
Rena yang merasa di panggil oleh Tuan muda nya langsung terdiam menghentikan tangan nya dan mengangguk kan kepala nya.
" Selamat pagi Tuan muda."sapa Rena masih memegang kain lap basah yang ada di tangan sebelah kanan.
" Pagi." jawab Teguh sambil memikirkan sesuatu.
"Jika Rena masih berada di rumah, berarti Kiki juga masih berada di dalam? Apa dia lagi makan ya?" batin Teguh celingukan mencari keberadaan sang istri yang tadi pergi dengan terburu-buru.
" Tuan muda mau berangkat sekarang? Mau Saya antar?" tawar Rena yang sudah mengetahui tentang Pak Amin yang sedang libur.dari pada diam makan gaji buta Rena berinisiatif untuk mengantar jemput Tuan muda nya saja.
" Tidak perlu,Aku bisa menyetir sendiri,lagian Kamu juga harus mengantarkan Kiki ke kampus sebentar lagi kan?" jawab Teguh masih memanaskan mesin mobil nya.
" loh memang nya Nona muda tidak meminta izin kepada Tuan muda,kalau hari ini Nona muda pergi sama teman nya dan meminta Saya untuk tidak mengantarkan atau pun menjemput."papar Rena menjelaskan agar tidak terkena omelan sang Tuan muda.
Teguh nampak berpikir sambil mendengus dingin.
"Siapa yang menjemput dia berangkat ke kampus tadi pagi?" tanya Teguh merasa khawatir dan juga bersalah.padahal dia masih berada di rumah dan arah yang di lalui oleh Teguh satu jalur dengan arah kampus Kiki.tetapi dia malah sibuk dengan urusan keluarga nya.
" Saya tidak melihat nya Tuan muda.Nona muda berjalan cepat ke arah luar dan Saya tidak sempat mengejar nya."
" Oh.." Teguh masuk ke dalam mobil dan menutup rapat kaca nya.
" Apa Kiki benar-benar marah ya sama Aku? Sampai-sampai dia pergi begitu saja bahkan ngga pakai pamit sama Aku." batin Teguh mengingat tentang hubungan mereka yang semakin merenggang.
Teguh pun melajukan mobil nya keluar dari pekarangan rumah.pikiran nya berkecamuk memikirkan rumah tangga nya.hati Teguh mendadak tidak tenang.tanpa sadar Teguh telah mengemudikan mobil nya dengan kecepatan yang sangat tinggi.
St......
__ADS_1
Bunyi keras ban mobil Teguh bergesekan dengan aspal membuat pengguna lain bergidik ngeri melihat nya.akibat menyetir dengan keadaan melamun. Teguh hampir saja menabrak dua ekor kucing yang sedang memakan sesuatu di tengah jalan.
" Hampir saja!" gumam Teguh sambil memegang kepala nya.
Beruntung nya mobil mahal Teguh ini bisa berhenti tepat pada waktu dan tidak sampai menabrak dua ekor kucing yang sedang makan.
Teguh memilih menepikan sejenak mobil nya dan menyandarkan punggungnya di sandaran jok mobil, sementara satu tangan nya kembali memijit kepala yang berdenyut nyeri memikirkan sang istri.lagi dan lagi wanita yang telah sah menjadi istri nya kembali mengusik ketenangan dan pikirannya sehingga membuat dia uring-uringan tak menentu.
" Aku yang salah." batin Teguh mengangguk membenarkan apa yang keluar dari mulut nya.
Tangan Teguh terulur mengambil ponsel yang ada di dalam saku celana nya lalu membuka kotak pesan yang sudah lama tidak dia lihat.Teguh tersenyum masam menatap banyak pesan yang di kirim Kiki kepada dia tetap tidak pernah dia balas satu pun pesan yang di kirim oleh istri nya.
" Suami macam apa Aku ini?" Teguh meraup kasar wajah nya lalu memandang ke arah luar jendela.dia sengaja tidak membalas pesan dari Kiki karena tidak ingin rahasia nya ketahuan oleh sang istri.
Tidak ingin pikiran nya semakin tidak tenang.Teguh memilih mengirim pesan untuk sang istri.
" Kamu kenapa berangkat ngga minta antar sama sopir sayang?" setelah mengetik pesan singkat itu, Teguh lalu menekan tombol send yang ada di layar ponsel nya.
" Selamat pagi Bos!" sapa Sekretaris Ken yang baru datang dari luar.
