
6 bulan kemudian...
Kiki berjalan pelan melewati beberapa penjual makanan yang berjejer rapi.ada dua kantong plastik besar yang berada di tangan nya.
" Hati-hati ya Mbak,bawa Noah nya,awas kepeleset." ucap Kiki memperingati karena jalan setapak yang mereka lewati masih basah akibat terkena guyuran air hujan tadi malam.
" Iya Bu." jawab Baby sitter yang berada di belakang Kiki.
Kedua orang tua Rangga sudah kembali ke luar negeri meneruskan bisnis mereka, sedang kan untuk urusan bisnis Rangga yang ada di pulau ini sepenuhnya di handle oleh Dewa dan di bantu oleh Riko, sebenar nya Riko sudah menolak keras tawaran itu karena tidak ingin di anggap lancang dan memanfaatkan keadaan, tetapi karena Dewa yang terus mendesak nya membuat Riko luluh dan akhirnya bersedia membantu menjalan kan salah satu perusahaan peninggalan Rangga.
Cukup jauh Kiki berjalan menuntun Noah dan mbak nya, akhir nya tiba lah mereka di sebuah tempat favorit yang sudah menjadi langganan Noah dalam membeli bubur kesukaan nya.
" 3 porsi ya Pak." ucap Kiki memberi tahu.
" Siap Mbak." jawab sang penjual lalu meracik bumbu bubur nya.
Kiki lalu berjalan mencari meja kosong untuk mereka tempati.
" Terimakasih." ucap Kiki ketika 3 buah mangkok bubur sudah tersaji manis di depan mata mereka.
" Bisa makan sendiri?" tanya Kiki menggeser kan satu buah mangkok bubur ke hadapan nya.
" Noah bica mamam syendili Ma." sahut Noah tidak ingin di bantu oleh siapapun.
Noah yang sudah mulai memahami kenapa Rangga sudah tidak pernah lagi menemui nya perlahan tidak lagi menanyakan keberadaan pria itu.Namun setiap kali dia ikut sang kakek sholat,Noah selalu memanjatkan doa untuk ketenangan Rangga.
" Ya sudah,makan nya pelan-pelan saja ya sayang." ucap Kiki tersenyum manis.
" Baik Ma." jawab Noah pelan.
Setelah isi mangkok makanan mereka habis,Kiki segera berdiri untuk membayar semua nya.sedangkan Noah sudah tertidur di pangkuan baby sitter nya akibat kekenyangan sehingga membuat mata nya berat.
" Sini biar Aku gendong saja Mbak." pinta Kiki lalu mengulurkan tangannya kepada Lisa.
" Tapi Bu!" Lisa yang merasa sungkan berusaha untuk mencegah nya.
" Tidak apa-apa,Mbak tolong bawakan tas saja aja." Kiki lalu menggosok punggung Noah agar tidur nya tidak terganggu.
Tanpa mereka sadari ada sepasang bola mata yang tidak berkedip sedetik pun memperhatikan gerak-gerik mereka bertiga.
__ADS_1
" Kiki!" seru Nenek Kamila ketika tidak sengaja melihat bayangan Kiki yang sedang menggendong seorang anak kecil.
" Apa itu cucu ku?" imbuh nya sudah berlinangan air mata.
Bagaimana tidak,mereka sudah terpisah cukup lama dan hampir menyerah ketika semua anak buah nya tidak bisa menemukan keberadaan Kiki dan juga anak nya.hari ini Nenek Kamila merasa sangat beruntung sekali.
Nenek Kamila yang awal nya merasa malas menyelesaikan masalah yang menimpa perusahaan cabang yang ada di pulau ini merasa sangat bersyukur sekali bisa bertemu dengan Kiki.
" Ikuti kemanapun mereka pergi." titah Nenek Kamila kepada sopir yang berada di kursi depan.
" Siap Nyonya." jawab sopir patuh.
Kiki yang tidak merasa curiga sama sekali dengan mobil putih yang membuntuti nya dari belakang melajukan mobil nya dengan sangat pelan sekali.
Sambil menunggu kemana Kiki akan membawa mereka pergi, Nenek Kamila merogoh ponsel yang berada di dalam tas nya dan segera menghubungi cucu kesayangan nya.
Teguh yang sedang duduk melamun menatap kearah jalanan yang sedang ramai.pria ini menatap lurus dengan pandangan sendu ketika ingatan nya kembali memikirkan Kiki yang entah sedang berada di mana dengan membawa serta anak mereka yang pasti sudah tumbuh besar.
Lamunan Teguh akhir nya buyar ketika suara ponsel nya berdering nyaring.
" Ne- Nek." batin Teguh segera menggeser tombol hijau.
Foto yang dikirim kan oleh Nenek Kamila membuat Teguh kembali berteriak sehingga membuat Bimo dan Ken berlari masuk ke dalam ruangan nya.
" Ada apa Bos?" tanya Bimo penasaran.
