Terhalang Restu Orang Tua

Terhalang Restu Orang Tua
Bab 71


__ADS_3

Mobil Teguh telah sampai di depan rumah Lusi.dengan penuh rasa harap dan keyakinan yang besar,Teguh melangkah maju dan mengetuk pintu rumah Lusi.


" Tok.."


" Tok."


" Permisi." ucap Teguh menunggu pemilik rumah datang untuk membuka pintu nya.


" Sebentar." jawab sang pemilik rumah yang di wakili oleh Art nya.


Ceklek.


Saat pintu sudah di buka lebar,Art yang sudah mengenal wajah Teguh langsung mempersilahkan pria itu agar masuk dan menunggu di dalam saja.sedangkan Art nya masuk ke dalam untuk memanggil Lusi dan juga Hana.kebetulan sekali malam ini Hana sedang menginap di rumah Lusi.bagaikan mendapatkan durian runtuh di tengah hutan belantara,Teguh awal nya langsung merasa senang kala mendengar suara berisik dari kedua gadis itu, pikiran nya sudah melayang jauh tentang Kiki yang sudah pasti ikut menginap di sini juga.


" Mas Teguh?" ucap Lusi dan Hana secara berbarengan.tatapan kedua gadis ini sungguh sangat mengerikan sekali.sejak mendengar cerita yang di sampaikan oleh Kiki tempo hari.simpati kedua gadis ini sudah hilang begitu saja kepada Teguh.siapa yang tidak sakit hati melihat sahabat nya di sakiti secara terus menerus oleh lelaki yang sudah menjadi suami nya.


" Iya..Malam." sapa Teguh merasa grogi di lihat seperti itu oleh kedua gadis ini.


" Ada perlu apa lagi anda datang kesini?" tanya Lusi yang enggan memanggil Teguh dengan sapaan akrab nya.


" Aku ...Aku ingin menjemput Kiki pulang." jawab Teguh terbata-bata.


" Kiki ada bersama kalian berdua kan?" tebak nya begitu percaya diri.


Kedua gadis ini saling menatap satu sama lain, mata kedua nya saling melotot tajam.


" Apa maksud ucapan anda itu? Kiki tidak ada bersama kami saat ini." ujar Lusi dengan melipat kedua tangannya.


" Kiki tadi pergi dari...Teguh pun menjelaskan semua nya kepada kedua gadis ini.mulai dari awal kejadian sampai dengan kepergian Kiki yang secara mendadak."


" Tadi Aku juga sudah datang ke rumah Ibu, tetapi Kiki juga nggak ada di sana."ucap Teguh meminta belas kasihan kepada kedua gadis ini agar mau berkata jujur kepada dia.


" Alhamdulillah jika Kiki sudah pergi dari hidup anda,dia tidak perlu lagi merasakan sakit hati dan perlakuan buruk dari kedua orang tua anda." jawaban yang keluar dari mulut Lusi sangat membuat Teguh dan Hana tercengang mendengar nya.gadis itu sangat berani melawan seorang Teguh Rizaldi yang terkenal sangat kejam di dunia bisnis.


Hana yang tidak ingin Lusi berada dalam masalah besar, langsung menyenggol Lusi menggunakan siku kiri nya.


" Apaan sih Han?" sungut Lusi merasa kesal di ganggu oleh Hana.


" Jangan seperti itu." bisik Hana menegur sahabatnya yang super cerewet.


" Biarin aja.biar tahu rasa dia.emang dia doang yang bisa nyakitin perasaan Kiki.di tinggal pergi gini aja langsung mewek." sindiran Lusi sungguh sangat memalukan untuk di dengar oleh Teguh.


" Tolong panggil kan Kiki,Aku ingin bicara dengan dia." ujar Teguh mengabaikan semua sindiran yang di lontarkan oleh gadis yang ada di depan nya.


" Sangat percaya diri sekali anda ini, Kiki tidak ada bersama kami, kalaupun ada Aku sangat yakin Kiki pasti tidak akan mau bertemu lagi dengan anda."hardik Lusi menjatuhkan kepercayaan diri Teguh.


" Apa maksud Kamu? Sebenarnya Kiki ada atau nggak bersama kalian,jangan bertele-tele,Aku tidak punya banyak waktu lagi." kesabaran yang di miliki Teguh akhirnya menepis juga.jika bukan karena ingin mengetahui keberadaan istri nya sudah sejak tadi Teguh memarahi kedua gadis ini.

__ADS_1


" Kami juga tidak punya waktu banyak,jangan sombong anda. sebaiknya anda pergi saja dari sini, melihat wajah angkuh anda ini membuat Aku pusing di buat nya." tutur Lusi begitu emosional.


" Sekarang Aku tanya sekali lagi,di mana Kiki saat ini?" tanya Teguh dengan wajah yang tidak kalah emosi nya.


" Ya mana kami tahu! Anda kan suami nya, seharusnya anda yang lebih tahu dari pada kami berdua.jangan malah kebalikan nya." sahut Lusi lagi, sedangkan Hana hanya diam menyimak pembicaraan itu.berhadapan dengan wajah kejam Teguh membuat nyali Hana seketika menciut.


Mendengar jawaban mengecewakan dari kedua gadis ini membuat Teguh langsung keluar begitu saja dan berjalan menuju mobil nya.malam bahkan semakin larut, awan hitam semakin tebal menyelimuti bumi ini.gelap nya bumi malam ini seolah mewakili perasaan kedua pasangan ini.


