
" Selamat malam Cucu eyang." Nenek Kamila dan Pak Heru sengaja datang ingin menghabiskan waktu senggang bersama penerus Sentosa group.hubungan Pak Heru dan Teguh juga sudah membaik.
" Eyang!Opa!" seru Noah berlari dari tempat duduk nya dan menghampiri eyang dan sang Opa yang membawa sebuah tas besar.
" Jangan lari-lari sayang." ucap Teguh dan Kiki bersamaan.
" Ternyata kita selalu sehati ya sayang." bisik Teguh kembali mencium pipi Kiki.
" Mas! Jangan macam-macam deh,ini lagi ramai orang." tegur Kiki lalu berjalan menyambut kedatangan mertua nya dan tidak lupa mencium punggung tangan mereka,di belakang dia ada Teguh yang mengikuti melakukan hal yang sama.keluarga Rizaldi terlihat sangat harmonis sekali.
" Ini apa Opa?" tanya Noah yang sudah di gendong oleh sang Opa.
" Itu mainan untuk cucu Opa yang paling tampan." jawab Pak Heru menimang-nimang sang cucu yang sudah tidak kecil lagi.ada rasa bersalah dalam hati Pak Heru yang tidak bisa melihat tumbuh kembang sang cucu mulai ketika dia lahir,namun pria paruh baya ini sudah bertekad ingin menebus semua rasa bersalah nya dan mengganti kan waktu yang terbuang itu.
" Tadi eyang sama opa mampir belikan Noah mobil-mobilan sama dinosaurus.Noah suka ngga?" tanya Nenek Kamila memperlihatkan isi tas besar itu.
"Noah sangat suka sekali Eyang! Terimakasih." ucap Noah bergegas turun dan mengeluarkan semua isi tas hitam yang berukuran besar ini.mata Noah berbinar mendapatkan banyak mainan baru.limpahan kasih sayang dari sang Eyang dan juga Opa membuat Noah merasa sangat bahagia dan tidak lagi iri dengan teman bermain nya.
" Mas! Bilangin sama Nenek dan juga Ayah,jangan terlalu di manja Noah nya,nanti dia kebiasaan." bisik Kiki yang tidak berani mengatakan nya secara langsung.
" Sudah tidak apa-apa sayang,biarkan saja,harta mereka berdua tidak akan habis jika hanya membeli mainan yang tidak seberapa ini. Noah seperti nya sangat bahagia sekali." balas Teguh santai.
" Lain kali Aku akan mengajari Noah agar meminta di belikan kapal pesiar kepada Eyang nya,atau harta benda lain nya yang lebih mahal." imbuh Teguh yang mulai memiliki rencana jahil mengerjai sang Nenek.
" Terserah Kamu saja lah Mas,Aku malas berdebat." Kiki lalu mengambil posisi duduk di samping sang Nenek dan bertukar cerita tentang perkembangan Noah yang begitu luar biasa sekali.anak ini tumbuh dengan cerdas meski lahir tanpa di dampingi oleh sang ayah.
" Dia benar-benar anak Teguh Rizaldi.tawa dan tatapan mata nya tidak bisa terbantahkan lagi." ucap Nenek Kamila lirih lalu menyesap teh tawar yang sudah di siapkan oleh para art.
" Iya ya Oma,mereka berdua sangat mirip sekali." sahut Kiki menyetujui.
" Ini mungkin karena Kamu waktu hamil sangat marah kepada ayah nya sampai-sampai membuat wajah anak mu menjadi fotocopy an Teguh."celetuk Nenek Kamila asal tetapi tepat sasaran.
Kiki yang merasa ketahuan hanya bisa mengangguk dan tersenyum tipis.
"Itu kenyataan nya Nek!" batin Kiki dalam hati.
Malam ini Teguh kembali menghabiskan malam panjang nya bersama Kiki.sedangkan Noah sudah di bawa kabur oleh sang eyang masuk ke dalam kamar tamu yang memang sudah biasa di tempati ketika mengunjungi cicit nya.
Teguh memeluk pinggang Kiki dari belakang dan mulai menelusup kan tangan nya ke dalam baju tidur tipis yang di gunakan Kiki malam ini.
Kiki sama sekali tidak bisa menolak sentuhan lembut ini meskipun tubuh nya masih terasa begitu lelah.tubuh mereka berdua semakin rapat sehingga membuat Kiki bisa merasakan ada sesuatu yang menonjol di balik celana boxer yang di pakai oleh suami nya.Kiki membalikkan badan nya secara perlahan lalu mengalungkan kedua tangan di leher gagah milik suami nya.sedangkan tangan kekar Teguh mengunci pinggang Kiki agar rapat ke tubuh nya.
Perlahan wajah Teguh mendekat dan menatap intens bibir merah milik sang istri yang sangat pandai menggoda keimanan nya.Teguh memiringkan wajah nya dan kemudian melahap bibir mungil yang sangat menggoda sekali.Teguh sengaja menekan tengkuk Kiki untuk memperdalam ciuman panas ini.
