Terhalang Restu Orang Tua

Terhalang Restu Orang Tua
Bab 18


__ADS_3

Ketika Teguh dan Kiki tengah asyik mengobrol di dalam kamar mereka.


Tok..Tok


Suara pintu di ketuk terdengar cukup keras.


" Sebentar ya sayang." ujar Teguh berdiri dari tempat duduk nya.


" Siapa Mas?" tanya Kiki.


" Mungkin petugas restoran yang mengantar makanan untuk kita." jawab Teguh sambil terus berjalan ke arah pintu.


Ceklek


" Selamat siang Pak,maaf menganggu waktu istirahat Anda,kami datang mengantarkan pesanan makanan atas nama Bapak teguh Rizaldi." ucap petugas restoran sambil membungkuk kan badan nya.


" Iya saya sendiri, silahkan masuk." jawab Teguh ramah.


Troli berisi kan sejumlah makanan lezat ,di dorong masuk ke dalam kamar Teguh.


" Mas! Kenapa ngga makan di bawah saja?" tanya Kiki tidak habis pikir.padahal jarak restoran dengan kamar mereka tidak lah terlalu jauh,hanya perlu turun beberapa tangga,maka mereka akan sampai ke tempat makan.


" Kita tidak akan keluar dari kamar selama menginap di sini! Aku ingin menghabiskan waktu ku hanya bersamamu." ucap Teguh sambil tersenyum.


Petugas restoran yang sedang menata makanan di atas meja besar juga ikut tersenyum mendengar betapa romantisnya sosok pengantin baru ini.


" Mas!" tegur Kiki merasa malu karena masih ada orang lain di antara mereka.


Teguh terlihat sangat santai,bahkan dia langsung memeluk mesra tubuh Kiki tanpa perduli dengan keberadaan petugas restoran.


" Sudah selesai Pak." ucap pegawai perempuan itu.


" Terimakasih,ini untuk tambahan uang bensin kalian." Teguh memberi kan beberapa helai lembaran uang seratus ribu kepada kedua petugas restoran.


" Terimakasih banyak Pak,Buk." ucap mereka lalu undur diri keluar dari kamar yang masih bernuansa pengantin baru.


" Kenapa kita ngga turun saja Mas,ngga enak sama anggota keluarga lain nya, teman-teman Kamu dan juga teman-teman Aku." protes Kiki keras.


" Mereka sudah pulang sejak 3 jam yang lalu sayang,kita tidak perlu turun lagi.di sini lebih enak."


" Ih! Kamu ngeselin banget sih! Gara-gara kita telat bangun,Aku ngga bisa pamit sama mereka!" keluh Kiki menyesal.


" Besok kan masih bisa bertemu sayang,kita cuman berpisah 2 hari saja! Ngga kan lama.lagian mereka juga ngerti kalau kita pasti kecapean habis malam pertama." ujar Teguh sambil tersenyum tipis.


" Malu Mas." sahut Kiki sambil merapikan kekacauan yang telah mereka perbuat.sprai kasur sudah tidak berada di tempat nya lagi.bantal dan guling sudah pindah ke atas lantai.bahkan boxer milik Teguh nampak menjuntai dari atas nakas yang terletak di samping ranjang tidur.

__ADS_1


" Kenapa mesti malu sih sayang! Kita kan pengantin baru mereka pasti mengerti lah." Teguh tetap pada pendiriannya.


" Terserah Kamu saja lah Mas,lebih baik Kita segera makan dari pada pingsan karena kelaparan." Kiki langsung duduk manis di depan meja lesehan yang ada di dalam kamar mereka,di atas meja itu sudah tersedia beberapa jenis makanan yang sangat menggugah selera.


"Segini cukup?" tanya Kiki memperlihat kan nasi yang ada di dalam piring kepada Teguh.


" Cukup." jawab Teguh .


Lalu Kiki segera mengisi piring itu dengan lauk yang tersedia.


" Terimakasih sayang." ucap Teguh menatap teduh wajah lelah sang istri.


Sampai saat ini tidak pernah terpikirkan oleh Teguh bisa memiliki rasa yang begitu besar terhadap Kiki.bahkan dia rela menentang kedua orang tua nya hanya demi mengejar masa depan nya.


" Sama - sama ." balas kiki.


Mereka berdua makan dengan lahap nya, sesekali Teguh nampak menyuapi Kiki dengan makanan yang ada di dalam piring nya.


Manis nya suasana yang ada di dalam kamar ini, membuat siapapun yang melihat nya menjadi meleleh.


Bahkan Teguh yang tidak pernah menyentuh alat dapur selama hidup nya,siang ini menjadi suami yang sangat pengertian.ketika Kiki tengah sibuk mengelap meja bekas mereka pakai untuk makan,dia dengan sigap membantu mencuci perkakas makan .semua dia lakukan dengan begitu cekatan.tanpa ada rasa canggung atau pun risih.


"Mas! Diluar ada Bimo." ucap Kiki yang sudah berdiri di belakang nya.


" Iya sebentar." jawab Teguh sambil mengelap tangan nya yang masih basah.


