
" Tidur sayang!" ujar Teguh kala melihat Kiki masih menelaah setiap benda yang ada di dalam kamar mereka.
" Gimana Aku bisa tidur sih Mas? Sedang kan suara jantung Kamu terdengar begitu kencang." jawab Kiki sambil mendusel manja wajah nya di perut Teguh yang dalam posisi setengah tidur di atas ranjang.
" Masa sih?" tanya Teguh sambil memegang jantung nya.
Berada di jarak yang begitu dekat dan saling bersentuhan kulit membuat Teguh tidak bisa lagi menahan hasrat kelelakian nya.
" Jangan bilang kalau Kamu lagi ke pengen?" tebak Kiki tepat sasaran.
"Ng-nggak kok." jawab Teguh berbohong,tidak mungkin dia mengatakan yang sejujurnya kepada Kiki sementara istri nya saja masih terlihat kelelahan.
" Terus kenapa Kamu deg-degan seperti ini? Padahal kita bukan lah pasangan yang baru jadian dan baru mengenal kata cinta." tegas Kiki yang langsung di balas cubitan gemas dari suami nya.
" Kalau Aku ngga deg-degan seperti ini!Berarti Aku tidak punya rasa dong sama Kamu,dan itu artinya jantung ku ini tidak berfungsi dengan baik."jelas Teguh menutupi gelombang tinggi yang sudah terlanjur naik ke atas permukaan.
Semua jenis bulu yang ada di tubuh nya sudah berdiri melambai.helaan nafas gusar terdengar begitu keras dari mulut Teguh.
" Apaan sih Mas? " Kiki menatap kesal wajah Teguh yang sudah memerah.
" Sudah ayo tidur,tadi kata nya Kamu ngantuk? Kalau nggak...Aku mau minta jatah siang kepada Kamu." ujar Teguh sambil tersenyum manis.
Kedua tangan nya bahkan sudah memeluk erat tubuh ramping istri nya.
" Nggak... Nggak!"bantah Kiki dengan cepat,dia langsung menarik tinggi selimut untuk menutupi tubuh nya,lalu pelan-pelan mulai memejamkan mata nya.
Teguh langsung tertawa ngakak melihat tingkah lucu istri nya yang selalu menggemaskan.
" Kamu geser ke sana dong Mas,Aku ngga bisa tidur nyenyak kalau Kamu masih berada di dekat Aku seperti ini." keluh Kiki mengintip menggunakan ujung mata nya.
" Tidur sayang! Aku ngga akan ngapa-ngapain Kamu kok,kalau Kamu sudah tidur nanti Aku akan pindah ke ruang kerja."jawab Teguh sambil mengecup mesra kening wanita kesayangan nya.
" Awas ya Mas,kalau Kamu sampai melampaui batas aman,Aku akan marah sekali loh sama Kamu." peringatan keras keluar dari mulut Kiki.
" Iya istri ku tercinta,Aku tau ! Tidak perlu di perjelas lagi.istirahat lah yang nyenyak, supaya nanti malam kita bisa bergadang sampai pagi." seloroh Teguh sambil menahan tawa nya.
" Mas! " tegur Kiki sambil menggigit kuat perut Teguh yang ada di depan wajah nya.
" Sakit loh sayang! Aku cuman bercanda doang loh!" Teguh meringis sambil mengelus perut nya yang terasa panas.
" Maka nya jangan ngeselin jadi orang." balas Kiki dengan kembali menyembunyikan wajah nya di balik perut yang masih terasa panas itu.
"Siap Tuan putri." balas Teguh dengan mengacak gemas rambut Kiki yang menutupi wajah nya.
Suasana mendadak hening dan senyap bagaikan tak berpenghuni.
Dalam waktu 5 menit saja,Kiki sudah tertidur lelap,bahkan pergerakan Teguh saat turun dari ranjang tidak membuat dia terganggu dari rasa kantuknya.
__ADS_1
Cup..
Teguh mengecup puncak kepala Kiki,lalu bergegas keluar menuju ruang kerja nya.