" Mas! Pintu nya sudah di kunci?" tanya Kiki yang tidak ingin aksi nya kepergok oleh Noah yang mulai ingin tahu segala nya.
" Sudah sayang.kita lanjut kan di tas ranjang." ajak Teguh lalu menggendong ala koala tubuh Kiki yang sudah berantakan dengan bibir bengkak nya.
Kiki mengangguk dan menyembunyikan wajah nya di ceruk leher Teguh.
__ADS_1
Tubuh Kiki terlentang sempurna di atas ranjang dalam keadaan setengah naked.Teguh yang sudah tidak tahan ingin menerkam mangsa nya bergegas membuka kain yang masih melindungi tubuh mulus istri nya.
Teguh kembali menyatukan bibir mereka berdua sampai membuat Kiki menggelinjang menikmati kehangatan sentuhan ini.ciuman itu semakin turun ke leher jenjang Kiki dan meninggalkan banyak tanda kepemilikan yang begitu agresif.
Teguh akhirnya melakukan penyatuan setelah tidak mampu lagi mengendalikan pusaka yang sudah menjulang tinggi.
" Aaaa.... Sayang...Kamu sangat sempit sekali." racau Teguh hilang kendali terus bergoyang sampai membuat tubuh nya bermandikan keringat.
Kiki juga ikut mengeluarkan suara lenguhan panjang yang semakin membuat gairah Teguh naik.
" Mas!!! Aaa..." racau Kiki dengan mata terpejam.
" Iya sayang! Panggil nama ku." balas Teguh kembali ******* habis bibir Kiki dengan pinggul yang bergerak lincah.
Tubuh Kiki dan Teguh mengejang bersama saat mereka berdua sama-sama mendapatkan ******* nya.Kiki bisa mendengar dengan jelas ketika Teguh mengerang memanggil nama nya meskipun kedua bola mata nya terpejam menahan rasa lelah dan nikmat yang bercampur menjadi satu.
Nafas mereka berdua terengah-engah dengan tubuh yang masih saling berpelukan.
" Tidur lah.Aku sangat mencintai Kamu,sayang." bisik Teguh menyempatkan mengecup kedua pipi Kiki dan mengeratkan pelukan nya sampai mereka berdua tertidur dalam keadaan polos.
Pagi-pagi sekali rumah pribadi Teguh sudah ramai oleh suara tawa khas balita yang sedang lincah -lincah nya.dia bahkan terus mengajak sang Opa bermain bola meskipun sang Opa sudah lelah dan tidak sanggup lagi menghentikan pergerakan nya.beruntung nya ada sang baby sitter yang membantu menjaga Noah di saat Pak Heru beristirahat menghirup udara segar.
" Dia sangat pintar sekali,Aku tidak bisa menebak apa yang akan dia lakukan suatu hari nanti." batin Pak Heru dalam hati tersenyum menatap bangga sang cucu.
Saat ini Kiki sedang berada di dapur menyiapkan sendiri sarapan untuk keluarga kecil nya, sedang kan di dalam kamar Teguh masih bergelung di bawah selimut tebal meskipun suara kicauan burung terdengar saling bersahutan-sahutan.
"Mpok! Tolong di siapkan di atas meja ya,Aku mau bangun kan suami ku dulu." titah Kiki kepada Mpok Nur.sedangkan Rena sudah berpindah tugas ke pelosok negeri mengawasi perusahaan Teguh yang ada di sana.
Nenek Kamila yang sudah selesai berjalan santai di komplek perumahan segera masuk ke dalam kamar untuk membersihkan tubuh nya.
Aroma makanan dari atas meja makan membuat Nenek Kamila mempersingkat acara mandi nya.masakan Kiki sangat cocok sekali dengan lidah Nenek Kamila dan selalu berhasil menggagalkan rencana diet wanita renta ini.
" Dimana cucu-cucu ku Nur?" tanya Nenek Kamila duduk di kursi paling ujung.
" Masih di dalam kamar Nyonya besar, mungkin sebentar lagi turun,apa perlu Saya panggil kan?" tanya Mpok Nur.
" Tidak perlu, lanjut kan saja pekerjaan mu." tolak Nenek Kamila kembali bangkit dari kursi nya dan bergegas menuju halaman belakang mencari Cicit kesayangan nya.
" Noah! Cicit eyang,main nya nanti lagi ya.sekarang kita makan dulu." ajak Nenek Kamila hendak menggandeng masuk tangan Noah.
" Tapi... Eyang,Noah masih mau main.makan nya nanti saja." Noah menekuk wajah karena masih belum mau masuk ke dalam.
" Main nya bisa di lanjutkan setelah Noah selesai makan,tidak boleh menunda waktu sarapan karena nanti perut Noah akan sakit." Nenek Kamila berusaha membujuk cicit nya sedang kan Pak Heru sudah pergi meninggalkan mereka berdua dan bergegas berganti pakaian yang sudah basah oleh keringat.
" Nanti Eyang yang akan temani Noah bermain,tapi sekarang kita makan dulu ya,perut Eyang sudah sakit sekali loh ganteng." imbuh Nenek Kamila berusaha melunakkan hati Noah.