" Beuh...Jangan main -main sama Teguh Rizaldi, Kamu harus nya bangga sama suami Kamu ini ! Yang bisa melakukan segala bentuk pekerjaan." ujar Teguh berbangga hati.


" Iya deh, terimakasih ya sayang." ucap kiki sambil memeluk tubuh kekar suami nya.


Akhir nya dia mulai bisa berdamai dengan segala masalah kehidupan nya,dia sudah bertekad tidak ingin lagi larut dalam perkara restu dan kedua mertua nya.kehidupan nya harus tetap berjalan meski tanpa dukungan dari kedua mertua nya.


" Muach.." Teguh mengecup bibir manis istri nya.


" Aku suka sama panggilan Kamu barusan,jangan di rubah lagi." bisik Teguh manja.


"Hm." jawab Kiki sambil mengangguk.


" Udah sana! Kasihan Bimo terlalu lama menunggu Kamu!" Kiki langsung mendorong sekuat tenaga suami nya .


" Nanti kita lanjut kan lagi sayang." ujarnya mengerlingkan mata.


Kiki hanya geleng-geleng melihat tingkah kocak sang suami.


" Ada apa Bim?" tanya Teguh duduk di hadapan Bimo yang sedang menyeduh minuman pemberian Kiki.

__ADS_1


" Saya cuman ingin pamit Bos,sekalian mau minta tanda tangan Bos juga." ujar Bimo sambil membuka berkas yang membutuhkan tanda tangan pemilik perusahaan.


Teguh langsung membubuhi tanda tangan nya,tanpa membaca nya terlebih dahulu.


" Kamu ngga mau baca dulu Mas,kali aja Bimo berbuat curang." tegur Kiki dengan wajah polos.


" Dia tidak akan berani merusak kepercayaan yang sudah Aku beri,jika pun terjadi pasti ada orang yang berada di balik punggung nya." jawab Teguh.


" Dia tidak akan pernah menduakan Aku sayang,jika masih ingat akan kata balas Budi." sambung nya lagi.


Teguh adalah sosok orang yang berjasa di dalam hidup Bimo,ketika Bimo merasa putus asa dalam membiayai pengobatan ibu nya yang di vonis terkena kanker tulang ,Teguh datang menawarkan bantuan tanpa meminta balasan.


Bahkan dia memberikan pengobatan terbaik untuk Ibu Bimo sampai beliau bisa sembuh total seperti sekarang ini,sampai hari ini kanker itu tidak pernah muncul lagi dalam hidup sang ibu.


Mata Bimo langsung berkaca- kaca mendengar Teguh yang sedang menyentil nya.


" Benar Nona Kiki, Saya tidak akan pernah berani mencurangi Bos,jika bukan karena tangan mulia Bos, Ibu Saya mungkin sudah tidak ada lagi di dunia ini.dan Saya akan menjadi anak yatim piatu." ucap Bimo pelan.


Dia yang terkenal dingin dan arogan .belum pernah sama sekali berbicara sambil menundukkan kepala nya kecuali ketika bersama Teguh.


Tetapi hari ini dia sungguh malu memperlihatkan wajah sedih nya kepada Kiki.


Betapa arogan pun dia,hati nya tetap lah lembut jika menyangkut wanita yang telah melahirkan dia ke muka bumi ini.


" Anda sangat beruntung Nona,bisa menikah dan menjadi wanita paling di cintai oleh Bos Saya,beliau ini sangat baik dan juga tulus.selama ini beliau sama sekali tidak pernah menduakan perasaan nya kepada Nona, Meskipun banyak kesempatan dan wanita yang datang mencoba menggoda Bos, tetapi beliau tetap setia pada satu perasaan.Saya titip Bos kepada Nona,semoga pernikahan kalian bahagia selalu dan secepatnya mendapatkan restu ." ujar Bimo tulus.


Raut wajah nya bahkan sangat serius sekali,melebihi keseriusan nya ketika menghadapi sejumlah client penting.


" Terimakasih Brother." balas Teguh memeluk tubuh Bimo.


Lama bekerja bersama, menghabiskan waktu seharian berduaan,membuat ikatan batin di antara Teguh dan Bimo terlihat menyatu.


Bahkan Bimo rela pasang badan ketika ada orang yang ingin menjatuhkan nama baik Teguh.dia dengan mati-matian mengumpulkan barang bukti demi membuktikan kesalahan berita yang beredar.


" Saya pamit Bos.silahkan lanjutkan acara bersenang -senang nya,semoga Saya cepat mendapatkan keponakan."


" Iya, hati-hati Kamu pulang nya,jika tidak kuat menyetir.telepon saja sopir kantor untuk menjemput Kamu ke sini,titip perusahaan."


" Terimakasih juga untuk obat kuat yang kamu berikan." sambung Teguh dengan berbisik.dia tidak ingin jika Kiki sampai mengetahui nya.


" Siap bos." jawab Bimo mengacungkan jempol nya.


Jangan lupa Like.Vote dan Berikan Hadiah sebanyak mungkin ya guys.


Tinggalkan jejak sayang nya di Kolom Komentar walaupun hanya satu kata.

__ADS_1


Dukungan dan support dari kalian sangat berarti bagi Author.


Terimakasih semuanya 😍🥰🥰🥰


__ADS_2