" Segera siapkan jet pribadi untuk terbang ke pulau K,Aku harus segera terbang ke sana menemui istri dan anak ku." Teguh memperlihat kan foto Kiki yang sedang menggendong anak kecil,namun sayang nya di gambar itu tidak terlihat jelas seperti apa bentuk wajah anak yang berada di gendongan Kiki.
" Ini beneran? Siapa yang sudah memberikan informasi penting ini Bos?" tanya Bimo tidak percaya,padahal selama ini mereka bersusah payah menyelusuri setiap kota dan lembah demi menemukan Kiki,uang Teguh juga sudah habis banyak sekali menyewa detektif untuk melacak keberadaan Kiki, namun di saat mereka semua lengah, ternyata Kiki begitu mudah di temukan secara tidak sengaja.
" Nenek yang menemukan keberadaan nya,jangan banyak tanya! Sekarang juga siapkan kendaraan pribadi untuk Aku terbang menjemput istri dan juga anak ku." teriak Teguh tidak sabar lagi.
" Istri? Mantan istri kali Bos." batin Bimo dan Ken secara bersamaan.
" Tapi Bos! Satu jam lagi kita ada meeting dengan Tuan Yohono dari jepang." ucap Ken ragu-ragu.
" Persetan dengan meeting, istri dan anak ku jauh lebih penting dari semua nya.titip perusahaan dan ganti kan Aku dalam setiap meeting.jika Kamu tidak bisa maka segera jadwal ulang sampai Aku kembali ke ibu kota." Teguh berlari menuju lantai atas dengan tanpa membawa sehelai baju ganti.di pikiran nya saat ini hanya ada Kiki dan juga anak mereka.
Belum sampai di ambang pintu,suara bariton terdengar dari arah belakang dan memaksa dia untuk menghentikan langkah kaki nya.
__ADS_1
" Aku tidak punya waktu lagi,kalau ada perlu nanti kita bicarakan lagi." ucap Teguh datar tanpa perduli dengan mulut sang Ayah yang menganga lebar melihat sikap sang putra yang masih menyimpan dendam kepada nya.
" Baiklah,tapi Kamu mau kemana?" tanya Pak Heru begitu perduli.
" Bukan urusan Ayah." balas Teguh cuek dan berlari secepat mungkin menuju ke tempat tujuannya.
Pak Heru yang masih merasa penasaran kenapa Teguh terlihat begitu tergesa-gesa lalu menghampiri Ken yang sudah duduk di kursi kerja nya.
" Ken!" panggil Pak Heru.
" Iya Tuan." jawab Ken lalu berdiri dari kursi nya.
" Sebenar nya Teguh mau pergi kemana? Kenapa dia sampai terburu-buru seperti itu?" tanya Pak Heru curiga.
" Saya tidak tahu pasti Tuan,yang jelas Bos mau pergi ke pulau K untuk menemui Nyonya besar." jawab Ken yang takut untuk berkata jujur,Ken sangat tahu betul bahwa di antara kedua nya masih terjadi perselisihan yang belum terselesaikan.
" Pulau K? Sekarang?" Pak Heru kembali memastikan agar dia tidak salah mendengar.
" Iya Tuan." jawab Ken singkat.
" Bukan kah sebentar lagi pihak perusahaan kita akan ada meeting dengan Tuan Yohono?" Lalu bagaimana dengan meeting itu?" Pak Heru mengernyit kan dahi saat mengingat kalau rekan bisnis nya yang satu ini tidak mau mendengarkan alasan apapun.
" Bos meminta Saya untuk mengganti kan atau tidak di cancel saja Tuan."
" Jangan di cancel,biar Saya yang menggantikan dia.Kamu pasti ingat betul bagaimana watak Tuan Yohono? Dia itu begitu teliti dan tidak menerima alasan apapun.siapkan semua berkas nya 10 menit lagi kita berangkat." Pak Heru lalu berjalan masuk ke dalam sebuah ruangan yang merupakan bekas ruangan nya dulu.Pak Heru terpaksa mengganti kan Teguh supaya perusahaan ini semakin besar dan tidak terkalahkan di asia ini.
Sedang kan di pulau K sana,Nenek Kamila tidak berani berkedip sebentar saja karena takut kehilangan jejak Kiki.Rima yang berada di samping Nyonya besar juga memasang jeli kedua bola mata nya agar tidak kecolongan lagi
" Apa mereka tinggal di sini ya? Kenapa Kiki begitu lama berada di dalam toko kue ini?" ucap Nenek Kamila lirih dan bisa di dengar oleh Rima.
" Itu! Ratna." Nenek Kamila membekap mulut nya ketika melihat Ibu dari Kiki turun dari mobil dan masuk ke dalam ruko yang sama.
" Seperti nya ini toko milik Nona muda, Nyonya! Nama yang ada di papan itu tertulis nama Nona muda." sahut Rima mengeluarkan pendapat nya.
" Benar kah?" mata Nenek Kamila lalu beralih membaca papan yang memang benar tertulis nama Kiki" Toko kue Kiki Amalia."
"Oh Astaga!" Nenek Kamila mengelus dada nya lalu menyenderkan punggungnya ke jok mobil.
Jangan lupa Like Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰😍
__ADS_1