Terhalang Restu Orang Tua

Terhalang Restu Orang Tua
Bab 23


__ADS_3

Setelah 2 hari lama nya menghabiskan waktu liburan singkat sebagai pengantin baru.


Kini tiba lah saat nya Teguh dan Kiki harus kembali ke padat nya jadwal di ibu kota.


"Hati- hati sayang." ucap Teguh ketika membantu istri nya masuk ke dalam mobil.


" Hm." jawab Kiki masih dengan wajah tidak bersahabat nya.


Ketika istri nya sudah masuk dan duduk dengan aman di dalam mobil,Teguh berlari membuka pintu sebelah kiri dan ikut duduk manis di samping sang istri.


Di depan pengantin baru ini,ada sopir pribadi Teguh yang di telepon langsung oleh Teguh untuk menjemput mereka pagi ini.sedangkan Reno memilih absen menjemput karena sedang sibuk di perusahaan.


" Kalau masih ngantuk, tidur di paha Aku saja sayang." ucap Teguh perhatian.


" Ngga kok Mas, Aku mau lihat-lihat pemandangan indah ini saja.mubazir kan di lewati begitu saja.mana tau umur kita sampai hari ini saja dan besok ngga akan bisa kembali lagi kesini." sindiran halus Kiki lontarkan untuk menyadarkan suami nya yang sudah tega membiarkan istri nya terkurung di dalam sangkar emas.


" Ya Allah sayang! Nggak boleh ngomong seperti itu! Pamali tau." tegur Teguh sambil mengusap mulut sang istri yang sedang di monyongin.


Sudah menjadi kebiasaan bagi Kiki jika sedang kesal atau bad mood pasti bibir nya di monyongin panjang ke depan.


" 'Kan seumpama nya Mas,bukan nya meminta." jawab Kiki acuh,dia bahkan memilih duduk menempel di pintu mobil ketimbang mepet ke tubuh sang suami nya.


" Geser ke sini dong sayang,nanti Kamu jatuh." Teguh langsung menarik tangan Kiki supaya bergeser ke tengah-tengah.


Kiki pun langsung menurut patuh tanpa mau memberikan perlawanan,karena dia yakin itu akan percuma saja jika sudah berhadapan dengan tuan suami super pemaksa.


" Kamu masih marah sama Aku! Jangan cemberut kayak gitu dong,Aku janji nanti setelah membereskan pekerjaan yang menumpuk. Aku akan kembali lagi membawa Kamu liburan ke sini.dan Kamu bisa bebas pergi jalan-jalan sesuka hati mu."


" Janji sih janji! Tapi 'kan kita ngga tau kapan waktu itu akan datang,Aku juga ngga mau menuntut terlalu banyak.ini juga udah cukup kok." balas Kiki dengan mata yang berembun.


" Sayang jangan sedih gitu dong! Malu sama Pak Amin.masa pengantin baru nangis." goda Teguh supaya Kiki tidak larut dalam rasa kesal nya.


Tetapi dia juga sangat keterlaluan sih,bahkan subuh pagi tadi saja dia masih sempat - sempat nya meminta jatah pagi sampai 3 ronde berturut - turut.meskipin Kiki selalu memberikan nya tetapi hati nya tidak bisa di bohongi, tubuh nya benar-benar serasa mau putus dari saraf- saraf nya setelah di gempur habis oleh suami nya selama 2 hari non stop.


" Biarin aja,biar Pak Amin juga tau gimana nyebelin nya Kamu jadi suami." kekeuh Kiki masih dengan raut wajah sebal.

__ADS_1


Tanda cinta hasil percintaan tadi pagi saja masih terpampang nyata di leher mulus Kiki,akibat bangun kesiangan alhasil dia tidak sempat lagi untuk menutupi nya.beruntung nya Teguh membawa kan dia baju yang memiliki kerah yang tinggi sehingga dia tidak akan malu jika hasil karya suami nya di lihat oleh orang lain.


" Saya sudah terlebih dahulu merasakan bagaimana nyebelin nya Tuan muda Non." gumam Pak Amin dalam hati nya sambil melirik ke kursi penumpang.di dalam kaca itu bisa Pak Amin lihat dengan jelas bagaimana raut wajah Nona muda nya.tidak ada sedikit pun senyum kebahagiaan yang terpancar dari wajah cantik milik Kiki,yang keluar hanya lah ekspresi marah dan kesal.


" Masa sih? Aku loh orang nya baik banget,tanyain aja sama Pak Amin kalau Kamu ngga percaya,lagian kalau menjadi pengantin baru emang kayak gitu sayang,kalau sudah masuk ke dalam kamar ngga akan bisa keluar lagi.bener begitu 'kan Pak Amin?"


" Eh iya Tuan muda." jawab Pak Amin salah tingkah.karena harus ikut membujuk Nona muda yang masih kesal.


