
Mobil yang di kemudikan oleh Rena nampak memasuki pekarangan rumah Teguh.tanpa menunggu Rena membuka kan pintu untuk nya,Kiki sudah terlebih dahulu turun dengan meninggalkan Rena yang masih tercengang melihat tingkah laku sang Nona muda.
Ketika Kiki hendak meraih beberapa kantong plastik yang berisi susu hamil nya,Rena langsung melarang keras.
" Jangan Nona muda,ini sangat berat sekali,biar Saya saja." ujar Rena sambil menahan tangan Kiki.
" Tapi Ren,ini tidak boleh sampai ketahuan sama Mpok Nur atau orang lain.bisa bahaya." jawab Kiki sedikit memelankan suaranya agar tidak kedengaran sama yang lain.
" Aman Nona muda!Ini biar Saya saja yang membawanya,nanti akan Saya antar langsung ke dalam kamar Nona muda." balas Rena tetap mempertahankan kantong plastik hitam ini.
" Ya sudah, terserah Kamu saja,pesan Aku cuman satu! jangan sampai bocor ke telinga nya Mpok Nur,dia itu terlalu patuh kepada Tuan muda nya." bisik Kiki lagi di samping telinga Rena yang masih sibuk menurunkan semua belanjaan Kiki.
" Hihihi.." Rena langsung tertawaan mendengar ucapan Kiki.
" Siap Nona muda.kalau buah-buahan ini di taruh di mana Nona muda ?" tanya Rena lagi.
" Separuh nya bawa ke kamar Aku, separuh nya lagi simpan di dalam kulkas belakang saja." jawab Kiki yang memilih terlebih dahulu masuk sebelum Mpok Nur menyerbu dengan rentetan pertanyaan nya.
Belum sempat Kiki kabur menuju ke kamar nya,Mpok Nur terlihat tergesa-gesa keluar dari dapur dan berlari menuju ke arah nya.
" Selamat siang Nona muda." sapa Mpok Nur ramah.
" Siang Mpok Nur,Aku mau langsung ke kamar dulu ya Mpok,tolong siapin roti tawar 2 lembar ya Mpok,Aku tiba-tiba lagi ke pengen makan itu."ujar Kiki sambil menelan air liur nya.entah kenapa setiap membayangkan makanan yang sedang dia mau,Kiki tidak bisa lagi mengontrol Saliva nya yang sudah banjir di dalam sana.
" Mau pakai selai apa Nona muda."tanya Mpok Nur takut salah bertindak.
" Cukup roti tawar saja Mpok,jangan pakai selai." jawab Kiki yang hendak masuk ke dalam lift.
__ADS_1
" Baik Nona muda akan Saya siapkan." jawab Mpok Nur langsung berlari menyiapkan pesanan Nona muda nya.
Kebetulan hari ini Kiki mendapatkan jadwal kuliah sore, sehingga membuat wanita ini harus rela mengikuti kuliah nya yang akan di pastikan berlangsung sampai malam datang.
"Permisi Nona muda! Ini saya." ucap Rena dari balik pintu kamar Kiki.
" Masuk Rena,dan nanti tolong siapkan mobil nya,karena Aku harus segera berangkat ke kampus." jawab Kiki dan langsung memberi perintah.
" Baik Nona muda, tetapi susu hamil nya mau di taruh di mana ini?" tanya Rena celingukan mencari tempat untuk menyembunyikan 5 kotak susu hamil yang telah mereka beli tadi siang.
" Bawa ke lemari baju Saya saja Ren,Mas Teguh tidak akan melihat nya." jawab Kiki yang tengah sibuk merias wajah pucat nya agar terlihat lebih segar dari sebelum nya.
Baju yang bau keringat tadi Kiki pakai sudah di ganti dengan baju kaos putih, celana jins panjang serta blazers berwarna navy.penampilan Kiki mampu menyilaukan mata setiap kaum Adam yang melihat nya.
" Anda cantik sekali Nona muda." ucap Rena memuji penampilan Kiki yang begitu sempurna di mata nya.
" Jangan membual Ren,Aku tahu kamu sedang berbohong."jawab Kiki di iringi suara tawa nya yang begitu keras keluar.
" Saya pamit mau ke bawah dulu Nona muda,mau siapin mobil." sambung nya lagi langsung menutup kembali pintu yang dia buka tadi.
" Baiklah." jawab Kiki sambil tersenyum puas bisa mengerjai Rena yang sangat maskulin dan juga Maco.
Kiki mulai menyiapkan semua keperluan kuliah nya,mulia dari pulpen,pensil ,buku dan alat tempur lain nya sudah masuk ke dalam tas ransel kecil nya.termasuk bedak dan juga alat make-up lain nya.ketika hendak memindahkan ponsel genggam nya Kiki langsung teringat dengan sang suami yang sudah sejak kemarin tidak membalas telepon atau pesan yang dia kirim.