" Baiklah,tapi nanti Eyang jangan lupa temani Noah ya." bocah kecil ini mengangkat jari kelingking sebagai tanda janji.
" Iya sayang." Nenek Kamila pasrah dan mengaitkan jari kelingking mereka berdua dengan tertawa kecil.
__ADS_1
" Papa...." Teriak Noah ketika melihat Teguh dan Kiki sedang menuruni anak tangga.
" Iya sayang,jangan lari-lari." Teguh menangkap tubuh Noah lalu menggendong tubuh balita lucu ini sampai menuju meja makan.
" Noah makan nya mau di suapi Papa saja." ujar Noah mengemukakan pendapat nya.
Kiki dan Nenek Kamila saling menatap dengan sorot mata heran.
" Tapi sayang,Papa juga mau sarapan.Noah kan bisa makan sendiri atau mau Mama aja yang menyuapi Noah? Bagaimana?" bujuk Kiki yang tidak tega melihat suami nya harus turun tangan.
" Nggak mau,Noah mau nya sama Papa aja." tolak Noah melipat kedua tangan dengan wajah cemberutnya.
" Baiklah,Papa akan menyuapi jagoan Papa,tapi harus janji makan yang banyak ya."Teguh sengaja memindahkan Noah ke atas pangkuan nya untuk mempermudah proses sarapan pagi ini.
" Tapi Mas...." cegah Kiki namun dengan cepat di bantah oleh suami nya.
" Sudah nggak papa sayang, mungkin dia lagi pengen bermanja-manja sama Papa nya." Teguh mengedipkan sebelah mata dan mulai memasukkan nasi beserta ikan dan sayur ke dalam mulut putra nya.
Kiki juga tidak tinggal diam, sesekali ikut menyuapi suami nya dengan nasi yang ada di dalam piring.keluarga kecil ini terlihat begitu kompak sekali setelah berhasil melewati badai ujian yang begitu dahsyat nya.sehingga membuat mereka semakin dekat dan semakin menyadari jika mereka tidak akan bisa melanjutkan hidup tanpa saling berdampingan.
Nenek Kamila dan Pak Heru menatap haru penampakan yang ada di depan mata mereka,ada sedikit kegalauan mengingat karena kecerobohan mereka lah keluarga kecil ini sampai mengalami permasalahan besar dan membuat gaduh seisi dunia.
" Terimakasih ya Nak,sudah mau menerima Teguh kembali untuk hidup kalian." ucap Nenek Kamila dengan satu tetes air mata yang berhasil keluar.
" Nenek! Tidak perlu berterima kasih.semua nya sudah di atur sama yang di atas.Kiki juga bersalah dalam hal ini." Kiki bergegas meletakkan sendok dan garpu nya lalu memeluk sang Nenek yang sudah sesenggukan tanpa berbicara lagi.
" Ayah juga mau berterima kasih kepada Kamu, Nak! Sekali lagi maafkan Ayah yang belum bisa menjadi mertua yang baik untuk Kamu." ujar Pak Heru menimpali.
" Jangan seperti ini Yah, Kiki tidak pernah berpikiran seperti itu,Ayah mertua sekaligus orang tua terbaik untuk kami berdua,dan juga Opa terbaik untuk Noah." jawab Kiki mengangkat wajah menatap wajah sendu milik Ayah mertua nya.
" Terimakasih banyak Nak." ucap Pak Heru tersenyum hangat.
" Terimakasih juga untuk Ayah yang sudah menerima kehadiran Kiki." balas Kiki tersenyum manis.
" Terimakasih Tuhan, kebahagiaan ini lah yang ingin terus Aku lihat seumur hidup ku."batin Kiki merasa lega.
Noah yang tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi hanya fokus mencium seluruh wajah sang Papa.balita kecil ini begitu nyaman bersembunyi di dada bidang Teguh sampai ketiduran karena kelelahan bermain.
Kiki sendiri tidak menyangka bahwa pernikahan mereka bisa kembali bersatu setelah berpisah cukup lama.air mata Kiki ikut turun membasahi pipi mulus nya saat semua kenangan hidupnya kembali berputar di kepala nya.
" Sayang." Teguh memeluk tubuh Kiki setelah kembali dari lantai atas menidurkan sang jagoan di dalam kamar mungil nya.
" Kamu dan anak kita,segala nya untuk ku." Teguh mengecup pipi basah Kiki dan membantu mengelap air yang masih menetes dari ujung mata nya.
" You are my sunshine." bisik Teguh dan kembali membuat Kiki terbang melayang.
" Terimakasih sudah menyisakan kebahagiaan untuk ku tuhan.Aku sangat bersyukur sekali." batin Kiki tanpa aba-aba mengecup bibir suami nya meskipun masih ada Mertua dan juga Nenek Kamila di samping mereka.
Kisah pahit rumah tangga Kiki cukup sampai di sini dulu ya teman-teman.maafkan Author yang sering mengecewakan kalian semua.terimakasih atas support dan dukungan kalian selama ini.
__ADS_1
TAMAT......
SAMPAI JUMPA DI CERITA SELANJUTNYA..😁😁😁😁