" Ya..Ya terserah Kamu saja lah Mas, Aku capek kalau harus lanjut berdebat lagi dengan kamu,badan Aku ini sudah ngga sanggup lagi untuk meladeni nya." jawab Kiki sambil menyandarkan tubuh nya di kursi mobil.kebetulan juga mereka sudah mulai masuk ke jalanan besar menuju Ibu kota.


Grep...


Tubuh Kiki langsung di dekap lembut oleh Teguh di pelukan nya.bahkan dia rela memiringkan posisi duduk nya supaya sang istri merasa lebih nyaman.


"Langsung ke rumah pribadi Saya aja ya Pak." titah Teguh kepada Pak Amin.


" Siap Tuan muda." jawab Pak Amin yang langsung membelok kan setir kemudi nya menuju hunian pribadi Tuan muda nya.


Lama mengabdi kepada Teguh,membuat Pak Amin sudah hapal sekali dengan alamat - alamat rumah yang di miliki oleh Teguh.


Para penjaga yang sedang berjaga di pintu gerbang langsung menunduk hormat melihat kedatangan Teguh.


" Tolong bawakan semua koper-koper ini kedalam ya Pak." pinta Teguh.


Di saat Teguh ingin mengangkat tubuh Kiki keluar dari mobil.Kiki langsung terbangun ketika merasakan tubuh nya sudah melayang di udara.bahkan karena rasa kaget nya mereka hampir saja jatuh jika Teguh tidak cepat-cepat menjaga keseimbangan nya.


" Kamu sudah bangun sayang, kalau masih ngantuk tidur saja,biar Aku gendong saja ke dalam ." ucap Teguh.


Bukan nya menjawab pertanyaan dari suami nya,Kiki malah kembali melempar kan peryataan kepada Teguh yang masih setia menggendong tubuh nya.


" Kita di mana Mas?" tanya Kiki bingung,ini bukan lah rumah yang pernah dia datangi dulu, dan Teguh belum pernah sama sekali mengajak dia berkunjung ke rumah ini.


" Ini rumah kita berdua, Aku beli di waktu Aku masih kuliah dulu." jawab Teguh jujur.


Kiki masih tidak percaya jika dia akan tinggal di rumah sebesar ini.

__ADS_1


" Mulai hari ini, kita akan tinggal di sini."


" Apa kamu mau lihat -lihat dulu ke semua ruangan? Atau mau berkenalan dulu dengan semua asisten yang bekerja di sini?" tanya Teguh lagi.


Kiki langsung menggeleng kan kepala nya.dan kembali mempererat pegangan tangan nya di leher Teguh.


" Nanti saja,Aku mau langsung istirahat dulu.tubuh Aku lemas banget serasa mau pingsan saja." keluh Kiki sambil memejamkan mata nya.


" Ya sudah, ayo Aku antar ke kamar kita."


Teguh langsung melangkah masuk menggendong tubuh istri nya yang sudah tidak bertenaga lagi.di depan pintu utama ada sepuluh asisten rumah tangga yang berjejer rapi menyambut kedatangan Tuan muda dan Nona muda nya.


" Selamat datang Tuan muda dan Juga Nona muda." sapa mereka kompak sambil menunduk kan kepala.


Teguh hanya mengangguk, sedang kan Kiki yang masih berada di pangkuan suami nya membalas dengan tersenyum ramah kepada semua para asisten.


" Terimakasih semuanya." ucap Kiki pelan.lalu Teguh langsung membawa nya menuju ke lantai 3 menggunakan lift.


" Mas ini benaran rumah Kamu? Besar banget? tanya Kiki takjub.


" Bukan hanya punya Aku, tetapi punya Kamu juga." jawab Teguh langsung masuk ke dalam lift.


" Kenapa harus pakai lift sih Mas? Apa Aku terlalu berat ya? Sebaiknya kita lewat tangga saja." tolak Kiki merasa tidak enak.


" Jauh sayang! Rumah ini ada tiga lantai.tidak mungkin Aku tetap menggendong Kamu sampai ke lantai 3,ada banyak tangga yang harus kita lewati,karena kamar kita ada di lantai 3.maka dari itu Aku sengaja memasang lift supaya Kamu tidak kecapean jika harus naik turun ke lantai bawah." jawab Teguh menjelaskan letak ruangan di rumah baru mereka berdua.


" 3 lantai?" Kiki di buat melongo mendengar penuturan suami nya.mata nya yang hampir redup kembali terbuka sempurna.


Jangan lupa Like,Vote dan Berikan Hadiah sebanyak mungkin ya guys.


Tinggalkan jejak sayang nya di Kolom Komentar walaupun hanya satu kata.


Dukungan dan support dari kalian semua sangat berarti bagi Author.


Terimakasih semuanya 😍😍😍🥰

__ADS_1


__ADS_2