Terhalang Restu Orang Tua

Terhalang Restu Orang Tua
Bab 64


__ADS_3

Satu piring nasi lengkap dengan ikan dan sayur bergizi berhasil mendarat cantik di dalam perut Kiki setelah dipaksa dan di suapi oleh Rangga.


" Yang rajin kuliah nya,biar jadi kebanggaan Ibu sama Ayah."ucap Rangga sambil mengacak gemas pucuk kepala Kiki yang masih bersandar di jok mobil nya.


" Siap Abang ganteng." jawab Kiki sambil merapikan rambut nya yang sudah berantakan terkena tangan Rangga.


" Sudah masuk sana!Nanti Abang jemput pulang nya.jangan lari-lari." Rangga terdengar memperingati Kiki yang memang suka lupa dengan keadaan tubuh nya saat ini.


" Siap Pak komandan,Kiki masuk dulu ya Pak, terimakasih atas tumpangan nya pagi ini." jawab Kiki lalu turun dari mobil dengan pelan-pelan.


Kiki melambaikan tangan nya sambil berjalan masuk ke dalam gerbang kampus yang sudah terbuka lebar.melihat Kiki yang sudah masuk ke dalam gedung Kampus nya, Rangga pun menjalankan mobil nya meninggalkan kampus Kiki.


" Kiki!" seru Lusi yang membuat Kiki terpaksa menoleh kan wajah nya.


" Kamu baru datang juga?" tanya Lusi setelah berhasil mengejar langkah kaki Kiki yang begitu cepat meninggalkan dirinya.


" Hm.." jawab Kiki sambil tersenyum manis.


" Kamu jalan nya yang pelan dong Ki,Aku jadi ngilu sendiri melihat cara jalan mu kayak orang normal saja." tegur Lusi memperingati Kiki agar lebih kalem lagi dalam melakukan segala hal.


" Perasaan...Aku jalan nya udah pelan banget deh.Kamu nya aja yang lelet kayak siput."bela Kiki untuk diri nya sendiri.


" Jangan suka membantah kalau di kasih tahu." Lusi langsung mencubit pipi Kiki yang sudah semakin tirus dari biasa nya.


" Sakit." keluh Kiki sambil menggosok pipi nya dan memanyunkan bibirnya.


" Maaf,sudah ayok masuk." Lusi menggandeng erat tangan Kiki berjalan berduaan menuju ke ke dalam kelas mereka.


Drt..Drt.. Deringan ponsel nya membuat Kiki tersadar lalu membuka pesan yang masuk .


Nama pengirim pesan itu membuat hati Kiki kembali berdenyut hebat.


" Untuk apa lagi Kamu memperdulikan Aku Mas,jangan lagi memberikan Aku perhatian semu yang pada akhirnya membuat Aku semakin sakit dan salah paham." batin Kiki masih menatap seksama pesan itu tanpa berniat untuk membalas nya.


Lusi dan Hana yang melihat Kiki terdiam dengan genangan air mata saling menatap lalu sama-sama mengedikkan bahu mereka sebagai pertanda tidak tahu.


" Ki! Ke-napa?" tanya Lusi dan Hana secara bersamaan.

__ADS_1


"Nggak papa kok." jawab Kiki mengelap dengan pelan air mata yang belum sempat menetes lalu berusaha menampilkan senyum dan wajah ceria nya.


" Jangan sok tegar dan kuat begitu kalau pada kenyataannya Kamu butuh kita untuk tempat berbagi cerita." sunggut Hana yang tidak suka melihat Kiki menutupi kesedihan nya dari mereka berdua.lama nya jalinan persahabatan yang tercipta di antara mereka bertiga. membuat ketiga wanita ini dengan mudah menebak suasana hati teman -teman nya.


" Cerita aja Ki! Kita siap kok mendengar nya!" seru Lusi mendesak Kiki mau terbuka lagi kepada mereka berdua.


" Suami Kamu? Selingkuhan nya?" tebak Hana yang ikut gedeg melihat sikap sok playboy Teguh yang baru terbongkar nyata.


" Udah tinggalkan saja cowok seperti itu! Jangan lagi menangisi kepergian nya.suami seperti dia tidak pantas mendapatkan air mata Kamu yang terlalu berharga ini." Hana memberi masukan untuk Kiki agar tidak lagi menghabiskan air mata untuk lelaki yang tidak menghargai perasaan nya.


" Kamu harus tegas Ki,jangan mau di bodoh -bodohi lagi." sambung Lusi menimpali.


" Iya..Aku tahu itu..Aku sedang berusaha menguat kan hati ku untuk tidak lagi mengingat dan merasakan sakit saat mengetahui perselingkuhan nya."


