
" Kenapa manusia cepat sekali berubah?" tanya Kiki kepada diri nya sendiri.pikiran nya terus menelaah kesalahan apa yang sudah dia perbuat sehingga Teguh sengaja menduakan cinta nya.
Rena tidak berani membuka suara untuk bertanya apapun, wanita Maco ini sangat yakin pasti ada yang tidak beres yang sudah terjadi sampai membuat Kiki menangis selama 2 hari ini.
" Aku masuk dulu Ren." pamit Kiki langsung melangkah tanpa melihat lawan bicara nya.
" Baik Nona muda,jangan lupa kabari Saya kalau sudah waktunya pulang." jawab Rena menatap nanar punggung tegak Kiki yang terus berjalan jauh.
Dengan wajah sembab nya Kiki berjalan masuk ke dalam kampus nya dan memilih untuk langsung masuk ke dalam kelas nya.Kiki mendudukkan bokong nya sambil menghela nafas panjang.
" Kamu kenapa Ki?" tanya Lusi yang sedang bermain ponsel.
" Sendu amat wajah Kamu Ki?" sambung Hana menimpali ucapan Lusi.
" Ki.. Kenapa?" tanya Hana sambil menggoyangkan pundak Kiki yang sedang menatap kosong.
Kiki masih tetap diam seribu bahasa,dia menghela nafas berat nya lalu membuang nya secara perlahan.hal itu membuat kedua sahabatnya semakin yakin bahwa telah terjadi sesuatu yang sangat serius kepada Kiki.
"Kiki..Jangan diam aja dong?" Hana memperingati Kiki yang masih diam membisu.
" Aku capek,Aku lelah dan ngga tahu lagi harus berbuat apa." jawab Kiki singkat tapi menimbulkan banyak pertanyaan di benak kedua sahabat nya.
" Capek kenapa Ki? yang jelas dong ngomong nya?" Hana menyatukan alis nya merasa bingung dengan apa yang sedang Kiki ucapkan.
Lagi-lagi Kiki terlihat menghela nafas berat nya.air mata pembasuh luka nya sudah jatuh berhamburan.belum juga dia memulai cerita nya tetapi linangan air mata nya sudah jatuh tak terbendung kan lagi
" Pernikahan Ku seperti nya tidak bisa lagi di pertahankan." ucap Kiki secara gamblang. wajah sembab Kiki sangat kentara terlihat.bahkan untuk bernafas saja Kiki merasa kesulitan setelah drama menangis nya yang tiada henti.
Kedua sahabat saling menoleh dengan membulat kan mata mendengar kenyataan pilu yang keluar dari mulut sang sahabat.tetapi kedua nya belum menyahuti ucapan Kiki dan masih menunggu Kiki melanjutkan cerita nya.
__ADS_1
" Mas Teguh sering pergi pagi dan pulang larut malam selama beberapa hari ini,dan kemarin Aku mulai menyadari alasan di balik perubahan sikap nya ini..." Kiki langsung memperlihat semua bukti pesan yang masuk ke dalam ponsel nya.tangan Kiki nampak bergetar memegang kembali bukti perselingkuhan sang suami.
"Astaga!" seru kedua sahabat Kiki sambil membekap mulut karena tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.
" Kamu yakin? Kalau pria ini Mas Teguh?" tanya Lusi masih belum bisa percaya seorang Teguh yang dulu nya kecintaan mati sama Kiki bahkan rela menentang kedua orang tua nya demi bisa tetap bersama Kiki tetapi malah tega nya berkhianat setelah mendapatkan apa yang dia inginkan.
" Iya..Baju yang Mas Teguh pakai sama seperti yang dia pakai dari rumah tadi pagi,wajah nya juga sama persis seperti garis wajah Mas Teguh.Aku sudah lama sekali tidak pernah bertatap muka dengan dia.untuk melihat batang hidung nya saja Aku sudah tidak berhak lagi." jelas Kiki dengan suara serak nya.
" Kurang Ajar!" hardik Hana dengan gerakan menyingkap lengan baju nya seolah ingin menghajar habis tubuh Teguh.
" Itu laki punya otak nggak sih? Ngga anak ngga emak nya kelakuan nya sama aja." tuduh Lusi dengan wajah menjengkelkan.
Semua sahabat Kiki sudah tahu bagaimana mengerikan nya kisah percintaan Teguh dan juga Kiki.hantaman ombak sangat keras pun telah berhasil mereka lalui, tetapi semua nya sirna sudah saat mereka mengetahui sisi bejat Teguh di belakang Kiki.
" Aku masih menutup rapat perihal kehamilan ku ini, Aku takut! Dia dan keluarga nya akan datang dan melenyapkan bayi yang tidak berdosa ini."