Ketika Teguh hendak membuka gagang pintu ruangan nya, tiba-tiba saja ponsel yang berada di dalam saku celananya bergetar cepat.
" Iya halo Bim." ucap Teguh ketika telah selesai menggeser tombol hijau di layar ponsel.
" Siang Bos,Maaf jika Saya telah menganggu waktu istirahat Bos,ada client dari Perusahaan besar yang datang mendadak dari Korea dan minta ingin bertemu langsung dengan Bos saat ini juga." Bimo berbicara dengan begitu lugas nya.bahkan tanpa sepengetahuan Teguh,dia menelpon sambil tetap mengetik di layar laptop nya.menjadi Asisten pribadi dari CEO perusahaan terbesar membuat Bimo harus bekerja dengan tekun dan lebih gigih demi membuktikan bahwa dia layak untuk di pertahankan di posisi nya.
" Baik lah,Aku akan langsung meluncur ke sana,dalam waktu 30 menit Aku sudah sampai di perusahaan, sebelum Aku datang,tolong Kamu handle terlebih dahulu mereka."
" Baik Bos." jawab Bimo kembali menyimpan ponsel nya,lalu bergegas menelpon sekretaris Ken untuk segera datang keruangan nya.
Tok..
Tok...
" Silahkan masuk sekretaris Ken." ujar Bimo tanpa beranjak dari kursi empuk nya.
Pekerjaan yang menumpuk tinggi membuat dia tidak bisa berleha-leha lagi, terlebih sang Tuan muda masih libur bekerja dan belum tau kapan masuk nya.
" Ada apa Asisten Bimo?" tanya sekertaris Ken ketika sudah berhadapan dengan Bimo.
" Tolong temui client kita yang ada di ruangan meeting,sembari menunggu Bos datang, tolong dampingi mereka,jika mereka bertanya bilang saja setengah jam lagi Bos akan sampai,karena saat ini Bos sedang dalam perjalanan menuju ke kantor." ucap Bimo menjelaskan secara detail kepada partner kerja nya.
" Baik Asisten Bimo,apa ada lagi yang mau di bicarakan?" tanya Ken yang watak nya 11 12 dengan Bimo.cara bicara,cara kerja nya,semua sama karena sebelum Sekretaris Ken mendapatkan jabatan nya saat ini,dia terlebih dahulu mendapatkan pengarahan secara langsung dari Asisten Bimo yang merupakan tangan kanan dari Tuan muda.
" Sekalian tolong bawakan berkas ini juga,berikan kepada Bos jika beliau sudah datang." sambung Bimo lagi tetapi tatapan mata nya tetap lurus ke arah layar laptop.
" Oke." Jawab Asisten Ken langsung mengambil berkas dari tangan Bimo lalu membawanya keluar menuju ruang meeting.
Teguh nampak keluar dengan tergesa-gesa sambil membenarkan lengan baju nya.bahkan pertanyaan dari mulut asisten rumah tangga nya di abaikan begitu saja.
" Pak Amin! Ayo kita berangkat." teriak Teguh tetapi masih dalam batas kewajaran.
" Siap Tuan Muda." jawab Pak Amin sambil berlari tergopoh-gopoh dari pos penjaga.
Mobil Mercedes-Benz melesat keluar dari pekarangan rumah.
" Siap kan makan siang untuk Nona muda." ucap kepala pelayan kepada Asisten yang bertugas sebagai juru masak di dapur.
" Siap Mpok Nur." jawab Bi Mar dan dua teman lain nya secara bersamaan.
Setelah memastikan urusan makan siang beres,kepala pelayan yang biasa di panggil Mpok Nur oleh asisten lain nya langsung berkeliling mengecek semua kondisi rumah. Menjadi kepala pelayan di rumah sebesar ini membuat dia harus lebih peka dan lebih gesit lagi dalam menjalankan tugas nya.
" Nur." suara milik Nenek Kamila terdengar memanggil Mpok Nur yang sedang membereskan selang air yang masih berantakan.
__ADS_1
" Siap Nyonya besar." jawab Mpok Nur langsung berbalik badan.
