadi perusak rumah tangga orang lain.Dewa sudah tahu betul bagaimana rasanya ketika seseorang yang kita cintai di ambil paksa dari tangan nya sendiri.butuh waktu yang panjang untuk dia bisa menyembuhkan luka di hati nya ini.
" Cerita nya panjang Om.nanti Rangga ceritain sama Om.sekarang lebih baik kita makan malam dulu." ajak Rangga yang kasihan melihat Kiki jika harus terlambat mengisi perut nya.
" Om tunggu loh! Awas Kamu kalau sampai berani berbohong." ancam Dewa langsung menggandeng tangan Kiki menuju meja makan.sedangkan Rangga di tinggal kan begitu saja di belakang mereka.
" Itu punya Rangga loh Om! Jangan main gandeng aja." seru Rangga menjahili Om nya.
" Dia punya suami dan kedua orang tua nya,bukan punya Kamu." jawab Dewa terus membantu Kiki agar bisa sampai dengan selamat menuju meja makan.
" Makasih Om." ucap Kiki saat mendapatkan perhatian lebih dari Dewa,awal nya Kiki mengira Dewa akan marah besar begitu tahu Kiki sedang menumpang di rumah keponakan nya.ternyata sikap Dewa tidak ubah nya dengan Papa kandung Rangga yang bernama Budi.
" Sama-sama cantik,ayok kita makan! Ibu hamil harus makan yang banyak biar dedek bayi nya sehat dan juga kuat." seloroh nya lalu membantu mengambil kan piring untuk Kiki.
" Tidak perlu Om, Kiki bisa mengambil nya sendiri." tolak Kiki yang sangat merasa berdosa jika membiarkan Dewa melayaninya.
" Nggak apa-apa Nak,Kamu lagi hamil muda,tidak boleh terlalu banyak bergerak. Rangga!" Dewa langsung memanggil nama keponakan nya sembari memberi kan perintah dengan lirikan mata nya.
Pria itu pun langsung berdiri dan dengan sigap membantu Kiki mengambil kan semua yang dia mau.bahkan tanpa merasa malu atau sungkan kepada Dewa,Rangga memaksa untuk menyuapi Kiki menggunakan tangan nya.
" Jangan biarkan dia melakukan hal yang berat, Kamu harus selalu mengawasi nya." ujar Dewa kepada Rangga.Dewa sudah paham betul bagaimana perasaan Rangga terhadap Kiki selama ini.saat Kiki melangsungkan pernikahan nya yang secara mendadak itu,Rangga bahkan sampai jungkir balik di dalam kamar nya karena tidak rela melihat Kiki bersanding dengan pria lain.untung lah ada Dewa yang selalu setia menemani dan menyemangati dia sampai luka itu kering meskipun sering menimbulkan rasa sakit.
__ADS_1
" Cinta itu tak selalu harus memiliki,biarkan dia hidup bahagia dengan pilihan nya sendiri,jika kalian di takdir kan bersama,maka suatu hari nanti yang maha pencipta pasti akan mempertemukan kembali kalian berdua di tempat dan waktu yang berbeda."
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰😍