
Setelah puas mengobrol hingga beberapa jam telah berlalu, keempat wanita cantik ini memutuskan untuk pulang kerumah masing -masing dengan mengendarai mobil mereka sendiri.
" Silahkan Nona muda." ucap Rena yang telah siap membuka kan pintu untuk Kiki.
" Terimakasih Ren." jawab Kiki langsung masuk secara perlahan ke dalam mobil mewah yang sudah di siap kan oleh Teguh sebagai kendaraan pribadi nya.
Bukan Kiki yang meminta nya, tetapi Teguh sendiri lah yang berinisiatif melakukan semua ini berikut dengan sopir nya sekaligus.
" Sama-sama Nona muda." Rena lalu menutup kembali pintu mobil itu hingga tidak ada celah sedikitpun untuk semut masuk kedalam.
Agar tidak bosan di tengah perjalanan,Kiki sengaja bermain ponsel dan sesekali mengecek kotak pesan nya,namun hingga sampai detik ini belum ada satupun pesan yang dia kirim di baca oleh suami nya.
Tidak ingin semakin larut dalam kesedihan dan membuat pikiran nya semakin kacau balau,Kiki memilih melihat -lihat koleksi foto-foto lucu bersama ketiga sahabat dekat nya.
" Beruntung nya Aku memiliki kalian sebagai sahabat, bersama kalian lah Aku bisa berpikir jernih dan tenang,maafkan Aku yang sering mengabaikan kalian di saat bahagia itu datang,mulai hari ini Aku akan berusaha membagi waktu ku secara adil." gumam Kiki menatap haru gambar diri nya bersama ketiga wanita yang seumuran dengan nya. saat berkumpul tadi kiki sama sekali tidak membahas tentang pernikahan nya yang sedang bermasalah,karena dia tidak ingin ketiga sahabat nya ikut campur dalam ranah pribadi nya.mereka boleh berteman akrab, tetapi untuk urusan rumah tangga sudah menjadi urusan masing-masing.
Mata Kiki begitu tajam melihat pekarangan rumah dan juga bagasi depan.tidak nampak mobil yang sering digunakan oleh suami nya untuk berangkat ke kantor.itu artinya Teguh masih belum sampai di rumah juga, padahal jam di ponsel Kiki sudah menunjukkan pukul 8 malam lewat sedikit.
" Kamu belum pulang juga!" ucap Kiki lirih,lalu melepas kasar sabuk pengaman yang melilit di tubuh nya.
Air mata Kiki tiba-tiba saja berjatuhan dari sudut mata indah nya,tanpa berpamitan kepada Rena,Kiki langsung keluar dengan menunduk kan pandangan nya,lalu berlari secepat mungkin agar tidak ada orang lain yang bisa melihat bahwa dia saat ini sedang menangis tergugu.
" Nona muda! Jangan lari...Bahaya." Rena berteriak menggunakan suara Maco nya,namun sekeras apapun dia berusaha memanggil Kiki, tetap saja tidak membuahkan hasil,karena Kiki sudah terlanjur jauh dari posisi nya saat ini.
" Kenapa Nona muda tiba-tiba menangis ya? Apa yang sudah terjadi?" batin Rena yang masih berdiri dengan rasa penasaran nya.
Kiki terus berlari masuk ke dalam lift, beruntung nya saat dia masuk ke dalam tidak ada Mpok Nur yang datang menyambut kedatangan nya seperti hari-hari sebelumnya.
__ADS_1
Kiki langsung menyandarkan tubuh rapuh nya ke dinding lift yang sedang beranjak naik ke lantai 3.dia menghela nafas dalam nya lalu berusaha mengatur deru nafas nya.air mata itu masih tampak membasahi pipi Kiki.
" Maaf kan Mama ya Nak,sudah ceroboh seperti ini.bisa- bisa nya Mama berlarian tanpa perduli dengan keadaan Kamu yang masih kecil ini." ucap Kiki lirih dan tidak lupa mengelus lembut perut rata nya.
Setelah pintu lift terbuka,Kiki langsung bergegas masuk ke dalam kamar nya dan mengabaikan Mpok Nur yang sudah stand by di depan kamar nya.
" Selamat malam Nona muda." sapa Mpok Nur seperti biasa nya.
" Malam juga Mpok,apa Mas Teguh belum pulang juga?" tanya Kiki sambil menghentikan sejenak langkah kaki nya.
" Belum Nona muda.seperti nya malam ini Tuan muda akan lembur lagi di perusahaan nya." jawab Mpok Nur lugas.
" Baiklah."Kiki langsung masuk ke dalam kamar dengan wajah dan air mata yang kembali keluar deras.
Mpok Nur yang ikut mendengar suara tangisan pelan itu ikut tersayat hati nya ketika melihat Nona muda nya untuk pertama kali nya menitikkan air mata selama tinggal di rumah ini.
Dari arah tangga, muncul lah Rena yang datang menghampiri Mpok Nur dengan nafas yang masih ngos-ngosan.
" Di mana Nona muda Mpok Nur?" tanya Rena sambil membungkuk menghela nafas nya yang sudah terputus.
" Nona muda ada di dalam sana, Mbak Rena kenapa ngos-ngosan seperti ini?" tanya Mpok Nur khawatir.
"Mau mengejar Nona muda,eh udah keburu masuk duluan." sahut Rena sambil mengelap keringat yang mengucur deras di dahi licin nya.
" Apa yang sebenarnya terjadi Mbak Rena? Kenapa Nona muda pulang dengan wajah sendu dan bahkan sekarang sedang menangis di dalam kamar." ucap Mpok Nur sambil menatap serius ke arah Rena.
" Saya juga ngga tahu Mpok." jawab Rena sambil mengangkat bahu nya.
__ADS_1
" Sepulang dari kampus,Nona muda langsung bertemu dengan ketiga sahabat nya,wajah Nona muda terlihat bahagia dan gembira sambil bercerita dengan teman-teman nya, tetapi wajah ceria itu berubah pada saat mobil kami memasuki pekarangan rumah ini.Nona muda turun begitu saja dari dalam mobil dan berlari meninggalkan Saya yang memanggil dari belakang.bahkan Nona muda mengabaikan peringatan yang Saya berikan agar calon.." Rena langsung menghentikan ucapan nya ketika sadar bahwa dia hampir saja membocorkan rahasia yang sudah tersimpan rapat.
" Agar calon apa Mbak Rena?" tanya Mpok Nur yang masih penasaran melihat tingkah aneh dari Rena.
" Aaa...Itu tadi di dekat lampu merah ada calon abdi negara yang sedang berlatih fisik, Saya mau melihat keadaan Nona muda dulu ya Mpok." ujar Rena yang asal ngomong,dan langsung pergi meninggalkan tanda tanya besar di dalam benak Mpok Nur.
" Hmmm." jawab Mpok Nur yang masih memikirkan ucapan Rena yang tidak logis dan tidak nyambung dengan apa yang sedang mereka bahas.
Karena sudah ada Rena yang datang menemani Nona muda,Mpok Nur memutuskan untuk turun ke lantai bawah dari pada bengong seperti orang yang sedang putus cinta.
" Nona muda!" panggil Rena ragu-ragu.
Kiki yang mendengar ada suara Rena dari arah pintu langsung menghapus kasar air mata yang sejak tadi mengucur deras.dia tidak mungkin membagi kisah hidup nya secara keseluruhan kepada Rena yang baru saja masuk ke dalam rumah mereka.meskipun sudah sangat dekat dan seperti adik Kakak,Kiki memilih menyimpan rapat kegelisahan di dalam benak nya.
" Aku mau langsung tidur Ren, tolong tinggalkan Aku sendiri di sini." ucap Kiki menggunakan suara serak nya yang habis menangis.
" Apa anda baik-baik saja Nona muda?" tanya Rena yang masih belum puas mendapatkan pengusiran secara halus dari Kiki.
" Aku baik-baik saja,tubuh ku sudah sangat lelah sekali Ren,Kamu boleh keluar sekarang juga."pinta Kiki lebih pelan lagi.
" Tapi Nona muda..Anda belum meminum susu serta Vitamin hamil , kasihan dedek bayi nya di dalam sana karena tidak mendapatkan gizi yang cukup di masa pertumbuhan nya." tutur Rena mengingat kan Kiki yang sudah lupa dengan kebiasaan baru nya.
"Tolong Kamu buat kan susu nya untuk ku,dan jangan lupa simpan di atas nakas,Aku mau bersih-bersih dulu." ujar Kiki yang langsung ngacir masuk ke dalam kamar mandi ,dari pada harus menjawab semua pertanyaan memojokkan yang datang dari detektif Rena.
" Baiklah Nona muda..Saya pamit ke bawah dulu." ujar Rena sopan dan langsung melangkah keluar dari kamar utama.
Jangan Lupa Like,Vote dan Komen ya guys.😍🥰😍🥰
__ADS_1