Terhalang Restu Orang Tua

Terhalang Restu Orang Tua
Bab 105


__ADS_3

" Bagaimana Bondan?" tanya Teguh ketika melihat anak buah nya sudah duduk menunggu kedatangan nya.


" Sudah Saya lakukan seperti perintah yang Tuan muda berikan,kami membuang mereka di tempat yang berbeda-beda." jawab Bondan di sertai dengan beberapa foto yang sengaja mereka ambil sebagai bukti..bahkan helikopter yang membawa mereka malam tadi saja masih terparkir di atap perusahaan Teguh.


" Bagus! Sekarang fokus lah untuk mencari keberadaan istri dan anak ku,jika kalian berhasil menemukan nya,ada hadiah besar yang sudah menunggu kalian semua." ucap Teguh yang kembali ingin memfokuskan pencarian nya kepada Kiki.


" Siap Tuan,akan Saya laksanakan semaksimal mungkin." Bondan lalu pamit keluar dari ruangan kerja Teguh dan segera melakukan instruksi kepada seluruh anak buah nya.


Teguh tetap duduk di kursi kerja nya dengan tatapan mata kosong.


" Apa Kamu sudah bahagia di sana sampai lupa kembali kepada Aku? Jangan tinggalkan Aku.jangan lupakan Aku sayang, hidup ku tidak pernah tenang tanpa ada Kamu yang berada di samping ku." batin Teguh mengusap kasar seluruh wajah nya.


Sedang kan di sebuah perkampungan yang terdapat di belakang gunung merapi,Tania sedang berjalan tertatih-tatih membawa kaki nya yang sudah luka-luka akibat terlalu lama membelah hutan yang begitu rimbun.akhir nya Tania berhasil menemukan sebuah perkampungan setelah berjalan kurang lebih 5 jam lama nya.ini semua berkat keberanian dan juga kegigihan nya yang menolak keras tinggal seorang diri di tengah semak belukar yang mengelilingi nya.


" Akhirnya Aku bisa menemukan rumah warga." gumam Tania dengan wajah bahagia berharap segera mendapatkan pertolongan tetapi dia tidak melihat jika di belakang nya saat ini ada kerumunan kera yang berukuran besar - besar yang sedang berlari menghampiri nya.


" Aaaa....." Tania berteriak ketika tubuh nya di keroyok oleh sejumlah kera yang sedang kelaparan.


" To....Long...To..." suara Tania lama-lama menghilang dari kumpulan kera yang mencakar tubuh nya.tidak ada yang tahu bagaimana kabar nya saat ini kecuali kera-kera yang berada di sekitar nya.


Dito yang sudah lelah menjelajahi setiap titik yang ada di Hutan belantara ini memilih menghanyutkan tubuh nya di aliran sungai yang mengalir begitu deras.otak nya benar- benar sudah buntu,di tambah lagi perut nya juga sudah kosong tanpa ada asupan makanan yang masuk sebagai penambah stamina nya.


" Semoga saja ada orang yang menyelamatkan Aku nanti." Dito pasrah lalu mulai menenggelamkan seluruh tubuh nya di tengah aliran sungai.


Suara kicauan burung yang bersahutan-sahutan di atas pohon sana, semakin menambah kesan horor di tengah deras nya aliran sungai.


" Selamat kan Aku ya tuhan.." batin Dito dan tidak sadar kan diri lagi.

__ADS_1


Hari-hari berlalu begitu cepat sekali.waktu satu bulan yang di minta Kiki sudah hampir menemukan titik terang nya.Putra Kiki yang di beri nama Noah Alexander Milano satu hari lagi akan menginjak usia 2 tahun.


Noah yang memiliki arti yang berbeda dari setiap bahasa yang di antara nya adalah ketenangan dan damai.karena memang setelah kelahiran dan kedatangan sang putra ke dalam kehidupan nya, hidup Kiki berubah drastis dan tanpa ada beban yang membebani bahu nya.


" Hati-hati jagoan! Kamu bebas memilih kado apapun yang Kamu inginkan,Om akan selalu mengabulkan nya." ucap Rangga yang secara khusus menyempatkan waktu nya untuk menemani Noah mencari kado untuk ulang tahun nya besok.Rangga sangat antusias sekali menyambut hari ini, karena setelah pesta perayaan ulang tahun Noah selesai,Rangga sudah meminta kepada pihak hotel nya untuk mengosongkan kan hotel yang akan dia gunakan sebagai tempat pesta resepsi pernikahan nya nanti bersama Kiki.


Hari ini mereka berangkat ke mall bersama-sama dengan Kiki juga,tetapi berhubung Kiki sedang ada keperluan di toko perhiasan Alhasil Rangga lah yang di berikan tugas untuk menjaga Noah yang memang sedang aktif- aktif nya.