" Mas Teguh lagi ngapain ya?"gumam Kiki sambil menyalakan ponsel nya yang sengaja dia matikan supaya tidak ada orang yang tahu tentang kemana pergi nya tadi pagi.
Karena sudah tidak tahan lagi menahan rasa rindu yang melanda hati dan juga perasaan nya,Kiki kembali mencoba menghubungi nomer kontak Teguh dan hingga panggilan ketiga berlangsung masih saja belum mendapatkan balasan dari suami nya.
__ADS_1
" Kamu kenapa sih Mas? Kenapa jadi aneh begini? Berangkat nya pagi! Pulang nya larut malam.nomer Kamu selalu aktif,tapi tidak satupun pesan yang Aku kirim Kamu balas,di telpon juga ngga Kamu angkat!Kamu mau nya apa sih Mas? Jangan diam terus." gumam Kiki menahan sesak di dalam dada nya.Kiki lalu membuang pandangan nya ke arah luar, setelah merasa cukup tenang,Kiki langsung melangkah turun keluar kamar mengabaikan susu dan roti tawar yang telah di sediakan oleh Mpok Nur.
Mulai hari ini Kiki mengganti minuman pagi nya dengan susu hamil yang sengaja di taruh oleh Rena ke dalam kotak besar, sedang kan bungkus nya sudah terlebih dahulu di buang oleh Rena supaya tidak ketahuan oleh Mpok Nur dan asisten lain nya.
"Saidah! Apa Nona muda sudah berangkat?" tanya Mpok Nur yang baru saja keluar dari dalam gudang.
" Sudah Mpok Nur,mobil yang di tumpangi oleh Nona muda baru saja keluar." jawab Mbok Saidah yang kebetulan sedang menyapu halaman depan.
" Aduh! Bagaimana dengan susu dan juga roti tawar ini?" tanya Mpok Nur pada diri nya sendiri.
" Sebaiknya Saya buang saja dulu,tidak baik juga mengkonsumsi susu yang telah di diam kan begitu lama,nanti jika Nona muda sudah pulang,akan Saya ganti dengan yang lebih baru."ujar Mpok Nur manggut-manggut sendiri lalu bergegas kembali ke dalam gedung yang sedang di rapi kan.
Di dalam mobil berwarna putih bersih ini,Kiki hanya terdiam dengan sekelebat bayangan tentang Suami dan tugas kuliah yang sedang menumpuk.beban pikiran nya begitu banyak saat ini.
Di saat kondisi seperti ini,Kiki sangat butuh sekali dukungan dan support dari lelaki yang menjadi suami nya.namun sampai detik ini Teguh masih saja mengabaikan nya tanpa ada kabar berita yang jelas.
" Kamu harus kuat ya Nak,Mama yakin sebentar lagi badai ini bisa kita lewati bersama.hanya Kamu satu-satunya kekuatan yang membuat Mama tegar menjalani hidup ini." batin Kiki sambil mengelus perut rata nya, seolah sedang mengajak calon buah hati nya berkomunikasi.
Sedang kan di dalam gedung pencakar langit milik Sentosa group,Teguh sedang tertatih mengatur waktu yang begitu amburadul.demi memenuhi semua permintaan sang Bunda nya, Teguh bahkan rela pontang-panting dari ibu kota menuju kota yang tersembunyi di pelosok sana.sudah 2 kali jam makan Teguh lewati begitu saja, setelah menemani Bunda Yeni makan siang dan meminum obat nya,Teguh langsung tancap gas kembali ke ibu kota karena harus ikut meeting penting dengan client baru nya.
" Aduh! Perut Aku kenapa perih sekali?" gumam Teguh sambil menekan perut nya yang terasa sakit dan sangat menyiksa.
" Anda kenapa Tuan muda?" tanya Sekretaris Ken ketika menyadari gelagat aneh dari raut wajah Tuan muda nya.
" Aku tidak papa Ken, Kamu fokus saja ke meeting nya,jangan perduli kan Aku."jawab Teguh sambil menghela nafas berat nya.
Sekretaris menjadi tambah khawatir setelah mengintip menggunakan ekor mata nya ketika melihat Teguh tidak berhenti menekan bagian perut nya.
__ADS_1
" Ada apa dengan Tuan muda? Kenapa Tuan muda terus menekan perut nya seperti itu! Wajah Tuan muda juga sangat pucat sekali." gumam Sekretaris Ken sambil mengetik pesan yang langsung di kirim ke nomer kontak Bimo yang kebetulan juga sedang meeting di tempat yang berbeda.
Jangan Lupa Like,Vote dan Komen ya guys.😍🥰😍🥰