" Hm.." Teguh hanya berdehem menjawab sapaan dari tangan kanan nya.mood nya sudah tidak bagus lagi untuk memulai segala bentuk pekerjaan.
" Kenapa lagi sama si Bos? Pagi-pagi udah kusut aja itu muka." batin Sekretaris Ken memilih berjalan di belakang Teguh.
" Jatah nya kurang lama mungkin ya tadi malam,atau ngga dapat jatah sama sekali?" Sekretaris Ken menerka-nerka penyebab jelek nya raut wajah Teguh pagi ini.
Mereka berdua sama-sama naik ke lantai 10 tetapi menggunakan lift yang berbeda. Sekretaris Ken yang tidak ingin menjadi pelampiasan kemarahan Bos nya memilih menghindar untuk menyelamatkan telinga dan juga hati nya.
__ADS_1
Ting..
Suara lift milik Teguh terlebih dahulu sampai di lantai 10 ini.
" Bimo!" panggil Teguh saat melihat Bimo sedang menyusun berkas di meja Sekretariat Ken.
" Iya Bos." jawab Bimo menghentikan pergerakan nya.
" Batal kan semua yang sudah Kamu siapkan dan yang sudah Kamu pesan,Aku tidak bisa pergi kemanapun nanti malam.Aku sedang sibuk." ucap Teguh tanpa berpikir panjang.alasan kesehatan Bunda nya lebih penting dari segala nya saat ini untuk Teguh.dia bahkan sampai rela kehilangan uang ratusan juta atas sewa kapal dan juga pulau terpencil yang sudah di bayar oleh Bimo.
" Ada apa Bos? Kenapa Bos ingin membatalkan nya? Semua nya sudah siap hanya tinggal menunggu kedatangan Bos saja." Bimo adalah orang yang di tunjuk oleh Teguh untuk mengurus semua kejutan yang akan dia berikan kepada sang istri sebagai penebus dosa nya.Bimo sangat kaget mendengar Teguh meminta dia membatalkan begitu saja semua yang sudah susah payah dia siap kan dalam waktu yang sangat singkat.
" Batalkan saja dan jangan banyak tanya lagi.dan satu lagi... Kalau Kiki datang ke kantor menanyakan keberadaan ku,bilang saja kalau Aku sedang pergi keluar kota untuk meninjau proyek baru kita." jawab Teguh sekaligus meminta pertolongan Bimo agar mau menutupi kebohongan nya.
" Ba-baik Bos." jawab Bimo patuh.dalam hati pria cerdas ini ada banyak kecurigaan yang semakin tercium dari sikap aneh Bos nya.selama ini Teguh selalu menyiapkan kejutan romantis untuk Kiki,bahkan Teguh juga sering memberi Kiki hadiah spesial meskipun tidak sedang merayakan perayaan apapun.sikap aneh Teguh pagi ini membuat Bimo dan Ken saling menatap satu sama lain.
" Ada apa?" tanya Ken pelan setelah melihat Bos nya sudah masuk ke dalam ruangan nya.
" Si Bos aneh banget deh, Aku udah mempersiapkan semua nya yang dia minta kemarin pagi, tetapi sekarang harus di batalkan begitu saja dengan alasan yang tidak jelas.Kamu dengar sendiri kan Bos meminta Aku untuk berbohong kepada Nona Kiki." Bimo menghela nafas lelah nya,menjadi seorang bawahan memang harus siap mendapatkan perintah apapun dari Bos nya.meski harus berdosa sekali pun tetapi Bimo terpaksa mengiyakan perintah itu karena tidak punya hak untuk menolak nya.
" Apa terjadi sesuatu kepada mereka berdua?" tanya Ken mulai bisa menebak.
" Mana Aku tahu..Kamu nanya Aku? Terus Aku nanya sama siapa?" balas Bimo yang mood nya ikut memburuk pagi ini.
" Mikir!" seru Ken sambil menendang pelan betis Bimo yang sedang berdiri di depan nya.
" Gila ! Udah balik kerja sana! Nanti kita pikirkan lagi." balas Bimo tidak terima.pikiran nya sudah sangat penuh oleh pekerjaan yang menumpuk,jika di tambah lagi dengan memikirkan masalah yang sedang di hadapi oleh Bos nya,bisa - bisa masa muda Bimo habis begitu saja di dalam rumah sakit jiwa.
__ADS_1
" Ini meja kerja Aku kalau Kamu lupa." ujar Ken mengingat kan dan langsung duduk di kursi membiarkan Bimo mengomel sendiri karena kebingungan nya.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰😍🥰🥰