" Aku hanya butuh waktu Lus,Han."imbuh nya menatap bergantian wajah kedua sahabat nya yang selalu setia menemani dan mendengar kan cerita kehidupan nya.


" Jangan terlalu lama mengulur waktu nya ,lebih cepat lebih baik." sahut Lusi kembali mengingat kan agar Kiki tidak lemah dalam menghadapi manusia seperti Teguh dan juga keluarga nya.


" Iya..Tolong bantu Aku ya." jawab Kiki lalu memeluk kedua sahabat nya namun lagi-lagi tangis Kiki kembali pecah.hormon kehamilan nya membuat Kiki lebih mudah menangis dan selalu mudah tersinggung.


Tangis Kiki langsung berakhir saat melihat seorang dosen pria sudah melangkah masuk ke dalam kelas mereka.


" Pagi Pak." jawab mereka semua termasuk juga Kiki.


Wanita hamil ini berusaha untuk fokus mengikuti pelajaran yang sedang di jelaskan oleh sang dosen nya.dia tidak mau masalah rumah tangga nya menghambat otak nya menerima pelajaran yang di berikan sebagai bekal hidup nya.cukup hanya hati nya saja yang terluka tapi tidak untuk kepala dan seisi nya.


" Baiklah, Kalau tidak ada pertanyaan lagi! Perkuliahan pagi ini Saya sudahi sampai di sini."perkataan sang dosen yang sedang mengajar membuat semua mahasiswa merasa senang dan bersorak gembira.senyum sumringah tampak menghiasi wajah mereka saat melihat sang dosen keluar meninggalkan ruangan kelas itu.


" Jalan-jalan yok guys." ajak Lusi yang masih belum ingin pulang kerumah nya.


" Boleh ." jawab Hana dengan cepat.


Kiki yang sudah terlanjur membuat janji dengan Rangga nampak berpikir keras dan tidak lama mengangguk kan kepala nya.


" Ayok." jawab Kiki yang juga butuh hiburan untuk melupakan kesedihannya.


" Tapi Aku ajak Abang Rangga ya." sambung Kiki sebelum kedua sahabat nya kaget melihat kedatangan Rangga di tengah -tengah mereka bertiga.

__ADS_1


" Abang Rangga?"beo Lusi seperti pernah mendengar nama yang di sebut oleh Kiki.


" Abang Rangga..." Hana pun mulai memutar otak nya agar mengingat siapa gerangan pemilik nama yang cukup familiar di telinga nya.


" Kalian lupa ya? Abang Rangga tetangga Aku dulu." jawab Kiki lebih jelas agar kedua sahabat nya bisa mengingat sosok cowok yang pernah mereka jadikan idola.


" Nah itu dia..Udah capek-capek otak gue mikir tapi masih juga ngga ingat -ingat." sahut Lusi sambil mendorong kepala nya sendiri karena merasa lemot dalam hal berpikir.


" Abang Rangga udah di sini? Kok Kamu bisa ketemu lagi sih Ki?" tanya Hana penasaran karena setahu dia Rangga sudah pindah keluar negeri sejak beberapa tahun silam.


" Cerita nya panjang,kalau Aku ceritain sekarang ngga akan cukup waktu nya.keluar yok..Abang Rangga udah nunggu kita."Kiki langsung menggandeng tangan kedua sahabat nya untuk menemui Rangga yang sudah datang untuk menjemput nya.


Rangga yang berdiri di samping mobil nya masih memakai seragam dinas yang lengkap berhasil mengalihkan atensi semua kaum perempuan yang ada di halaman kampus itu.


" Gila.. Ganteng banget itu Pak polisi."


" Tangkap Aku dong Pak polisi,Aku betah di dalam penjara kalau di temani sama Pak polisi ganteng."


" Jadikan Aku tawanan cinta mu Pak polisi."


Saat ketiga saat ini sampai di gerbang depan ,tidak sengaja mereka mendengar bisikan gaib dari kerumunan sejumlah wanita yang sedang berusaha menarik simpati Rangga.


" Awas sana itu cowok Aku." Lusi membelah kerumunan itu lalu berlari menghampiri Rangga seolah apa yang dia ucapkan itu benar adanya.


Kiki dan Hana mengembangkan pipi mereka menahan tawa yang ingin meledak melihat kekonyolan Lusi.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys.


Jangan lupa mampir juga di Novel saya yang lain nya.


"Mahkota Yang Di Renggut Paksa."


" Terhalang Restu Orang Tua."


" Terpaksa menjadi istri kedua."


" Rumah Tangga Ku Hancur di Tangan Ibu Mertua."

__ADS_1


Terimakasih semuanya 😍🥰🥰🥰


__ADS_2