" Gita!" seru Teguh masih berharap besar kepada satu orang lagi sahabat Kiki.


Teguh pun melanjutkan perjalanan nya menuju ke sebuah komplek perumahan mewah.


Sesampai nya di depan rumah berlantai 4 itu, Teguh langsung turun dari mobil nya dan berlari menuju gerbang.


" Mas Teguh." sapa seorang penjaga yang juga sudah mengenal sosok Teguh.


" Malam Pak, apa Gita sama Reza ada di rumah?" tanya Teguh.


" Malam Mas,Nyonya sama Tuan ada di dalam Mas, silahkan masuk saja." jawab Pak penjaga itu dengan ramah nya.


"Terimakasih." jawab Teguh lalu bergegas menuju pintu rumah itu.


Set...Teguh nampak memutar kembali badan nya menghampiri pos penjagaan.


" Pak numpang nanya,sejak tadi ada nggak tamu wanita yang datang ke rumah ini?" tanya Teguh dengan hati-hati.


" Mmm..Kayak nya nggak ada deh Mas. Nyonya sama Tuan juga nggak keluar rumah hari ini karena den Kevin sedang sakit." tutur Pak Penjaga itu secara rinci.


Tap...


Tap..


Tap..


Teguh sampai berlari ingin secepat mungkin menerima kabar tentang keberadaan istri nya.


" Assalamualaikum." ucap Teguh ketika melihat pintu sudah dalam keadaan terbuka.


" Wa alaikum salam." jawab Reza yang merupakan suami Gita sekaligus sahabat dekat Teguh.


"Tumben datang ke sini sendirian Bro." ujar Reza meledek.


" Ah..Iya nih."jawab Teguh ambigu dengan memegang kepala nya.


" Gita mana?" tanya Teguh lagi.


" Tuh orang nya." jawab Reza yang memang berencana ingin pergi ke luar bersama istri nya.

__ADS_1


Gita datang menghampiri kedua laki-laki dewasa ini.Gita yang juga sudah tahu tentang permasalahan yang di alami oleh Kiki langsung meradang menyerang habis tubuh Teguh yang berdiri di hadapan nya.


" Sayang, kenapa?" tanya Reza yang belum mengetahui cerita sebenarnya.


" Dia ini laki-laki bajingan Mas,dengan sengaja nya dia menyakiti perasaan Kiki,bahkan selama ini dia tidak pernah lagi meluangkan waktu nya untuk Kiki yang jelas-jelas sedang membutuhkan perhatian dari dia." teriak Gita di depan wajah Teguh.


Plak..


Gita bahkan sengaja melayang kan tangan nya di pipi Teguh,agar laki-laki yang ada di depan nya saat ini segera sadar dari kesalahan nya.


" Apa kakak lupa bagaimana cara Kakak mendapatkan hati Kiki dulu? Kenapa dengan mudah nya Kakak menduakan cinta nya? Kenapa? Apa wanita itu lebih segala nya dari Kiki?" tanya Gita semakin marah dengan mata yang sudah memerah.


Reza yang sudah mulai paham dengan maksud pembicaraan istri nya ,tidak segan-segan melayangkan kepalan tangan nya di perut dan juga wajah Teguh.


" Brengsek Kamu, jangan pengecut menjadi laki-laki.kalau Kamu sudah tidak cinta lagi dengan dia, pulang kan saja ke rumah orang tua nya,jangan Kamu tahan lalu kamu sakiti secara terus menerus." ucap Reza merasa bersalah karena awal pertemuan Teguh dan Kiki terjadi itu karena mereka berdua.


" Ini salah pa-ham." seru Teguh membela diri.sakit akibat hantaman dari tangan Reza tidak terasa menyakitkan selain ucapan Gita dan juga Reza.


" Aku tahu Aku salah.maka nya Aku ingin minta maaf." ujar Teguh yang memang sudah menyadari kesalahannya.


" Minta maaf sama istri Kamu,kenapa Kamu malah datang kesini?" tanya Reza bingung.


"Ya itu...Tujuan Aku datang kesini adalah untuk mencari Kiki yang sejak tadi sudah pergi meninggalkan rumah kami. " ucap Teguh sambil menunduk merasa malu kepada kedua sahabat nya.


" Bajingan!"Reza kembali menghadiahi wajah Teguh satu kali pukulan keras.


Beruntung nya di ruangan itu tidak ada lagi anak-anak Gita yang berada di lantai bawah.sehingga mereka tidak perlu lagi menjaga sikap dan tutur bahasa.


" Kiki pergi? Astaga!" pekik Gita merasa tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


" Apa kalian tahu dimana Kiki berada?" tanya Teguh meminta bantuan kepada kedua pasangan suami istri ini.


Reza yang sedang emosi melihat sahabat nya memilih diam sambil memegang dagu nya.rasa bersalah itu tiba-tiba saja menghantui naluri nya.


" Kiki tidak boleh pergi dengan keadaan seperti ini?Apalagi kehamilan nya masih sangat rawan sekali." Gita berbicara menatap lurus ke arah depan seolah-olah sedang berbicara dengan bayangan diri nya sendiri.


Deg!


" Kehamilan?" beo Teguh dengan wajah pias nya.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰😍🥰


Mampir juga di novel saya yang lain nya.


" Mahkota Yang Di Renggut Paksa."


" Terpaksa menjadi istri kedua."

__ADS_1


" Rumah Tangga Ku Hancur Di Tangan Ibu Mertua."


Terimakasih semuanya 😍🥰🥰🥰


__ADS_2