" Kemana cucu dan cucu menantu ku? Bukan kah mereka tadi pagi sudah sampai di rumah?" tanya Nenek Kamila langsung duduk di kursi yang berjejer rapi di depan teras depan.
" Sudah Nyonya besar, tetapi Tuan muda baru saja keluar lagi, sedang kan Nona muda sedang beristirahat di dalam kamar." jawab Mpok Nur apa ada nya.
" Mau kemana lagi dia? Apa tidak bisa dia libur dulu?" gumam Nenek Kamila pelan tetapi masih bisa di dengar oleh Mpok Nur.
" Saya tidak tau pasti Nyonya besar,karena Tuan muda pergi tanpa meninggalkan pesan sepatah kata pun." balas Mpok Nur yang masih berdiri di tempat nya.
" Mari silahkan masuk dulu Nyonya besar." Mpok Nur langsung mengajak masuk Nenek Kamila yang sedang duduk di kursi santai sambil memandang bunga mawar yang sedang bermekaran di taman samping rumah.
" Ayo." jawab Nenek Kamila langsung bangkit dari kursi nya.
Kiki yang sudah merasa puas dengan waktu tidur nya langsung mengerjap kan mata nya lalu duduk dan bersandar di kepala ranjang.
" Kemana pergi nya Mas Teguh?" gumam Kiki sambil meregangkan otot -otot nya yang terasa kaku.
" Di mana ya? Letak ruang kerja nya Mas Teguh? Kalau ngga salah tadi Mas Teguh bilang nya mau masuk ke ruang kerja." gumam Kiki masih dengan wajah bantal nya.
Karena bingung mau mengerjakan apa,Kiki akhirnya keluar dengan masih memakai baju tidur nya,lalu bergegas membuka satu persatu pintu yang tertutup rapat yang ada di lantai 3 ini.semua pintu sudah dia buka tetapi semua nya kosong,dan tinggal satu pintu yang tidak bisa terbuka karena di gagang pintu itu terdapat kode yang harus di tekan jika ingin masuk ke dalam sana.
Kiki lalu memutuskan untuk turun saja ke lantai bawah, supaya bisa bertanya kepada para Asisten yang tentu nya sudah hapal di mana letak ruang kerja suami nya.
" Nenek!" teriak Kiki begitu bahagia ketika melihat sang Nenek sudah duduk manis di sofa sambil membaca buku kesukaan beliau.
" Kamu sudah bangun Nak,apa yang telah di perbuat Teguh kepada Kamu sampai Kamu kelelahan seperti ini." tanya Nenek Kamila sambil menerima uluran tangan Cucu menantunya.
Wajah Kiki langsung pias menahan malu akibat pertanyaan jebakan yang di lontarkan oleh sang Nenek.
" Mm Mas Teguh ngga ngapa-ngapain Kiki kok Nek." jawab Kiki malu-malu.
" Bagaimana malam pertama nya? Nenek sudah tidak sabar lagi ingin menggendong cicit dari kalian berdua.jangan sampai kalian berniat menundanya karena umur Nenek sudah tidak lama lagi." ucap Nenek Kamila .
" Nenek,kenapa ngomong seperti itu.kiki tidak pernah menunda dan tidak ingin menunda, sedikasihnya saja sama yang di atas." jawab Kiki begitu dewasa nya.
Nenek Kamila langsung mengangguk sambil tersenyum menatap cantik nya paras cucu menantu nya.
" Oh iya,Mas Teguh di mana Nek?" tanya Kiki ketika baru sadar bahwa kedatangan nya ke lantai bawah adalah untuk mencari keberadaan suami nya.
" Kata kepala pelayan dia baru saja pergi dengan sopir pribadi nya.apa dia juga tidak pamit kepada Kamu?" tanya Nenek Kamila penuh selidik.
" Ngga Nek, mungkin karena tadi Kiki sedang tidur maka nya Mas Teguh ngga mau pamit." jawab Kiki merasa sungkan.
" Makan siang nya sudah siap Nyonya dan Nona muda." ujar Mpok Nur menghentikan pembicaraan yang sedang terjadi di antara mereka berdua.
Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys...
__ADS_1