" Tuh Mama udah datang." ucap Rangga mengajak berbicara Noah meskipun bocah kecil ini belum terlalu jelas dalam mengucapkan sesuatu.


" Ma..Ma..." Noah tertawa sambil bertepuk tangan menyambut kedatangan Kiki.


" Sayang! Apa kamu merepotkan Om Rangga?" tanya Kiki menempel kan dahi mereka berdua.


" No..No..." jawab Noah seolah-olah paham dengan apa yang di ucapkan oleh Mama nya.


" Om mau gendong juga! Boleh ngga?" goda Rangga yang sudah sering melihat Noah begitu posesif kepada dia dan juga Kiki.


" Boyehh..." jawab Noah lalu merentangkan kedua tangan nya kepada Rangga.


Hahaha....


" Kamu lucu banget sih Nak." Rangga lalu mengambil alih Noah dari dalam gendongan Kiki.


" Kita cari ke sana aja ya kado nya,tadi di dalam ini Noah nggak menemukan kecocokan." ajak Rangga dengan satu tangan sengaja menggandeng mesra tangan Kiki.


Semua orang tentu berpikir kalau mereka adalah keluarga bahagia penuh kasih sayang.

__ADS_1


Sesekali tawa gurih terdengar dari mulut mungil Noah.


Setelah berhasil mendapatkan beberapa mainan yang merupakan kesukaan Noah,Rangga lalu mengajak Kiki dan anak nya mampir sebentar untuk mengisi perut mereka yang sudah keroncongan.


" Jadi mau di tutup atau tidak hotel nya sayang?" tanya Rangga ketika sudah selesai menyuapi Noah dengan makanan nya.bocah kecil ini sangat suka sekali di suapi oleh Rangga yang sudah seperti ayah kandung nya sendiri.ketika Noah jatuh sakit saja Rangga begitu telaten mengurus nya sampai harus menginap karena Noah terus mengigau nama nya.


Noah begitu menyayangi Rangga seperti dia menyayangi Kiki,sejak dia masih kecil Noah sudah terbiasa berdekatan dan mendapatkan perhatian dari Rangga.bocah kecil itu terlihat anteng dengan mainan nya sambil menyimak pembicaraan yang di lakukan oleh dua orang dewasa yang berada di dekat nya.


Hotel Rangga memang baru di bangun dan di sudah mulai beroperasi 2 tahun belakangan, hotel ini setiap hari ramai kedatangan tamu dari berbagai kota.view yang mereka tawarkan begitu indah dan sangat memanjakan mata setiap orang yang melihat nya.di belakang hotel ini berhadapan langsung dengan pantai yang begitu cantik.dan terdapat banyak gazebo dan tempat berteduh lain nya.pohon-pohon menjulang tinggi melambai memberikan kesejukan udara yang tiada dua nya.


Suara dentuman ombak terdengar begitu keras di tengah-tengah pantai ini.


" Bukan nya kalau hari libur begini hotel Abang sudah penuh dengan pengunjung? Apa Abang tidak akan rugi kalau menutup nya?" tanya Kiki yang merasa keberatan dan terlalu berlebihan jika harus merayakan ulang tahun putra nya di sebuah hotel bintang 5 yang begitu megah.


" Aku sama sekali tidak keberatan Sayang,Aku tidak akan jatuh bangkrut kalau hanya menutup akses hotel untuk satu hari.jangan khawatir seperti itu,ini Aku lakukan untuk kebahagiaan Noah dan hitung-hitung karyawan hotel ku bisa libur berkumpul dengan keluarga mereka setelah sekian lama di sibukkan dengan pelayanan hotel." jawab Rangga sambil tersenyum mengelus kepala Noah.


" Selama hotel ini berjalan, mereka belum pernah merasakan libur panjang sekali pun di hari besar atau hari raya." imbuh Rangga agar Kiki bisa mengerti dan tidak lagi merasa keberatan.


" Baiklah,Aku ikut dengan rencana Abang saja." jawab Kiki pasrah karena tidak tahu lagi harus berkata apa.


" Tapi.. Untuk semua dekorasi nya harus dari ide dan uang tabungan Aku ya Bang." sambung Kiki yang juga ingin ikut andil di dalam perayaan ulang tahun putra tercintanya.


" Oke! Tapi kalau Kamu menemui kesulitan! Aku selalu ada untuk mu dan juga Noah." ucap Rangga sambil menggenggam tangan Kiki.


" Jangan lupa! Dengan kesepakatan kita bulan kemarin." imbuh nya mengerlingkan satu mata kepada Kiki.


" Aku masih ingat kok Bang! Aku sudah siap jika memang takdir nya seperti ini." jawab Kiki tenang.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰😍


__ADS_2