" Kamu yakin ingin merahasiakan tentang kehamilan Kamu kepada Mas Teguh? Siapa tahu setelah dia mendengar kabar bahagia ini pikiran nya kembali terbuka dan langsung sadar akan kesalahannya." Lusi berusaha menanggapi dengan bijak ucapan emosional yang keluar dari mulut Kiki.entah kenapa kisah sedih rumah tangga Kiki membuat Lusi semakin enggan untuk membina rumah tangga.
" Aku yakin,Aku ngga punya alasan lagi untuk tetap bertahan di mahligai rumah tangga itu,toh kalaupun dia menyesal dan menyadari nya,semua nya sudah terlambat dan Aku enggan menerima dia kembali.sekali berkhianat maka dia akan terus mengulangi kesalahan yang sama." jawab Kiki yang sudah bulat dengan tekad nya.bayangan indah tentang pesta kejutan untuk ulang tahun sang suami pupus sudah dengan fakta yang tidak kalah mengejutkan bagi dirinya.
" Kamu benar Ki,jangan takut kita semua selalu ada untuk Kamu.kalau sampai dia nekat bermain tangan terhadap Kamu cepat kabari kita-kita,Kamu ngga boleh diam aja di perlakukan semena-mena oleh mereka." sahut Lusi memberi kan dukungan untuk sang sahabat.
" Tumben hari ini Kamu bijak nya luar biasa sekali Lus!" seru Hana meledek perubahan drastis dari Lusi yang biasa terkenal asal ceplos dan ratu drama.
Plak...
Lusi memukul lengan sang sahabat lantaran kesal mendengar ucapan nya itu.Lusi mulai mainkan drama nya lagi dengan mengerucutkan bibirnya.
" Awww...Kamu penyiksaan banget sih Lus."Hana merintih dengan wajah kesal nya.
__ADS_1
Hening..Ketiga sahabat ini larut dalam pikiran mereka masing-masing.
" Jangan di pikir kan lagi manusia macam suami Kamu itu Ki, lakukan saja apa yang menurut Kamu terbaik."seru Hana mengingat kan.
" Iya, terimakasih ya kalian sudah mau membantu Aku melonggarkan dada ini yang sudah terasa sesak menyimpan semua nya sendiri,Aku masih ragu untuk menjelaskan nya kepada Ibu dan juga Ayah.Aku khawatir dengan kondisi Ibu."
" Jangan takut,kita akan bantu Kamu untuk menjelaskan nya, tetapi secara perlahan jangan terlalu memaksa." sahut Hana menimpali.
" Baiklah." jawab Kiki pasrah.ketiga sahabat ini saling berpelukan memberikan semangat untuk Kiki yang tengah berjuang keras melawan badai ujian nya.beruntung nya pagi ini sang dosen pengajar berhalangan hadir sehingga mereka dengan bebas bercerita sesuka hati nya.
" Kamu yakin ngga mau ikut kita berdua jalan-jalan ke mall?" tanya Hana memastikan.
" Enggak deh,Aku lagi ngga mood pergi kemana -mana ,rencana nya mau mampir sebentar ke rumah Ibu,kalian lanjut aja." jawab Kiki yang memang sedang tidak punya gairah untuk pergi kemana pun.
" Oke..Oke..Nanti kalau Kamu berubah pikiran telpon aja." balas Lusi sambil menampilkan senyum termanis nya.
" Iya..Udah sana jalan,Aku mau masuk ke mobil ,lama berdiri di luar ini membuat perut ku mual mencium aroma parfum mereka yang lewat." keluh Kiki yang merasa tidak nyaman di bagian perut nya.hidung Kiki terlalu sensitif untuk menyentuh bau yang terlalu menyengat.
" Ya sudah sana cepat masuk ke dalam mobil Kamu,jangan sampai kita berdua gagal pergi ngemall gara-gara harus membersihkan muntah Kamu itu." seloroh Lusi mengedipkan sebelah mata nya lalu melajukan mobil nya secara perlahan meninggalkan Kiki dan juga pekarangan kampus nya.
" Dasar teman ngga punya akhlak." balas Kiki dengan berteriak lalu berjalan menghampiri Rena yang sudah siap membawa dia pergi.
" Tolong antar kan Aku tempat Ibu ya Ren,tapi jangan ceritakan apapun yang Kamu lihat dan Kamu dengar kepada Ibu." perintah Kiki dengan tatapan mata sendu nya.
" Siap Nona muda,mari Saya antar."Rena pun melajukan mobil nya menuju jalanan ke arah rumah orang tua Kiki.butuh waktu 20 menit lama nya agar mereka berdua bisa sampai pada tujuan.Kiki turun dari dalam mobil nya dan berlari memanggil nama sang Ibu.
" Ibu...." teriak Kiki mencari keberadaan sang Ibu yang sudah dia rindukan sejak beberapa hari ini.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰😍😍😍
__ADS_1